• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Penanganan Anak dengan Kondisi ADHD
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Penanganan Anak dengan Kondisi ADHD

Begini Cara Penanganan Anak dengan Kondisi ADHD

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim : 29 Juni 2022

“Pengobatan ADHD dapat berupa obat-obatan atau terapi. Obat-obatan akan diberikan dokter untuk membuat pengidapnya menjadi lebih tenang dan menurunkan sikap impulsifnya sehingga ia bisa lebih fokus.”

Begini Cara Penanganan Anak dengan Kondisi ADHD

Halodoc, Jakarta –  ADHD atau Attention Deficit Hyperactivity Disorder adalah gangguan pada perkembangan otak yang menyebabkan pengidapnya menjadi hiperaktif, impulsif, dan sulit memusatkan perhatian. 

Kondisi ini sering terjadi pada anak dan ADHD menyebabkan gangguan pada pusat perhatian dan saraf otak motorik. Alhasil, ini membuat anak kesulitan untuk memusatkan perhatian dan mengendalikan perilaku. 

Lantas, bagaimana cara penanganan anak dengan kondisi ADHD? Simak selengkapnya di sini!

Berbagai Penanganan Anak dengan ADHD

Walaupun ADHD tidak bisa disembuhkan, ada beberapa tindakan yang bisa dilakukan untuk mengendalikan gejala ADHD. Tindakan ini dilakukan untuk meningkatkan rasa percaya diri, meningkatkan kemampuan belajar, dan menjaga mereka dari tingkah laku yang dapat membahayakan diri mereka sendiri. 

Biasanya, pengobatan ADHD dapat berupa obat-obatan atau terapi. Obat-obatan diberikan dokter untuk membuat anak dengan kondisi ini supaya menjadi lebih tenang dan menurunkan sikap impulsifnya sehingga mereka bisa lebih fokus. 

Sementara itu, terapi yang bisa dilakukan adalah jenis terapi perilaku kognitif, terapi psikologi, atau pelatihan interaksi sosial. Terapis akan membantu anak-anak dengan kondisi ADHD supaya bisa lebih mengatur dan mengendalikan aktivitasnya. 

Lebih khusus lagi, terapis dapat membantu pengidapnya mencapai pertumbuhan emosional, intelektual, keterampilan sosial yang kuat serta strategi pembelajaran yang efektif  untuk perencanaan masa depan yang lebih matang. 

Untuk mendapatkan diagnosa yang tepat tentang ADHD, ahli medis seperti dokter anak dan psikiater akan melakukan serangkaian pemeriksaan berupa wawancara dan observasi. Hal ini dilakukan untuk mencari penyebab anak bersikap tidak wajar, sebelum nantinya dilakukan upaya pengobatan yang tepat.

Untuk mengobati ADHD, orang tua dan keluarga dekat perlu dilibatkan langsung, terutama buat mereka yang paling sering berinteraksi dengan anak. Orang tua dan keluarga dekat akan mendapatkan pelatihan mengenai anak dengan ADHD. Pelatihan ini dapat meliputi latihan atau cara menghadapi anak dengan ADHD, cara memotivasi anak untuk memanfaatkan kelebihan mereka, atau pelatihan apapun sebagai bentuk dukungan kepada orang tua yang memiliki anak dengan ADHD. 

Gejala Anak dengan ADHD

Ada yang menganggap bahwa ADHD disebabkan karena terlalu banyak menonton TV. Padahal, ADHD bukan disebabkan karena terlalu banyak menonton TV, kemiskinan, atau masalah keluarga. Kondisi ini utamanya disebabkan karena faktor genetik dan gangguan pada otak. 

Sebenarnya anak yang bersikap aktif adalah situasi normal. Akan tetapi, anak dengan ADHD memiliki gejala yang membuatnya kesulitan mengendalikan perilaku, sehingga dapat mengganggu aktivitasnya di sekolah atau di rumah. 

Biasanya, sebagian besar kasus  ADHD dapat terdeteksi pada usia 6 hingga 12 tahun dengan gejala:

  • Mudah lupa.
  • Sulit berkonsentrasi.
  • Sulit mematuhi instruksi.
  • Terus menerus berbicara.
  • Sering memotong pembicaraan orang lain.
  • Tidak bisa diam atau selalu gelisah.
  • Sangat aktif atau selalu bergerak (hiperaktif).
  • Kurang memahami konsekuensi buruk.
  • Cenderung mudah berganti aktivitas dalam waktu singkat.

Jika ibu memiliki keluhan dengan kesehatan atau perilaku Si Kecil, segera buat janji medis dengan dokter anak lewat aplikasi Halodoc. Belum punya aplikasinya? Yuk, download Halodoc sekarang juga!

Referensi:

Neuro Health Associates. Diakses pada 2022. The 9 Best Treatments for Children and Adults with ADHD.
Understood.org. Diakses pada 2022. ADHD Treatment Options. 
WebMD. Diakses pada 2022. 5 Helpful Tips for Supporting Your Child After an ADHD Diagnosis.