• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Beberapa Penyebab Iritasi Mata yang Perlu Diwaspadai
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Beberapa Penyebab Iritasi Mata yang Perlu Diwaspadai

Beberapa Penyebab Iritasi Mata yang Perlu Diwaspadai

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 09 Mei 2022

“Terdapat beberapa penyebab iritasi mata yang berbahaya dan perlu diwaspadai. Salah satunya adalah infeksi virus dan bakteri yang bisa menyebabkan mata menjadi kemerahan.”

Beberapa Penyebab Iritasi Mata yang Perlu Diwaspadai

Halodoc, Jakarta – Iritasi mata merupakan salah satu kondisi kesehatan yang rentan terjadi. Pasalnya, mata merupakan bagian tubuh yang sensitif dan rentan karena hanya dilindungi oleh kelopak mata. Ketika seseorang mengalami iritasi mata, gejalanya pun dapat berbeda, tergantung pada tingkat keparahannya. Seperti misalnya mata tidak nyaman, berair, kemerahan, rasa perih, warna kemerahan pada konjungtiva (bagian putih pada mata), hingga mengeluarkan belek atau kotoran mata. 

Nah, salah satu penyebab mata iritasi adalah paparan polusi, debu, atau kotoran. Namun tak hanya itu, nyatanya kondisi mata tersebut juga dapat dipicu oleh beberapa penyebab lainnya. Kira-kira apa saja ya penyebab lainnya? Yuk, ketahui penjelasannya di sini! 

Penyebab Iritasi Mata dan Cara Mengatasinya

Terdapat beberapa penyebab iritasi mata yang perlu diwaspadai, beserta dengan cara mengatasinya. Berikut ulasannya! 

1. Infeksi Virus dan Bakteri

Iritasi mata yang disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri biasanya akan membuat konjungtiva berwarna kemerahan. Selain itu mata bisa mengeluarkan air lebih banyak dari biasanya dan kelopak mata pun terlihat bengkak. Nah, jenis virus yang paling sering menyebabkan iritasi mata adalah adenovirus. 

Iritasi mata yang terjadi akibat virus ini dapat tersebar melalui kontak fisik dengan pengidapnya. Selain itu, bagi kamu yang gemar berenang, kamu perlu waspada karena virus ini banyak ditemui di kolam renang. Apabila daya tahan tubuh kamu sedang rendah, risiko terkena virus ini semakin tinggi.

Sementara itu, iritasi mata akibat infeksi bakteri dapat disebabkan oleh bakteri Stafilokokus yang kerap menjadi penyebab blefaritis. Umumnya iritasi mata karena bakteri tersebut menyebabkan kotoran mata keluar lebih banyak dari biasanya. Sayangnya, baik antara iritasi mata akibat virus maupun bakteri, keduanya sulit dibedakan karena gejalanya mirip. Maka dari itu, jika iritasi mata tak kunjung membaik, pemeriksaan mata sangat penting untuk dilakukan. 

2. Lingkungan

Iritasi mata yang diakibatkan oleh lingkungan ini biasanya membuat mata terasa gatal dan juga kemerahan. Penyebabnya adalah debu, serbuk sari bunga, polusi, asap kendaraan dan masih banyak lagi. Umumnya, iritasi mata karena lingkungan ini bisa disembuhkan dengan obat tetes mata biasa yang tersedia di apotek atau toko sekitar rumah. Namun apabila iritasi disebabkan oleh virus dan bakteri maka kamu butuh penangan khusus dari dokter.

3. Paparan Bahan Kimia

Ternyata ada sebab khusus orang-orang yang bekerja di laboratorium atau pun pabrik bahan kimia perlu menggunakan kaca mata pelindung saat bekerja. Ini karena mata mereka sangat rentan terkena iritasi karena paparan bahan kimia. Ada macam-macam bahan kimia yang bisa membuat mata iritasi karena mudah tersebar di udara, yaitu karbon monoksida, sulfur, timbal, arsenik dan masih banyak lagi.  

4. Kelelahan

Menggunakan komputer atau laptop tentu sudah menjadi kebutuhan dalam bekerja di era modern ini. Namun, bekerja di depan layar komputer seharian, dapat membuat mata menjadi lelah dan memicu terjadinya mata kering dan kemerahan. Oleh sebab itu sangat penting mengistirahatkan mata di sela-sela waktu bekerja. Jika iritasi semakin parah, tak ada salahnya untuk menggunakan obat tetes mata yang dijual bebas atau memeriksakan diri ke dokter. 

5. Ulkus Kornea 

Ulkus kornea merupakan luka terbuka yang terjadi pada permukaan kornea. Kebanyakan kasus ulkus kornea terjadi pada orang yang menggunakan lensa kontak, terutama jika lensa kontak digunakan dengan durasi semalaman tanpa dilepas.

Kondisi ini dapat menimbulkan gejala seperti rasa sakit yang hebat, iritasi mata, sensitivitas terhadap cahaya, hingga mata kemerahan. Jika kamu merasakan salah satu atau beberapa gejalanya, segeralah melepaskan lensa kontak dan memeriksakan diri ke dokter. Tujuannya agar penanganan dapat dilakukan sedari dini untuk meminimalkan risiko komplikasi yang serius. 

Itulah beberapa penyebab iritasi pada mata yang perlu diwaspadai. Oleh sebab itu, menjaga kebersihan sekaligus kesehatan mata tentunya sangat penting dilakukan. Bilamana kamu mengalami iritasi mata yang tak kunjung membaik, sebaiknya segeralah memeriksakan kondisimu. Nah, melalui aplikasi Halodoc, kamu bisa membuat janji rumah sakit dengan dokter spesialis mata pilihanmu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga! 

Referensi: 

WebMD. Diakses pada 2022. What’s Irritating My Eyes?
Verywell Health. Diakses pada 2022. Top 6 Reasons for Eye Irritation.
Medical News Today. Diakses pada 2022. What to know about eye irritation.