• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Mengatasi Bayi yang Susah Menelan

Begini Cara Mengatasi Bayi yang Susah Menelan

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Bagi orangtua yang memiliki bayi yang baru saja memasuki masa pengenalan makanan alias MPASI, mengajari anak makan tidak pernah menjadi perkara yang mudah. Ibu harus memiliki kesabaran ekstra menghadapi berbagai respons anak ketika makan, mulai dari melepeh makanan, menyembur, menutup mulut rapat-rapat hingga sulit menelan.

Setiap harinya, bayi memang menghabiskan waktunya untuk bermain, tidur, dan menyusu pada ibu. Seiring waktu bertambah usianya, ada hal baru yang ia pelajari. Belajar tengkurap, telentang, memasukkan tangan dan benda apa saja ke mulut, duduk, hingga belajar makan. 

Memang benar, tidak sedikit ibu yang khawatir ketika mendapati Si Kecil kesulitan menelan. Pasalnya, ini akan memengaruhi asupan nutrisi yang masuk ke dalam tubuhnya, pertumbuhan dan perkembangannya, juga berat badannya. Tanpa adanya penanganan, malnutrisi akan meningkatkan risiko anak mengalami stunting.

Baca juga: Awas, Ini Bahaya Gangguan Menelan pada Anak

Berbagai Penyebab Bayi Kesulitan Menelan

Sebenarnya, bagaimana cara mengenali gejala bayi susah menelan? Mudah saja, perhatikan kebiasan sang buah hati saat makan. Apakah ia cenderung lama mengunyah lalu mengeluarkan kembali makanan yang masuk ke mulutnya? Jika iya, berarti bayi mengalami kesulitan menelan.

Ternyata, ada beberapa faktor yang bisa menjadi penyebab bayi mengalami susah menelan, di antaranya: 

  • Fungsi dan kinerja lidah yang tidak optimal. Aktivitas makan, termasuk menelan tidak lepas dari peran lidah. Organ penting ini bertugas untuk membantu mendorong makanan yang masuk ke mulut menuju ke kerongkongan. Tidak hanya membuat bayi susah menelan, fungsi dan kerja lidah yang tidak optimal juga bisa membuat bayi selalu ingin muntah saat makan. 
  • Fungsi motorik dan saraf otak belum maksimal. Ketika menelan, dibutuhkan kerja sama antara otak dan fungsi motorik tubuh, termasuk lidah maupun rongga mulut. Kondisi bayi yang terkadang sulit menelan bisa diartikan bahwa fungsi ini belum sempurna.
  • Sariawan. Masalah mulut ini memang bisa menghilangkan nafsu makan. Tidak hanya pada dewasa, begitu pula bayi dan balita.
  • Mengidap penyakit amandel. Bila terjadi pada bayi, amandel memang bisa membuat bayi menjadi tidak nafsu makan, seperti halnya sariawan.

Baca juga: Sakit Tenggorokan pada Bayi, Apa Penyebabnya?

Mengatasi Bayi Susah Menelan

Ketika ibu mendapati sang buah hati kesulitan menelan makanan yang masuk ke mulutnya, jangan panik dulu. Cara berikut ini mungkin bisa membantu Si Kecil menelan lebih mudah. 

  • Perhatikan tekstur makanannya. Sesuaikan tekstur makanannya sesuai usia. Makanan bayi usia 6 bulan biasanya berbentuk lumat dan sedikit kental. Menuju usia 8 atau 9 bulan, naikkan teksturnya menjadi lebih kasar, hingga akhirnya ia bisa makan, seperti ayah dan ibunya.
  • Suapi perlahan-lahan. Jangan terburu-buru ketika menyuapi makan, karena bayi tetap butuh proses untuk mempelajari cara mengunyah dan menelan makanan. Batasi waktu makan maksimal 30 menit, perhatikan pula sinyal lapar, kenyang, dan mengantuk pada anak. Jangan sampai makan menjadi aktivitas traumatik untuk anak.
  • Ganti cangkir atau botol yang digunakan untuk minum. Biasanya, merek botol susu atau gelas minum bayi juga berpengaruh pada kemampuannya menelan minuman.

Baca juga: 9 Penyebab Disfagia yang Perlu Diketahui

Jika sang buah hati juga mengalami GERD bersamaan dengan disfagia atau kesulitan menelan, segera lakukan pengobatan di rumah sakit terdekat atau tanyakan langsung pada dokter bagaimana penanganan yang tepat. Gunakan saja aplikasi Halodoc untuk tanya jawab dengan dokter dan buat janji berobat di rumah sakit

Penanganan untuk anak yang mengalami GERD termasuk memberikan cairan dengan tekstur yang lebih kental, tetap menjaga anak dalam posisi tegak setidaknya satu jam setelah makan, konsumsi obat untuk membantu meredakan asam lambung dan membantu makanan bergerak menuju saluran pencernaan lebih cepat, hingga operasi. 



Referensi:
Boston Children’s Hospital. Diakses pada 2020. Dysphagia.
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2020. Dysphagia in Children.