• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Merawat Lansia yang Mengidap Batu Empedu

Begini Cara Merawat Lansia yang Mengidap Batu Empedu

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Begini Cara Merawat Lansia yang Mengidap Batu Empedu

“Penyakit batu empedu rentan terjadi pada lansia seiring bertambah usia. Perlu diketahui, batu empedu berkembang secara diam-diam, tanpa gejala, sehingga sering tidak disadari. Perawatan batu empedu bisa dilakukan dengan cara terapi non-bedah, hingga operasi pengangkatan kandung empedu.”

Halodoc, Jakarta – Penyakit yang mempengaruhi kandung empedu dan saluran empedu sering terjadi pada orang lanjut usia (lansia), begitu juga dengan batu empedu. Batu empedu asimtomatik adalah ciri umum dari penuaan dan berkembang secara diam-diam.

Sebagian besar penyakit batu empedu bersifat asimtomatik atau tidak bergejala dan sering ditemukan secara tidak sengaja melalui tes pencitraan. Batu empedu bisa menyebabkan komplikasi serius yang mengakibatkan rasa sakit parah, peradangan dan infeksi sistemik serta kematian. Untuk itu penting untuk bisa merawat batu empedu pada lansia. 

Baca juga: 5 Fakta Tentang Penyakit Batu Empedu

Merawat Lansia yang Mengidap Batu Empedu

Pengobatan batu empedu perlu dilakukan meski dengan atau tanpa gejala. Dari berbagai perawatan konvensional yang ada, operasi pengangkatan kantong empedu adalah yang paling banyak digunakan. Beberapa pengobatan alternatif juga terbukti efektif dalam mengurangi gejala batu empedu.

Ketika memutuskan tindakan apa yang harus diambil untuk penyakit batu empedu yang bergejala, dokter biasanya memilih di antara tiga pilihan utama, yaitu menunggu dengan waspada, terapi non-bedah, dan operasi pengangkatan kantong empedu. 

  1. Observasi

Meskipun episode batu empedu bisa sangat menyakitkan atau menakutkan, hampir sepertiga hingga setengah pengidap tidak mengalami kekambuhan tanpa penanganan. Dalam beberapa kasus, batu empedu larut atau terlepas. Karena batu empedu bisa sembuh dengan sendirinya tanpa intervensi, banyak dokter mengambil pendekatan menunggu dan melihat setelah episode awal.

Bahkan, ketika pengidap mengalami episode batu empedu berulang, dokter mungkin saja akan menunda pengobatan atau operasi karena masalah kesehatan lainnya. Jika operasi tertunda, pengidap harus tetap dalam pengawasan dokter dan segera beritahu gejala batu empedu yang berulang. 

Baca juga: Batu Empedu Tingkatkan Risiko Sakit Kuning

  1. Terapi Non-bedah untuk Batu Empedu

Jika lansia yang mengidap batu empedu tidak dapat atau tidak mau menjalani operasi, dokter mungkin merekomendasikan salah satu dari beberapa teknik non-invasif. Meskipun metode ini dapat menghancurkan batu empedu, tapi  tidak dapat mencegah pembentukan batu empedu lainnya, dan kekambuhan sering terjadi. 

Beberapa batu empedu dapat dilarutkan melalui penggunaan garam empedu. Namun, prosedur ini hanya bisa digunakan pada batu yang terbentuk dari kolesterol dan bukan dari pigmen empedu. Dengan obat actigall, batu empedu mungkin membutuhkan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun untuk hilang. 

Teknik non-bedah lainnya, terapi gelombang kejut, menggunakan gelombang suara frekuensi tinggi untuk memecah batu. Garam empedu diberikan sesudahnya untuk melarutkan potongan-potongan kecil. Namun, terapi ini jarang digunakan. 

Baca juga: Ketahui Perbedaan Sakit Maag dan Penyakit Batu Empedu

  1. Operasi untuk Mengangkat Kandung Empedu

Ketika batu empedu terus-menerus mengganggu, dokter biasanya merekomendasikan untuk mengeluarkan organ kandung empedu. Operasi ini dianggap salah satu yang paling aman dari semua prosedur bedah. 

Ketika kandung empedu diangkat, empedu mengalir langsung dari hati ke usus kecil, dan ini terkadang menyebabkan diare. Karena empedu tidak lagi menumpuk di kantong empedu, jumlah cairan pencernaan tidak dapat disimpan dan digunakan untuk memecah makanan yang sangat berlemak. Namun, kondisi ini dapat diatasi  dengan membatasi lemak dalam makanan. 

Itulah yang perlu diketahui mengenai perawatan penyakit batu empedu pada lansia. Jika kamu memiliki keluarga lansia yang mengidap batu empedu dan tidak tahu bagaimana perawatannya, sebaiknya buat jadwal kunjungan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga!


Referensi:

WebMD. Diakses pada 2021. Understanding Gallstones — Diagnosis and Treatment

US Pharmacist. Diakses pada 2021. Gallstones: Aging and Medications Increase Risk

GM Journal. Diakses pada 2021. Management of gallstones in elderly patients.