• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Mendiagnosis Giardiasis pada Anak

Begini Cara Mendiagnosis Giardiasis pada Anak

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Begini Cara Mendiagnosis Giardiasis pada Anak

Halodoc, Jakarta - Giardiasis merupakan istilah yang dipakai saat usus halus terinfeksi oleh parasit Giardia duodenalis. Infeksi parasit ini termasuk dalam salah satu gangguan sistem pencernaan yang sering terjadi, yaitu sekitar 20–40 persen setiap tahunnya. Lantas, apakah penyakit ini rentan dialami oleh anak? Bagaimana cara mendiagnosis giardiasis pada anak?

Baca juga: Adakah Cara Efektif untuk Mencegah Giardiasis?

Giardiasis pada Anak dapat Didiagnosis dengan Langkah Berikut

Giardiasis pada anak lebih rentan dialami ketimbang orang dewasa. Hal tersebut dikarenakan, anak-anak sering terpapar oleh feses, apalagi bagi anak yang masih memakai popok, tengah menjalani toilet training, atau anak yang sering dititipkan di daycare. Risiko yang sama juga dialami oleh orang dewasa yang tinggal atau bekerja di lingkungan dengan anak-anak, serta orang dewasa yang tidak menjaga kebersihan tangannya setelah mengganti popok anak.

Jika parasit giardiasis menginfeksi anak, beberapa dari pengidap tidak menunjukkan gejala, karena mereka dapat mengeluarkan parasit dari tubuhnya bersamaan dengan feses. Nah, di feses yang mengandung parasit tersebut yang akan menginfeksi orang lain saat mereka tidak menjaga kebersihan diri dan tangannya dengan baik. Bagi pengidap yang menampakkan gejala, tanda yang muncul dapat berupa:

  • Sangat rewel karena merasa merasa tidak enak badan.
  • Mengalami diare dengan feses yang cair dan sangat berbau.
  • Mengalami kram perut.
  • Mengalami perut kembung.
  • Mengalami sakit perut.
  • Mengalami mual-mual.
  • Mengalami penurunan bobot tubuh.

Baca juga: Giardiasis pada Anak Bisa Sebabkan Intoleransi Laktosa

Saat dicurigai adanya giardiasis pada anak, segera temui dokter di rumah sakit terdekat, ya! Proses diagnosis akan dimulai dengan menanyakan sejumlah gejala yang telah dialami, riwayat penyakit yang dialami, kebiasaan sehari-hari, serta pola makan dan minum. Jika dinilai kurang, dokter akan melakukan sejumlah pemeriksaan tambahan, seperti:

1.Pemeriksaan Fisik

Pemeriksaan fisik pada pengidap akan dikhususkan pada bagian perut, di mana parasit berada dan menyebabkan munculnya sejumlah gejala yang telah disebutkan.

2.Pemeriksaan Penunjang

Untuk memastikan diagnosis giardiasis, pemeriksaan penunjang dilakukan, seperti pemeriksaan antigen parasit pada sampel feses pengidap. Pemeriksaan ini akan dilakukan dengan mengambil sampel feses guna mengetahui ada atau tidaknya protein parasit. Jika ada, sudah dapat dipastikan jika pengidap mengalami giardiasis. Namun, jika fasilitas kesehatan yang ibu kunjungi tidak memiliki reagen untuk pemeriksaan tersebut, dokter akan melakukan pemeriksaan lain, seperti:

  • Pemeriksaan Sampel Feses

Pemeriksaan ini berguna untuk mendeteksi adanya kista atau tropozoit dari parasit Giardia lamblia atau parasit lain yang menyebabkan diare.

  • Pemeriksaan Sampel Cairan

Selain sampel feses, dokter akan mengambil sampel cairan dari usus dua belas jari, yang kemudian akan diperiksa di bawah mikroskop. Tujuannya sama dengan pemeriksaan sampel feses.

  • Pemeriksaan Biopsi

Berbeda dengan pemeriksaan sampel cairan, pemeriksaan biopsi merupakan proses diagnosis giardiasis yang dilakukan dengan mengambil jaringan dalam usus halus. Tujuannya masih sama dengan pemeriksaan sampel feses. Pemeriksaan ini akan menimbulkan rasa tidak nyaman, sehingga anak mungkin saja akan menangis dan rewel setelah prosedur dilakukan.

Baca juga: 3 Penyebab Terjadinya Giardiasis pada Anak

Berbahayakah Jika Gejala yang Muncul Dibiarkan Begitu Saja?

Gejala yang muncul dan tidak ditangani dengan baik akan berisiko memicu timbulnya komplikasi. Berikut ini beberapa komplikasi yang bisa saja terjadi:

  • Dehidrasi. Jika hal ini terjadi, fungsi normal tubuh akan terganggu karena kurangnya asupan cairan dalam tubuh.
  • Intoleransi laktosa. Jika hal ini terjadi, tubuh akan mengalami kegagalan dalam mencerna gula dalam susu.
  • Gangguan perkembangan. Hal ini terjadi karena diare kronis yang dapat memicu terganggunya asupan gizi pada anak, sehingga terjadi gangguan perkembangan.

Jadi, segera diagnosis secara pasti jika gejala giardiasis muncul pada anak, agar sejumlah komplikasi tersebut dapat dicegah dengan baik. Terlebih jika anak sering dititipkan di daycare, dengan sumber air bersih yang sulit.

Referensi:
Kids Health. Diakses pada 2020. Infections: Giardiasis.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Giardia Infection (Giardiasis).
Healthline. Diakses pada 2020. Giardiasis.