• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Metode Pemeriksaan untuk Mendeteksi Infeksi Kulit

Begini Metode Pemeriksaan untuk Mendeteksi Infeksi Kulit

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Infeksi kulit bisa disebabkan oleh bakteri, virus, jamur, atau parasit. Gejala yang dialami bisa beragam, mulai dari yang ringan hingga berat, tergantung jenis infeksi kulit yang menyerang. Umumnya, infeksi kulit yang ringan bisa diatasi dengan obat-obatan yang dijual bebas.

Namun, pada kasus yang berat, infeksi kulit bisa saja membutuhkan penanganan medis lebih lanjut oleh dokter. Dalam menangani infeksi kulit, perlu dilakukan pemeriksaan untuk mendeteksi dan menetapkan diagnosis pasti dari infeksi yang terjadi. Apa saja pemeriksaan yang dibutuhkan? Simak ulasannya!

Baca juga: 5 Faktor Risiko yang Dapat Sebabkan Infeksi Kulit

Pemeriksaan untuk Mendiagnosis Infeksi Kulit

Untuk mendiagnosis infeksi kulit, dokter biasanya melakukan pemeriksaan fisik dengan melihat penampakan gejala atau kelainan pada kulit. Bila diperlukan, dokter juga melakukan pemeriksaan penunjang untuk memastikan diagnosis, seperti tes darah atau kultur.

Tes kultur dilakukan dengan mengambil sampel dari permukaan kulit, isi benjolan, rambut, atau kuku. Tujuan dari prosedur ini untuk mengidentifikasi mikroorganisme seperti bakteri, jamur, virus, atau parasit penyebab infeksi.

Bagaimana Pengobatan untuk Infeksi Kulit?

Setelah dilakukan pemeriksaan dan diagnosis dipastikan, dokter akan menentukan langkah pengobatan terbaik sesuai kondisi yang dialami. Infeksi kulit ada banyak jenisnya. Ada yang hanya perlu diberikan obat oles dan perawatan rumahan, dan ada pula yang perlu penanganan yang lebih serius. 

Baca juga: 4 Penyakit Kulit yang Biasa Muncul di Kaki

Berikut ini langkah pengobatan infeksi kulit, berdasarkan jenisnya:

1.Cacar Air

  • Obat antihistamin untuk meredakan gatal.
  • Obat antivirus, seperti acyclovir, untuk memperlambat aktivitas virus.
  • Banyak minum air putih.
  • Tidak menggaruk ruam.
  • Mandi dengan air dingin.
  • Mengenakan pakaian yang nyaman dan longgar.

2.Herpes Zoster

  • Obat antivirus untuk mempercepat penyembuhan dan mengurangi risiko komplikasi.
  • Obat antikonvulsan atau antidepresan untuk meredakan nyeri yang berat, atau paracetamol untuk nyeri yang ringan.
  • Mengenakan pakaian yang nyaman dan longgar.
  • Menjaga ruam selalu kering.
  • Mengompres area kulit yang terinfeksi dengan handuk dingin.

3.Campak

  • Obat pereda nyeri untuk meredakan demam dan nyeri otot.
  • Istirahat yang cukup.
  • Minum air putih yang banyak.
  • Mengonsumsi vitamin A.

4.Kutil

  • Obat yang mengandung asam salisilat, asam trikloroasetat, dan nitrogen cair untuk membekukan kutil.
  • Tindakan bedah atau terapi sinar laser.

Baca juga: Kenali Scabies, Penyakit Kulit Akibat Kutu Hewan

5.Infeksi Kulit Lain Akibat Bakteri

Pada kasus infeksi kulit yang ringan, pengidap bisa mengoleskan antibiotik yang tersedia dalam bentuk krim atau salep langsung pada kulit yang terinfeksi. Namun, pada kasus infeksi yang berat, dokter akan meresepkan antibiotik minum atau antibiotik suntik jika dirasa perlu.

6.Infeksi Kulit Akibat Jamur

Pengobatan untuk infeksi kulit akibat jamur umumnya adalah dengan obat antijamur minum atau krim, seperti miconazole, ketoconazole, fluconazole, clotrimazole, dan terbinafine.

Cara Mencegah Infeksi Kulit

Infeksi kulit dapat menimbulkan gejala mengganggu, bahkan komplikasi pada kasus yang berat. Penting untuk mengetahui cara mencegah infeksi kulit:

  • Jangan berkontak atau bersentuhan dengan pengidap infeksi kulit.
  • Hindari menggunakan barang-barang pribadi dengan orang lain.
  • Selalu jaga kebersihan tubuh, terutama tangan. Hal ini agar bakteri, virus, atau jamur tidak dapat dengan mudah menginfeksi tubuh.
  • Jika ada luka di kulit, tutupi dengan menggunakan perban agar kuman tidak masuk dan menyebabkan infeksi.
  • Jaga kebersihan pakaian, termasuk kaos kaki, dan sepatu.
  • Pastikan untuk mengganti pakaian secara rutin, terutama ketika pakaian yang dikenakan terasa lembap karena berkeringat.

Itulah beberapa tips untuk mencegah infeksi kulit. Jika kamu mengalami gejala infeksi kulit, segera download aplikasi Halodoc untuk membicarakannya pada dokter, kapan dan di mana saja. 

Referensi:
Healthline. Diakses pada 2020. Skin Infection: Types, Causes, and Treatment.
WebMD. Diakses pada 2020. Skin Infections.