• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Bedanya Narsistik dan Percaya Diri

Bedanya Narsistik dan Percaya Diri

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Semua orang membutuhkan rasa percaya diri agar dapat tampil maksimal dalam semua hal. Meski begitu, terkadang beberapa orang bukannya mengeluarkan rasa percaya dirinya, tetapi malah terkesan memiliki sifat narsistik. Memang kedua hal tersebut sulit untuk dibedakan.

Sifat narsistik dan percaya diri memang mempunyai beberapa karakter yang sama, seperti berani dan berkharisma. Meski begitu, pada dasarnya kedua sifat ini mempunyai perbedaan yang sangat jauh. Rasa percaya diri dapat dibilang berhubungan dengan sifat yang baik, sedangkan narsistik mengarah ke arah yang buruk. Ketahui perbedaan dari narsistik dan percaya diri di sini!

Baca juga: 12 Ciri Pengidap Gangguan Kepribadian Narsistik


Beda Antara Narsistik dan Percaya Diri

Kelihatannya banyak orang yang narsis memiliki rasa percaya diri yang tinggi. Ia sangat suka menjadi pusat perhatian dan selalu menekankan jika ia sangat kecil kemungkinannya untuk melakukan kesalahan. Ia kerap memuji cara pandang sendiri dan berusaha meyakinkan orang hal yang sama. Seseorang yang narsis juga kerap merasa jika dirinya berhak melakukan apa pun tanpa ada yang melarang.

Maka dari itu, kamu harus tahu perbedaan antara narsistik dan percaya diri. Pada rasa percaya diri, orang tersebut mengetahui dan menghargai kualitas dan nilai dirinya sendiri. Hal tersebut termasuk sesuatu yang baik dan dapat mengarah pada gaya hidup yang sehat. Sementara itu, narsistik terjadi akibat obsesi berlebihan dengan kualitas dan nilai seseorang. 

Seseorang yang mengalami narsistik dapat mengarah ke sesuatu hal yang tidak sehat, seperti kecanduan perasaan istimewa. Hal ini dapat menyebabkan pengidapnya tidak ragu untuk berbohong, menipu, bahkan mencuri untuk mendapatkan sesuatu yang sangat diharapkan agar terlihat lebih tinggi dibandingkan orang lain. Berikut adalah beberapa perbedaan antara narsistik dan percaya diri yang harus diketahui:


1. Cara Merespons Kesuksesan Orang Lain

Memang rasa iri wajar terjadi saat melihat orang lain sukses. Meski begitu, respons yang dapat timbul antara seseorang dengan narsistik dan percaya diri dapat berbeda jauh. Seseorang dengan rasa narsistik kerap ingin menjadi sorotan sehingga perhatian semua orang hanya tertuju padanya. Orang dengan gangguan ini kerap mengatakan hal yang negatif tentang kesuksesan orang lain di belakang dan bahkan mencoba untuk menjatuhkannya.

Lain halnya dengan seseorang yang memiliki rasa percaya diri. Ia tidak menganggap jika meredupkan kesuksesan orang lain dapat membuat dirinya menjadi lebih sukses. Seseorang dengan rasa percaya diri juga dapat merasa iri, tetapi tidak akan menyerang kemampuan atau karakter seseorang tanpa alasan yang jelas.

Baca juga: Apa Itu Gangguan Kepribadian Narsistik?


2. Menghargai Pertumbuhan Orang Lain

Seseorang dengan rasa percaya diri dapat menghargai pertumbuhan kemampuan orang lain dan mempelajari terkait hal yang berbeda antara dirinya dengan orang tersebut. Namun, pada seseorang yang narsistik, orang ini berusaha untuk menarik perhatian orang lain pada dirinya dengan cara yang obsesif. Berbagai macam cara dilakukan agar hanya dirinya yang terlihat berkembang dibandingkan orang lain. Pengidapnya mengharapkan kredit atas segala hal yang dilakukannya.

Kamu juga dapat bertanya pada dokter dari Halodoc terkait perbedaan antara narsistik dengan percaya diri. Dengan adanya fitur Chat atau Voice/Video Call, kamu dapat memilih banyak varian interaksi untuk hal tersebut. Caranya mudah sekali, cukup hanya dengan download aplikasi Halodoc dan nikmati kemudahan dalam akses kesehatan!


3. Perbedaan Rasa Empati

Perbedaan antara seseorang dengan narsistik dan percaya diri ada pada rasa empati yang ditimbulkan. Banyak orang dengan gangguan narsis tersebut telah mempelajari skrip awal terkait apa yang harus dilakukan untuk menjatuhkan orang lain. Ia juga kerap membandingkan segala yang dilakukannya sehingga tidak membuahkan hasil.

Berbeda dengan orang yang memiliki rasa percaya diri, empati dan rasa kasih sayangnya tulus dan mau mendengarkan dan mendoakan semua hal yang baik. Bahkan, ia mungkin menawarkan bantuan sesuai kemampuannya meskipun dirinya kalah saing dari orang lain.

Baca juga: Percaya Diri atau Narsistik? Ketahui Bedanya

Itulah beberapa hal yang dapat diketahui terkait perbedaan antara narsistik dan rasa percaya diri. Kamu harus selalu ingat jika narsis selalu berhubungan dengan sesuatu yang negatif, sedangkan percaya diri dapat menimbulkan hal yang positif. Dengan begitu, kamu dapat membaca respons orang lain terhadap segala hal yang kamu lakukan.


Referensi:
Mind Body Green. Diakses pada 2020. Are They A Narcissist Or Just Self-Confident? Here's The Difference.
Psychology Today. Diakses pada 2020. The Difference Between Narcissism and Confidence.