• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Pemulihan setelah Anak Mengalami Sakit Tifus

Begini Pemulihan setelah Anak Mengalami Sakit Tifus

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Tifus atau demam tifoid adalah penyakit yang terjadi karena infeksi bakteri Salmonella typhi yang menyebar melalui makanan dan minuman yang telah terkontaminasi. Penyakit ini banyak terjadi di negara-negara berkembang dan dialami oleh anak-anak ini dapat membahayakan nyawa jika tidak ditangani dengan baik dan secepatnya.

Penularan penyakit tifus bisa terjadi begitu cepat. Infeksi demam tifoid terjadi ketika seseorang mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri. Pada kasus yang jarang terjadi, penularan bisa terjadi akibat terkena urine yang terinfeksi bakteri.

Baca juga: Kena Tifus, Bolehkah Tetap Beraktivitas Berat?

Pemulihan setelah Anak Terkena Penyakit Tifus

Pertama-tama, orangtua perlu sadar terhadap gejala penyakit tifus yang dapat dialami anak. Tanda dan gejala cenderung berkembang secara bertahap, biasanya muncul satu hingga tiga minggu setelah terpapar penyakit.

Gejala awal tifus pada anak, seperti: :

  • Demam tinggi.
  • Sakit perut, kadang disertai diare.
  • Merasa lemah, lelah, dan tubuh pegal-pegal.
  • Sakit kepala.
  • Nyeri tenggorokan.
  • Sembelit.
  • Kehilangan nafsu makan.
  • Pembesaran hati dan limfa.
  • Munculnya lapisan putih di lidah.

Gejala tifus pada anak tergolong jarang menyebabkan komplikasi serius. Kalaupun berujung pada komplikasi, biasanya berupa masalah pencernaan, yaitu adanya lubang pada usus. Kondisi tersebut membutuhkan penanganan intensif di rumah sakit secepatnya. Oleh karena itu, agar komplikasi serius tifus pada anak tidak terjadi, orangtua perlu waspada.

Pada beberapa anak yang mengalami tifus, tanda dan gejala dapat kembali dalam dua minggu setelah demam mereda. Perawatan di rumah bisa dilakukan, asal penyakit tifus tergolong ringan dan dideteksi lebih dini. Sedangkan, penyakit tifus yang sudah cukup parah memerlukan perawatan medis di rumah sakit.

Obat antibiotik dapat diberikan pada anak yang mengidap tifus karena pengobatan ini cukup efektif untuk mengatasi penyakit tifus. Umumnya, kondisi anak berangsur membaik setelah 3-5 hari menjalani perawatan terapi antibiotik.

Baca juga: Sudah Sembuh, Gejala Tipes Bisa Datang Lagi?

Sedangkan bagi orangtua yang merawat anak umumnya dokter menyarankan untuk mengonsumsi obat antibiotik selama 7-14 hari dan biasanya 2-3 hari tubuh mulai membaik. Namun, antibiotik harus dihabiskan sesuai waktu yang dianjurkan oleh dokter agar kondisi ini tidak kambuh.

Selain itu, lakukan beberapa perawatan penyakit tifus di rumah, seperti:

  1. Memenuhi kebutuhan istirahat di rumah. Pastikan anak benar-benar beristirahat total dan tidak kelelahan. 
  2. Makan dengan teratur dan penuhi kebutuhan nutrisi serta gizi yang dibutuhkan. Meskipun mengalami penurunan nafsu makan, sebaiknya konsumsi makanan dalam jumlah sedikit namun sering untuk menjaga kondisi kesehatan tubuh.
  3. Penuhi kebutuhan air dalam tubuh dengan memperbanyak konsumsi air putih.
  4. Jaga kebersihan tubuh khususnya tangan untuk menghentikan penyebaran bakteri Salmonella typhi pada keluarga di rumah.

Salmonella typhi dapat masuk dalam tubuh melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi bakteri. Perlu diketahui, ada beberapa kondisi yang memicu penyebaran bakteri penyebab tifus, seperti sanitasi yang buruk dan berbagi penggunaan alat pribadi dengan pengidap tifus. 

Baca juga: Kena Tifus, Bolehkah Tetap Beraktivitas Berat?

Itulah masa-masa pemulihan setelah anak mengalami sakit tifus yang perlu diperhatikan. Jika anak menunjukkan gejala yang lebih parah atau tidak diketahui penyebabnya, sebaiknya segera hubungi dokter melalui aplikasi Halodoc untuk mendapatkan saran penanganan. 

Kemungkinan dokter akan merekomendasikan agar anak segera dibawa kerumah sakit agar mendapatkan perawatan yang lebih intensif. Orangtua juga bisa membuat janji dengan dengan dokter di rumah sakit melalui aplikasi Halodoc. Yuk, segera download aplikasi Halodoc sekarang!

Referensi:
National Health Service UK. Diakses pada 2020. Typhoid Fever
Web MD. Diakses pada 2020. Typhoid Fever
Healthline. Diakses pada 2020. Typhus.