• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Memilih Obat Batuk untuk Ibu Menyusui

Begini Cara Memilih Obat Batuk untuk Ibu Menyusui

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
undefined

Halodoc, Jakarta - Selama hamil dan menyusui, ibu tidak boleh sembarang minum obat. Ketika ibu minum obat, dikhawatirkan dapat memengaruhi ASI. Maka dari itu, ibu harus pintar-pintar untuk memilih obat demi menghindari kandungan yang berbahaya di dalam obat. Salah satu penyakit yang rentan terjadi adalah batuk, pastikan memilih obat batuk yang aman untuk ibu menyusui agar tidak memberikan efek ke anak nantinya. 

Sebenarnya, selama masa menyusui, ibu masih bisa mengonsumsi beberapa jenis obat. Hanya saja, karena kandungan obat tersebut bisa mengalir ke dalam ASI dalam jumlah kecil dan dapat masuk ke dalam tubuh bayi. Penting untuk bertanya pada dokter dahulu mengenai jenis obat yang aman untuk dikonsumsi. 

Baca juga: Batuk Saat Menyusui? Atasi dengan 6 Obat Alami Ini

Jenis Obat Batuk yang Disarankan untuk Ibu Menyusui

Guaifenesin adalah obat yang berfungsi sebagai ekspektoran (pengencer dahak) guna mengatasi batuk berdahak. Namun, obat ini tidak disarankan dikonsumsi ibu menyusui karena belum ada penelitian mengenai keamanannya sejauh ini. 

Sementara, untuk obat batuk kering yang mengandung dekstrometorfan, sejauh ini belum terdapat penelitian yang memastikan efek samping berat pada bayi yang masih menyusui ASI ibunya. Dokter bisa menyarankan agar penggunaan obat ini pada ibu menyusui hanya bisa diberikan pada ibu yang bayinya sudah berusia di atas 2 bulan.

Selain itu, jenis obat yang memberikan efek kantuk karena mengandung antihistamin juga harus dihindari oleh ibu menyusui. Hal ini juga berlaku untuk obat jenis dekongestan (pelega sumbatan hidung) yang sering terkandung dalam obat-obat flu. Kombinasi kedua jenis obat ini banyak ditemukan pada obat batuk dan alergi yang dikhawatirkan dapat mengurangi produksi ASI. Meskipun sebetulnya masih diperlukan penelitian lebih lanjut. 

Tidak hanya itu, obat batuk yang mengandung potassium iodide sebagai ekspektoran juga perlu diperhatikan. Obat ini dapat diserap ke dalam ASI, dan konsumsi berulang bisa meningkatkan risiko penghambatan fungsi tiroid pada bayi. Efeknya bisa lebih berbahaya pada bayi baru lahir atau berusia kurang dari sebulan.

Untuk mendapatkan saran obat batuk untuk ibu menyusui, kamu bisa chat dokter di Halodoc. Melalui aplikasi ini, kamu hanya perlu menjelaskan kondisi kesehatan yang kamu alami, dan dokter memberikan solusi sekaligus saran obat yang bisa dikonsumsi.

Baca juga: Bolehkah Ibu Menyusui Melakukan Diet?

Cara Aman Mengatasi Batuk dan Masalah Tenggorokan

Melansir Kelly Mom, terdapat hal yang disarankan untuk dilakukan untuk mengatasi batuk dan masalah tenggorokan, yaitu:

  • Minumlah limun panas bersama madu, atau buat campuran jus lemon satu bagian dan dua bagian madu. Konsumsilah minuman ini sepanjang hari.

  • Batuk basah, yang menghasilkan lendir atau dahak, dapat membaik dengan uap. Mandi air hangat atau berada di kamar mandi yang terisi dengan uap bisa jadi pilihan. Tetap dalam uap ini selama beberapa menit sampai gejala mereda. Minumlah segelas air sesudahnya untuk mendinginkan dan mencegah dehidrasi.

  • Berkumur dengan air garam. Caranya campurkan satu sendok makan garam dalam delapan ons air hangat. Berkumurlah seluruh campuran ini dan jangan menelannya. Lakukan beberapa kali sehari;

  • Berkumur dengan cuka apel sebanyak 1 hingga 6 sendok teh yang dicampur dengan segelas air. Berkumurlah satu mulut penuh, dan kemudian keluarkan. Ulangi sebanyak dua kali dan lakukan ini setiap jam, atau sesuai kebutuhan.

Itulah cara yang bisa dilakukan untuk memilih obat batuk ketika sedang menyusui. Terpenting, selalu jaga kesehatan tubuh dengan pola hidup sehat dan istirahat cukup agar terhindar dari berbagai penyakit.

Referensi:
Kelly Mom. Diakses pada 2020. Cold and Allergy Remedies Compatible with Breastfeeding.
NHS UK. Diakses pada 2020. Breastfeeding and Medicines.