Begini Pemeriksaan untuk Diagnosis Kanker Testis

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Begini Pemeriksaan untuk Diagnosis Kanker Testis

Halodoc, Jakarta – Kanker testis merupakan jenis kanker yang harus diwaspadai pria. Terlebih, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa penyebabnya. Kanker testis adalah penyakit yang terjadi karena adanya pertumbuhan abnormal dan tidak terkendali pada sel-sel di testis. Meski begitu, penyakit ini masuk dalam jenis kanker yang tergolong langka.

Meski penyebabnya belum diketahui secara pasti, kanker testis sering dikaitkan dengan kondisi genetik. Testis merupakan organ seks pria yang berbentuk oval dan terdapat di dalam skrotum alias kantong kemaluan. Bagian ini memiliki peran yang penting dalam sistem reproduksi pria. Testis berperan dalam menghasilkan hormon testosteron dan sperma yang berperan dalam perkembangan dan fungsi seksual pria. 

Baca juga: Perlu Tahu, 5 Penyakit Ini Umumnya Menyerang Testis

Penyebab dan Cara Mendeteksi Kanker Testis 

Salah satu gejala yang khas dari jenis kanker ini adalah perubahan pada testis. Kanker testis biasanya menyebabkan munculnya benjolan atau pembengkakan di salah satu testis yang sering dibarengi dengan rasa nyeri. Selain itu, area reproduksi pria mungkin juga akan mengalami rasa sakit yang tajam dan rasa pegal pada bagian testis dan skrotum. Gejala ini bisa datang dan pergi pada waktu tertentu. 

Kanker testis juga menyebabkan penimbunan cairan di dalam skrotum dan menyebabkan pengidapnya mudah merasa lelah dan lemas. Meski begitu, tidak semua benjolan dan bengkak yang muncul di area ini merupakan tanda penyakit kanker. Untuk memastikannya, dibutuhkan pemeriksaan dan diagnosis kanker testis. Beberapa pemeriksaan yang bisa dilakukan, yaitu: 

Baca juga: Pentingnya Periksa Testis Mandiri untuk Deteksi Dini Kanker

  • Pemeriksaan Fisik 

Tahap pemeriksaan pertama yang dilakukan untuk mendiagnosis kanker testis adalah pemeriksaan fisik. Dokter akan bertanya tentang gejala yang dirasakan serta riwayat kesehatan secara keseluruhan.

  • USG Skrotum 

Diagnosis kanker testis juga bisa dilakukan melalui USG skrotum, yaitu metode pemeriksaan yang menggunakan gelombang suara dengan frekuensi tinggi untuk menghasilkan gambaran anatomi. Cara ini dilakukan untuk menentukan apakah ada benjolan bersifat kanker ganas atau jinak. 

  • Tes Darah 

Tes darah bisa dilakukan sebagai cara diagnosis kanker testis, yaitu untuk menemukan hormon tertentu di dalam darah yang bisa menjadi tanda kanker. Pengidap kanker testis akan memproduksi AFP (alpha fetoprotein), HCG (human chorionic gonadotropin), dan LDH (lactate dehydrogenase).

  • Biopsi 

Biopsi dilakukan dengan mengambil sampel sel dari tumor yang kemudian akan diteliti. Jika benjolan memang sudah dipastikan kanker, kemungkinan keseluruhan testis yang mengalami kanker akan diangkat.  

Kanker testis yang tidak segera ditangani bisa menyebar ke bagian tubuh lain dan menyebabkan kondisi semakin parah. Kanker testis bisa menyebar sampai ke kelenjar getah bening, abdomen atau perut, hingga ke paru-paru. Meski jarang terjadi, tetapi jenis kanker yang satu ini juga bisa menyebar sampai ke organ hati, tulang, dan otak. 

Baca juga: Mitos atau Fakta, Kriptorkismus Akibatkan Infertilitas

Cari tahu lebih lanjut seputar kanker testis dan cara mendiagnosisnya dengan bertanya kepada dokter di aplikasi Halodoc. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download sekarang di App Store dan Google Play!  

Referensi:
Halodoc. Diakses pada 2019. Kanker Testis. 
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Disease and Conditions: Testicular Cancer.
American Society of Clinical Oncology. Diakses pada 2019. Testicular Cancer.