• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Simpel Mencegah Ruam Popok Bayi
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Cara Simpel Mencegah Ruam Popok Bayi

Begini Cara Simpel Mencegah Ruam Popok Bayi

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 12 Desember 2022
Begini Cara Simpel Mencegah Ruam Popok BayiBegini Cara Simpel Mencegah Ruam Popok Bayi

“Untungnya terdapat beragam upaya yang bisa ibu lakukan untuk mencegah ruam popok pada bayi. Salah satunya adalah dengan tidak memilih popok yang ketat.”

Halodoc, Jakarta - Bagi ibu yang baru melahirkan, sudah tak asing kan dengan ruam popok? Ruam popok merupakan keluhan yang umumnya dialami banyak bayi. Ruam popok merupakan suatu peradangan pada bayi di area yang tertutup popok dan ditandai dengan bintik-bintik kemerahan.

Kondisi ini terjadi karena kulit yang terus-menerus bersentuhan langsung dengan urine dan tinja. Perlu diketahui bahwa, urine dan tinja mengandung zat yang dapat mengiritasi kulit pada bayi.

Lapisan pertahanan pada kulit bayi belum berkembang dengan baik, sehingga zat yang menyebabkan iritasi itu mudah masuk ke dalam kulit bayi. Meski kondisi ini bukan merupakan penyakit yang serius, ruam popok dapat menyebabkan bayi merasa tidak nyaman dan menjadi rewel.

Lantas, bagaimana sih cara mencegah ruam popok pada bayi? Berikut penjelasannya!

Tips Mencegah Ruam Popok

Untungnya terdapat beragam upaya yang bisa ibu lakukan untuk mencegah ruam popok pada bayi. Nah, berikut beberapa tips yang bisa ibu coba.

1. Jangan pilih yang ketat

Baju atau popok yang ketat dapat membuat lembap di area sekitar pantat bayi, serta membuat bayi merasa kepanasan. Pilihlah pakaian bayi yang tidak terlalu ketat (longgar), sehingga Si Kecil tak gampang kepanasan.

2. Rutin mengganti popok

Rutin mengganti popok merupakan hal yang harus dilakukan. Usahakan untuk mengganti popok saat sudah terlihat kotor. Usahakan untuk tidak memakaikan popok yang terlalu ketat pada bayi, agar kulit bayi bisa bernapas, dan ruam pun tidak menjadi parah. Tunggu kulit bayi sampai kering terlebih dahulu sebelum memakaikan popok. Agar kulit bayi tetap kering dan tidak lembap.

3. Perhatikan cara memilih popok

Mengenali popok yang cocok untuk dipakai pada bayi, dapat mengurangi ruam pada bayi. Jika ibu memakai popok berbahan kain untuk bayi dan mencucinya sendiri, jangan lupa untuk mengganti sabun cuci yang biasa dipakai untuk membersihkan popok. Gunakan sabun cuci yang lembut. Ibu juga bisa menambahkan setengah cangkir cuka saat membilas popok tersebut. Jika bayi tidak cocok menggunakan produk popok yang sedang dipakai saat ini, cobalah untuk mengganti popok dengan merk lain.

4. Memberikan gel untuk bayi

Ibu bisa menggunakan gel yang mengandung zinc untuk meredakan ruam pada kulit, serta mencegah iritasi lainnya. Hindari pemakaian gel steroid, kecuali dengan resep dokter. Ini karena jenis gel tersebut dapat mengiritasi kulit pantat bayi.

Selain empat hal di atas, ada pula beberapa tips mencegah ruam popok lainnya, yaitu:

  • Bersihkan dengan baik kulit yang sering tertutup popok, terutama saat mengganti popok.
  • Sesuaikan ukuran popok dengan ukuran bayi, jangan gunakan popok yang terlalu ketat.
  • Jangan selalu memakaikan popok pada bayi, kulit bayi pun butuh “bernapas”.
  • Hindari pengunaan bedak sebab bisa memicu iritasi kulit, bahkan iritasi pada paru-paru bayi.
  • Selalu cuci tangan sebelum dan sesudah mengganti popok.

Awasi Gejala dan Penyebabnya

Ruam popok umumnya terjadi pada dua tahun pertama, terutama ketika bayi berusia 9-12 bulan. Ruam ini juga dapat kambuh sewaktu-waktu, selama anak masih menggunakan popok. Berikut gejala-gejala ruam popok pada bayi:

1. Bayi yang bertambah rewel dan menangis pada saat bagian yang biasanya tertutup popok disentuh atau dibersihkan.

2. Bagian kulit yang tertutup popok tampak memerah, terutama pada bokong, paha, lipatan paha, dan sekitar alat kelamin pada bayi.

Selanjutnya, bagaimana dengan penyebabnya? Ingat, ruam popok pada bayi bisa disebabkan oleh berbagai hal. Nah, berikut beberapa hal yang mesti ibu waspadai.

  •  Popok yang terlalu ketat, karena dapat bergesekan dengan kulit bayi dan dapat menyebabkan lecet.
  •  Kulit bayi yang sensitif, jika bayi mengidap masalah kulit seperti eksim, lebih memungkinkan untuk terkena ruam popok
  • Terlalu lama memakai popok kotor. Jadi, sering-seringlah untuk mengganti popok yang sudah basah atau kotor akibat tinja.
  • Infeksi dikarenakan area tubuh yang bersentuhan dengan popok langsung akan memiliki kondisi lembap, sehingga mengakibatkan kulit tersebut rentan mengalami infeksi jamur atau bakteri.
  • Iritasi suatu produk karena ketidakcocokan penggunaan produk seperti bedak, sabun, atau tisu basah pada area popok.

Itulah cara simpel mencegah ruam popok pada bayi. Jika ibu masih memiliki pertanyaan seputar ruam popok, atau Si Kecil mengalami keluhan medis, segeralah periksakan kondisinya ke dokter. 

Nah, melalui aplikasi Halodoc, ibu bisa membuat janji temu dokter di rumah sakit dengan dokter spesialis anak pilihan ibu. Tentunya tanpa perlu mengantre atau menunggu berlama-lama. Jadi, tunggu apa lagi? Yuk, download Halodoc sekarang juga!  

Referensi:
US National Library of Medicine National Institutes of Health. Diakses pada 2022. Prevention and Treatmen of Diaper Dermatitis. Pediatric Dermatology.
Mayo Clinic. Diakses pada 2022. Diseases & Conditions. Diaper rash.
WebMD. Diakses pada 2022.Solving Your Diaper Dilemma.