Begini Cara Simpel Cegah Demam Kuning

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Begini Cara Simpel Cegah Demam Kuning

Halodoc, Jakarta – Demam kuning adalah infeksi virus yang ditularkan oleh gigitan nyamuk yang terinfeksi yang paling sering ditemukan di bagian Amerika Selatan dan Afrika. Ketika ditularkan ke manusia, virus demam kuning dapat merusak hati dan organ internal lainnya dan berpotensi fatal.

Demam kuning biasanya menyebar ke manusia dari gigitan nyamuk yang terinfeksi. Orang tidak dapat menyebarkan demam kuning di antara mereka sendiri melalui kontak biasa, meskipun infeksi dapat ditularkan langsung ke dalam darah melalui jarum yang terkontaminasi.

Beberapa spesies nyamuk yang berbeda menyebarkan virus demam kuning dan sebagian berkembang biak di daerah perkotaan, sedangkan yang lain di hutan. Nyamuk yang berkembang biak di hutan juga menularkan demam kuning ke monyet selain manusia adalah tuan rumah bagi penyakit ini.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Penyakit Kuning Disebabkan oleh Penyakit Hati

Demam kuning mendapatkan namanya dari dua gejala yang paling jelas, yaitu demam dan kulit menguning. Menguning terjadi karena penyakit ini menyebabkan kerusakan hati dan hepatitis. Bagi sebagian orang, demam kuning tidak memiliki gejala awal, sedangkan untuk yang lain, gejala pertama muncul dari tiga hingga enam hari setelah terpapar virus dari gigitan nyamuk.

Infeksi demam kuning biasanya memiliki tiga fase. Fase pertama gejala dapat berlangsung selama tiga hingga empat hari dan kemudian, bagi kebanyakan orang akan menghilang. Fase pertama umumnya tidak spesifik dan tidak dapat dibedakan dari infeksi virus lainnya.

Gejala awal demam kuning, yaitu:

  1. Demam dan menggigil

  2. Gejala mirip flu, seperti nyeri otot, sakit kepala, dan muntah

Fase berikutnya adalah remisi yang berlangsung selama 48 jam. Pengidap membaik. Mayoritas pulih. Fase infeksi yang ketiga dan lebih berbahaya dan terjadi pada 15–25 persen pengidap. Pada akhirnya, suatu kondisi yang disebut virus hemorrhagic fever dapat terjadi, dengan pendarahan internal (hemorrhaging), demam tinggi, serta kerusakan pada hati, ginjal, dan sistem peredaran darah. World Health Organization, memperkirakan bahwa hingga 50 persen orang di seluruh dunia yang mencapai fase infeksi parah ini meninggal, sedangkan setengahnya pulih.

Gejala demam kuning fase ketiga dapat meliputi:

Baca juga: Ini yang Perlu Diketahui tentang Sakit Kuning

  1. Penyakit kuning (kerusakan hati), yang menyebabkan kulit dan mata menguning

  2. Hepatitis (radang hati)

  3. Pendarahan internal (pendarahan)

  4. Muntah darah

  5. Syok

  6. Kegagalan organ multisistem yang menyebabkan kematian

Karena tidak ada obat untuk infeksi virus itu sendiri, perawatan medis demam kuning berfokus pada meredakan gejala-gejala, seperti demam, nyeri otot, dan dehidrasi. Karena risiko perdarahan internal, hindari aspirin dan obat antiinflamasi nonsteroid lainnya jika kamu menduga mengidap demam kuning. Rawat inap juga kerap diperlukan.

Karena tidak ada obat untuk demam kuning, pencegahan sangat penting. Vaksin demam kuning disarankan untuk orang dewasa dan anak-anak di atas usia 9 bulan yang bepergian ke atau tinggal di negara-negara dengan risiko demam kuning yang diketahui.

Baca juga: Inilah Penyebab Sakit Kuning pada Orang Dewasa

Departemen kesehatan atau dinas kesehatan biasanya menawarkan vaksin yang perlu diulang setiap 10 tahun bagi orang yang bepergian ke daerah berisiko tinggi. Hubungi dokter segera jika kamu mengalami demam, gejala seperti flu, ataupun tanda-tanda tidak biasa lainnya setelah mengambil vaksin. Vaksin demam kuning, dalam beberapa kasus yang jarang, telah menyebabkan reaksi alergi, reaksi sistem saraf, dan penyakit yang mengancam jiwa.

Kalau ingin mengetahui lebih banyak mengenai demam kuning dan cara pencegahannya, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter-dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor, kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.