• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Mengatasi Cedera Tulang Kering

Begini Cara Mengatasi Cedera Tulang Kering

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Cedera tulang kering atau bidai tulang kering adalah salah satu keluhan yang terbilang umum di kalangan atlet. Biasanya kondisi ini sering dialami pelari jarak jauh, bola, basket, sepak bola, dan olahraga lainnya. Kamu akan mengalami rasa nyeri pada tulang kering atau tulang tibia yang merupakan tungkai bawah bagian depan. 

Meski umumnya dialami para atlet, cedera ini bisa menyerang kelompok lainnya, terutama mereka yang berolahraga terlalu keras. Olahraga yang terlalu keras ini bisa mengakibatkan tulang kering dan jaringan ikat mengalami tekanan berulang-ulang. Alhasil, jaringan tungkai bawah menjadi rusak. 

Pertanyaannya, bagaimana cara mengatasi cedera tulang kering? 

Baca juga: Alami Cedera, Ini Cara Tingkatkan Fungsi Tulang Kering

Cara Mengatasi Cedera Tulang Kering

Mau tahu bagaimana cara mengatasi cedera tulang kering? Nah, cedera yang satu ini bisa diatasi dengan pengobatan di rumah. Umumnya cedera tulang kering bisa pulih dalam waktu beberapa minggu. Pengobatannya berbilang sederhana, biasanya dokter akan menyarankan untuk beristirahat dari aktivitas berat atau olahraga.

Apalagi aktivitas yang melibatkan penekanan pada tulang kering (setidaknya selama dua minggu). Nah, dengan istirahat diharapkan rasa nyeri yang menyerang itu berangsur-angsur akan menghilang. 

Selain beristirahat, cara mengatasi cedera tulang kering juga bisa dengan mengompres bagian yang terasa nyeri. Nah, lebih baik lagi bila kamu menggunakan kantong es selama 10-15 menit (4-8 kali sehari). Tindakan ini diharapkan dapat membantu untuk meredakan rasa nyeri dan bengkak pada bagian tulang kering. 

Ada beberapa hal yang perlu diwaspadai mereka yang mengalami cedera tulang kering. Cobalah untuk menghindari HARM (heat, alcohol, rungging, and massage) selama beberapa hari pertama setelah cedera. Pasalnya, hal-hal tersebut merupakan faktor yang bisa meningkatkan suplai darah ke daerah cedera. Nah, hal ini yang bisa menyebabkan lebih banyak peradangan. 

Terakhir, cara mengatasi cedera tulang kering juga bisa dengan konsumsi obat-obatan pereda rasa sakit yang dijual bebas. Misalnya, paracetamol atau obat antiinflamasi non-steroid seperti voltaren atau nurofen. Namun, untuk lebih aman dan efektif, sebaiknya mintalah saran dokter untuk memilih obat-obatan yang akan kamu konsumsi. 

Nah, ketika rasa nyeri sudah mulai mereda, barulah kegiatan fisik atau olahraga bisa kamu mulai kembali. Namun, lakukan kegiatan itu secara bertahap. Singkat kata, jangan langsung melakukan kegiatan fisik dalam waktu yang lama dan berat. 

Baca juga: Gerakan dan Alat Olahraga yang Memicu Cedera

Hal yang perlu diingat, segeralah temui dokter bila cedera tak kunjung membaik atau jika rasa nyeri kembali kambuh. Tujuannya untuk mendapatkan penanganan yang tepat agar terhindar dari masalah tulang yang lebih serius. 

Nah, kamu bisa kok bertanya langsung pada dokter melalui aplikasi Halodoc. Tidak perlu keluar rumah, kamu bisa menghubungi dokter ahli kapan saja dan di mana saja. Praktis, kan? 

Mulai dari Rasa Nyeri sampai Bengkak

Cedera yang kerap diderita pecinta olahraga ini terjadi di bawah tungkai bagian depan. Gejalanya bisa muncul pada saat atau setelah usai berolahraga. Nah, berikut gejala-gejala yang mesti diketahui: 

  • Timbul rasa nyeri pada kedua tulang kering.
  • Timbul rasa nyeri dalam tulang kering. Mulanya nyeri ini dapat hilang setelah berhenti berolahraga, tapi akan timbul lagi hingga mengakibatkan patah tulang karena tekanan pada tungkai. 
  • Nyeri akan bertambah parah ketika menaiki tangga.
  • Beberapa orang bisa mengalami pembengkakan ringan di sekitar tibia. 
  • Tungkai bagian bawah sedikit bengkak.

Baca juga: 9 Cedera Olahraga yang Sering Terjadi

Bagi kamu atau terdapat anggota keluarga yang mengalami keluhan kesehatan, kamu bisa memeriksakan diri ke rumah sakit pilihan. Sebelumnya, buat janji dengan dokter di aplikasi Halodoc sehingga tidak perlu mengantre sesampainya di rumah sakit.



Referensi:
National Health Service - UK. Diakses pada 2020. Shin Splints.
Mayo Clinic.Diakses pada 2020. Diseases and Conditions. Shin Splints. Patient. Diakses pada 2020. Shin Splints.