• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Merawat Lansia yang Mengidap Parkinson

Begini Cara Merawat Lansia yang Mengidap Parkinson

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Begini Cara Merawat Lansia yang Mengidap Parkinson

“Parkinson adalah salah satu penyakit yang rentan terjadi pada lansia. Penyakit ini terjadi akibat gangguan saraf pada tubuh. Nah, ada beberapa cara yang perlu dilakukan untuk merawat Parkinson pada lansia, seperti pemberian makanan yang sehat dan vitamin.”

Halodoc, Jakarta – Parkinson adalah salah satu gangguan yang rentan terjadi pada lansia. Penyakit saraf ini dapat bersifat progresif, artinya semakin lama penyakit ini terjadi, semakin parah pula masalah yang ditimbulkan. Jika orangtua kamu ada yang mengalami gangguan ini, penting untuk mengetahui cara perawatan yang tepat. Ketahui beberapa caranya di sini!

Cara Merawat Penyakit Parkinson pada Lansia

Penyakit Parkinson adalah gangguan yang awalnya terjadi di otak akibat sel saraf tertentu mengalami kerusakan atau mati. Saat terjadi, kadar dopamin yang merupakan zat kimia pada otak mulai menurun. Saat kadar dopamin berkurang, hal ini menyebabkan otak bekerja dengan cara yang tidak biasa dan menyebabkan gangguan gerakan pada tubuh.

Baca juga: 7 Fakta tentang Penyakit Parkinson

Saat terjadi pada lansia, tidak sedikit orang yang bingung tentang apa yang harus dilakukan pada orangtuanya yang mengidap masalah ini, terutama untuk perawatan. Hal paling utama yang perlu dipenuhi untuk merawat penyakit ini dengan memeriksakan orangtua ke dokter secara rutin untuk terapi agar proses pemulihan tubuh lebih baik dan tepat sasaran.

Namun, bukan hanya itu saja. Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan sebagai cara perawatan Parkinson pada lansia. Perawatan rumahan penting untuk diperhatikan sebagai rutinitas untuk membantu pemulihan yang disertai dengan terapi dan pengobatan.

Nah, berikut ini beberapa perawatan harian yang perlu dilakukan:

1. Rajin Memberikan Vitamin

Salah satu cara perawatan untuk lansia yang mengidap Parkinson adalah dengan rutin memberikannya vitamin, terutama vitamin B12. Jenis vitamin ini terbukti baik untuk kesehatan saraf dan mengembalikannya menjadi normal agar Parkinson teratasi. Selain itu, vitamin juga dapat mengatasi berbagai gejala dari penyakit saraf ini, termasuk juga tremor.

Baca juga: Benarkah Penyakit Parkinson Tidak Dapat Disembuhkan?

2. Berolahraga

Berolahraga secara rutin dapat meningkatkan kekuatan, fleksibilitas, dan keseimbangan otot. Untuk membuat Parkinson lebih baik, penentuan program latihan yang cocok harus dilakukan dengan ahli terapi fisik. Pada lansia, kamu dapat mengajak orangtua kamu untuk berjalan di sekitar rumah atau sekedar melakukan peregangan setiap paginya.

Penyakit Parkinson dapat mengganggu indra keseimbangan, sehingga sulit untuk berjalan dengan normal. Dengan berolahraga, kamu dapat meningkatkan keseimbangan agar tubuh tidak mudah jatuh dan beban olahraga juga dapat ditingkatkan. Pastikan selalu membantu orangtua kamu untuk melakukan semua gerakan atau hanya sekadar mengawasinya.

3. Makanan Sehat

Kamu juga perlu memastikan orangtua untuk mendapatkan konsumsi makanan yang sehat. Meski tidak ada makanan tertentu yang dapat mengatasi Parkinson, beberapa makanan ini dinilai dapat meringankan beberapa gejalanya.

Salah satu jenis makanan yang perlu dicukupi adalah makanan kaya serat dan minum cukup cairan yang dapat mencegah sembelit yang umum terjadi pada pengidap Parkinson.

Sekarang kamu tahu beberapa perawatan yang perlu dilakukan pada lansia yang terserang Parkinson. Lakukan semua hal tersebut secara rutin setiap hari, terkecuali pemeriksaan dokter yang bisa dilakukan dalam hitungan minggu atau bulan tergantung dari tingkat keparahannya.

Baca juga: Apakah Penyakit Parkinson Termasuk Berbahaya?

Kamu juga bisa memesan pemeriksaan fisik untuk orangtua untuk memastikan penyakit Parkinson dirawat dengan benar. Cukup dengan download aplikasi Halodoc, segala kemudahan dalam akses kesehatan bisa didapatkan dengan penggunaan smartphone. Unduh aplikasinya sekarang juga!

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Parkinson’s disease.
Web MD. Diakses pada 2021. What to Know About Parkinson’s Symptoms in Adults.