• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Melakukan Diet Divertikulitis

Begini Cara Melakukan Diet Divertikulitis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Begini Cara Melakukan Diet Divertikulitis

Halodoc, Jakarta – Seiring bertambahnya usia, seseorang bisa mengembangkan kantong kecil yang menggembung di lapisan usus besar yang disebut divertikula. Munculnya kantong kecil tersebut dikenal sebagai divertikulosis.

Ketika satu atau lebih divertikula meradang atau terinfeksi, hal itu menyebabkan kondisi yang kadang terasa sangat menyakitkan yang disebut divertikulitis. Selain mengalami sakit perut, pengidap divertikulitis bisa mengalami mual, muntah, kembung, demam, sembelit, atau diare. 

Banyak ahli percaya bahwa pola makan rendah serat bisa menyebabkan penyakit tersebut. Selain mengonsumsi obat-obatan, pengidap divertikulitis juga perlu melakukan perubahan pola makan guna mengatasi kondisi tersebut. Diet divertikulitis menjadi cara yang direkomendasikan oleh dokter sebagai bagian dari rencana pengobatan divertikulitis akut jangka panjang.

Baca juga: 5 Gejala Divertikulitis yang Tidak Boleh Diabaikan

Mengenal Metode Diet Divertikulitis

Diet divertikulitis bertujuan untuk memberi kesempatan pada sistem pencernaan untuk beristirahat. Kamu juga dianjurkan untuk mengonsumsi makanan dalam jumlah kecil sampai perdarahan dan diare mereda.

Diet divertikulitis dimulai dengan hanya mengonsumsi cairan bening selama beberapa hari. Contoh cairan yang diperbolehkan pada diet cairan bening, antara lain:

  • Kaldu.
  • Jus buah tanpa ampas, seperti jus apel.
  • Es batu.
  • Es loli tanpa potongan buah.
  • Agar-agar
  • Air.
  • Teh atau kopi tanpa krim.

Saat kamu mulai membaik, dokter akan merekomendasikan agar kamu perlahan-lahan mengonsumsi makanan rendah serat. Contoh makanan rendah serat yang bisa dikonsumsi dalam diet divertikulitis, antara lain:

  • Buah kalengan atau buah matang tanpa kulit atau biji.
  • Sayur kalengan atau sayuran yang dimasak, seperti kacang hijau, wortel, dan kentang (tanpa kulit).
  • Telur, ikan, dan unggas.
  • Roti putih olahan.
  • Jus buah dan sayur tanpa ampas.
  • Sereal berserat rendah.
  • Susu, yoghurt, dan keju.
  • Nasi, pasta, dan mie.

Baca juga: Mengenal Diet Rendah Serat dan Siapa Saja yang Diharuskan Menjalaninya

Serat bermanfaat untuk melembutkan dan menambah kepadatan pada tinja, sehingga tinja dapat lebih mudah melewati usus besar. Nutrisi ini juga bermanfaat untuk mengurangi tekanan di saluran pencernaan. Banyak penelitian yang menunjukkan bahwa mengonsumsi makanan kaya serat bisa membantu mengontrol gejala divertikular.

Wanita di bawah 51 tahun harus mengonsumsi 25 gram serat setiap hari, sedangkan pria yang berusia di bawah 51 tahun perlu mengonsumsi 38 gram serat setiap hari. Wanita berusia 51 tahun atau lebih harus mendapatkan 21 gram setiap hari, sedangkan pria berusia 51 tahun ke atas harus mengonsumsi 30 gram setiap hari.

Berikut ini makanan kaya serat yang bisa ditambahkan dalam menu makanan sehari-hari:

  • Roti, pasta, dan sereal dari gandum utuh.
  • Kacang (kacang merah dan kacang hitam, misalnya).
  • Buah segar (apel dan pir).
  • Sayuran (labu, kentang, kacang polong, dan bayam.

Bila kamu kesulitan menyusun diet sendiri, bicarakan dengan dokter atau ahli diet. Kamu juga bisa menghubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk membantu kamu menyusun menu makan dalam diet divertikulitis yang sedang kamu jalani.

Baca juga: Cegah Divertikulitis dengan Konsumsi Kembang Kol

Manfaat dan Risiko Diet Divertikulitis

Kamu biasanya akan membaik dalam dua atau tiga hari setelah memulai diet divertikulitis dan mengonsumsi antibiotik. Bila kamu belum membaik juga dalam waktu tersebut, segera hubungi dokter. Kamu juga dianjurkan untuk menghubungi dokter bila:

  • Mengalami demam.
  • Sakit perut semakin parah.
  • Tidak bisa mencerna cairan bening dengan baik.

Diet divertikulitis pada dasarnya aman dan hanya memiliki sedikit risiko. Namun, menjalani diet cairan bening selama lebih dari beberapa hari mungkin bisa menyebabkan tubuh terasa lemah dan komplikasi lainnya akibat kurangnya nutrisi yang dikonsumsi. Oleh karena itu, dokter akan menganjurkan kamu beralih kembali ke pola makan normal yang mencakup makanan berserat segera setelah kamu bisa menoleransinya.

Begitulah cara melakukan diet divertikulitis yang perlu kamu tahu. Jangan lupa download aplikasi Halodoc yang bisa memudahkan kamu untuk mendapatkan solusi kesehatan kapan saja kamu butuhkan.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Diverticulitis diet.
WebMD. Diakses pada 2020. Diverticulitis diet.