Begini Aturan Aman Diet Saat Puasa

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Begini Aturan Aman Diet Saat Puasa

Halodoc, Jakarta – Tak sedikit orang yang memanfaatkan puasa sebagai sarana diet. Tidak ada salahnya juga untuk menjalankan diet saat berpuasa, asalkan kamu mengikuti aturannya dengan benar. Sebab, tak sedikit pula yang malah mengalami lonjakan berat badan di bulan puasa.

Menahan makan dan minum selama belasan jam bukan berarti berat badanmu otomatis akan turun. Ini karena, sebagian orang malah kalap menyantap makanan saat berbuka puasa. Ditambah lagi jika makanan yang disantap mengandung lemak dan tinggi kalori.

Selain itu, mengonsumsi makanan yang terlalu sedikit atau tidak mengandung gula dan garam sama sekali juga akan berakibat fatal untuk tubuh kamu. Tubuh tetap memerlukan gula dan kebutuhan kalori harian yang harus dicukupi, sehingga badan tetap punya energi. Nah, agar diet yang kamu lakukan tetap aman, berikut beberapa aturan diet yang perlu kamu ketahui:

Baca Juga: Menjalani Diet Mayo Saat Puasa, Amankah?

1. Kurangi Makanan "Putih"

Diet saat puasa bukan berarti kamu benar-benar harus menghindari makanan putih, seperti roti putih, nasi putih, gula putih dan lain-lain. Kamu tetap boleh mengonsumsinya, asalkan porsinya tetap seimbang dan tidak berlebihan. Kalau kamu tetap tidak ingin memakannya, kamu bisa mengganti makanan putih tersebut dengan roti dari biji-bijian atau beras merah organik.

2. Hindari Makanan Olahan

Makanan olahan mungkin terasa praktis dan enak. Namun, kandungan makanan olahan biasanya berisi hal-hal yang tidak sehat, seperti sirup jagung fruktosa yang tinggi, MSG untuk meningkatkan rasa, tinggi natrium. Kandungan tersebut tentunya sangat tidak sehat untuk kamu yang sedang menjalankan diet. Jadi, sebaiknya kurangi atau bahkan hindari produk makanan olahan dan junk food. Hindari pula makanan yang digoreng atau makanan yang tinggi lemak trans dan lemak jenuh. Akan lebih baik jika kamu mengolah sendiri makanan yang akan dikonsumsi untuk berbuka dan sahur untuk menjamin nutrisinya.

3. Hindari Makan Camilan

Camilan, seperti keripik, permen, dan jenis snack lainnya pada dasarnya tidak mengandung nutrisi sama sekali. Makanan ini malah akan membuat lonjakan berat badan karena mengandung tinggi kalori, tinggi gula, serta MSG. Sebagai gantinya, belilah buah sebagai pengganti cemilan. Buah sangat baik untuk orang diet karena terjamin kandungan nutrisinya.

Baca Juga: Puasa Sambil Diet, Bisa tetap Sehat dengan Menu Ini

4. Makan Secara Perlahan

Inilah penyebab utama gagalnya diet di bulan puasa. Sebagian besar orang, kalap saat menyantap hidangan buka puasa. Saat seseorang banyak makan, mereka juga memiliki tendensi untuk mengunyah dengan cepat. Hal inilah yang menyebabkan seseorang mudah kekenyangan saat berbuka puasa. Makan banyak sekaligus juga dapat menyebabkan sakit perut dan kembung.

Saat berbuka, mulailah dengan memakan kurma kemudian minum air putih. Setelah itu, kalau kamu sedang menjalankan diet, kamu bisa mengonsumsi semangkuk kecil salad sayuran atau buah. Beri jeda sekitar satu jam sebelum menyantap hidangan utama. Jangan lupa untuk mengunyah makanan secara perlahan agar kamu bisa merasakan kenyang lebih cepat.

5. Kurangi Makanan Tinggi Gula

Makanan dan minuman manis mungkin terasa cocok sebagai menu berbuka puasa. Pada faktanya, minum manis justru akan membuat perut menjadi kembung yang menjadi tanda terhambatnya proses pencernaan. Makanan tinggi gula juga membuat gula darah melonjak drastis. Sebagai gantinya, kamu bisa mengonsumsi kurma sebagai makanan untuk pembatal puasa. Kurma merupakan sumber gula yang baik yang tinggi serat, magnesium, dan potasium. Kandungan tersebut berguna untuk memperlancarkan pergerakan sistem pencernaan.

Baca Juga: Sedang Diet Karbo? Ini Makanan yang Bisa Menjadi Pilihan

Jadi, itulah beberapa tips diet yang bisa kamu terapkan di bulan puasa ini. Kalau kamu mengalami gangguan kesehatan di bulan puasa, bicara saja dengan dokter Halodoc. Gunakan fitur Talk to A Doctor yang ada di aplikasi Halodoc untuk menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call. Yuk, segera download aplikasi Halodoc di App Store atau Google Play!