Begini Diagnosis yang Tepat untuk Deteksi Avascular Necrosis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Begini Diagnosis yang Tepat untuk Deteksi Avascular Necrosis

Halodoc, Jakarta - Terkadang, nyeri yang muncul pada sendi atau tulang sering diabaikan. Padahal, kondisi ini bisa saja mengarah pada avascular necrosis, matinya jaringan pada tulang karena kurangnya asupan darah ke bagian tersebut. Kelainan sendi dan tulang ini sebaiknya tidak kamu abaikan, karena pada kondisi yang akut atau parah, operasi menjadi tindakan  terakhir yang harus dijalani untuk menyembuhkannya. 

Ketika jaringan yang mati masih berada pada tahap awal, gejala jarang atau hampir tidak pernah muncul. Seiring dengan berjalannya waktu, kamu mulai merasa nyeri pada sendi, baik ketika sedang beraktivitas maupun dalam keadaan tenang atau beristirahat. Tingkat parahnya rasa sakit yang kamu alami beragam, bisa ringan dan parah. 

Diagnosis yang Tepat untuk Deteksi Avascular Necrosis

Rasa nyeri akibat dari avascular necrosis lebih parah pada sendi tubuh yang berfungsi untuk menahan berat badan tubuh, seperti sendi yang berada di daerah pangkal paha atau pantat. Namun, nyeri bisa muncul di bagian sendi tubuh lainnya, termasuk kaki, lutut, tangan, dan bahu. 

Baca juga: Kenali Lebih Dekat Radiologi Muskuloskeletal

Tidak hanya itu, rasa nyeri pun akan terasa lebih menyakitkan ketika tulang mengalami retakan kecil atau mikrofaktur. Bahkan, kondisi ini bisa berujung pada kematian tulang dan memperparah kerusakan sendi, membuatnya berkembang menjadi arthritis. Akibatnya, pergerakan atau aktivitas gerak kamu pun akan lebih terbatas. Kamu perlu tahu, rentang waktu munculnya gejala awal hingga membuat seseorang menjadi sulit bergerak tidak sama pada setiap orang. Bisa saja terjadi pada hitungan bulan, tetapi bisa pula berkembang dalam hitungan tahun. 

Bahkan, gejala pun bisa muncul pada kedua sisi tubuh, seperti misalnya pada kedua lutut atau kedua paha. Jadi, apabila kamu mengalami gejalanya, jangan pernah disepelekan. Tulang dan sendi kamu sangat penting, karena kamu menggunakannya untuk menunjang tubuh dan segala aktivitas. Jangan ragu untuk membuat janji dengan dokter di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pemeriksaan lebih lanjut. Atau pakai layanan Tanya Dokter di Aplikasi Halodoc. 

Baca juga: Membatasi Konsumsi Alkohol Cegah Nekrosis Avaskular

Lalu, bagaimana diagnosis yang tepat untuk mendeteksi avascular necrosis? Pertama, dokter melakukan pemeriksaan dengan menanyakan gejala yang kamu rasakan sekaligus memeriksa kondisi kesehatan fisik kamu. Lalu, jika memang diperlukan, pemeriksaan lanjutan akan dilakukan, biasanya untuk menentukan bagian tulang tubuh yang mana yang terpengaruh dan mendeteksi sejauh mana penyakit ini sudah berkembang. Pemeriksaan yang dilakukan meliputi:

  • MRI atau CT Scan untuk bisa melihat struktur tulang dengan lebih jelas dan akurat.

  • Functional bone test. Pemeriksaan ini dilakukan jika dokter masih mencurigai adanya avascular necrosis tetapi semua hasil pemeriksaan sebelumnya menunjukkan hasil sebaliknya. Pemeriksaan ini melibatkan tindakan operasi untuk mengukur tekanan pada bagian tulang yang sakit. 

Baca juga: Kenali Prosedur Operasi untuk Mengatasi Nekrosis Avaskular

  • Rontgen. Pengambilan gambar dengan rontgen bertujuan untuk melihat apakah ada perubahan pada tulang akibat dari avascular necrosis. 

  • Bone scan. Jika tidak ditemukan adanya avascular necrosis pada hasil foto rontgen dan pengidap tidak memiliki faktor yang meningkatkan risiko terjadinya kelainan sendi dan tulang ini, maka dilakukan pemeriksaan tulang atau bone scan

Referensi: 
Mayo Clinic. (Diakses pada 2019). Avascular Necrosis: Diagnosis and Treatment.
WebMD. (Diakses pada 2019). Avascular Necrosis (AVN or Osteonecrosis): Symptoms, Causes, Treatments.
Rothman Orthopaedic Institute. (Diakses pada 2019). Avascular Necrosis.