• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Skema Booster Vaksin COVID-19 di Indonesia

Begini Skema Booster Vaksin COVID-19 di Indonesia

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Begini Skema Booster Vaksin COVID-19 di Indonesia

Vaksin COVID-19 akan dilengkapi dengan booster alias penguat. Dosis ini disebut dengan dosis ketiga vaksin corona. Namun, tidak semua orang akan mendapatkan suntikan booster vaksin. Sejauh ini, suntikan penguat baru direncanakan untuk kelompok berisiko, yaitu tenaga kesehatan.”

Halodoc, Jakarta – Vaksin COVID-19 bertugas untuk melindungi tubuh dari serangan virus corona. Pada awalnya, disebutkan bahwa butuh dua dosis alias dua kali suntikan vaksin untuk membangun kekebalan tubuh. Namun, baru-baru ini sejumlah media memberitakan bahwa ada kemungkinan vaksin dosis ketiga atau yang dikenal dengan vaksin booster. Seperti namanya, suntikan ketiga ini berperan sebagai penguat dua dosis vaksin sebelumnya. Cara kerjanya sama, mendorong tubuh untuk membangun antibodi yang bertugas mencegah infeksi. 

Sejumlah negara disebut mulai melirik dan menjalankan proses vaksinasi COVID-19 dosis ketiga, termasuk Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) bahkan sudah mulai memberikan vaksinasi dosis ketiga pada tenaga kesehatan (nakes). Nantinya, booster vaksin akan terus diberikan kepada kelompok orang yang membutuhkan. Lalu, seberapa ampuh sebenarnya pemberian booster vaksin untuk mencegah infeksi virus? Bagaimana skema pemberian booster vaksin di Indonesia? 

Baca juga: Inilah Fakta Terbaru Seputar Vaksin Booster COVID-19

Melihat Efektivitas Booster Vaksin COVID-19 

Awalnya, vaksin COVID-19 disebut cukup diberikan sebanyak 2 dosis atau 2 kali suntikan. Namun, ternyata ada penelitian yang menemukan bahwa antibodi yang terbentuk dari vaksin bisa menurun. Pemberian vaksin memang ampuh dan efektif untuk menurunkan risiko infeksi, akan tetapi tidak bisa berlangsung selamanya. Dibutuhkan booster atau penguat, bahkan kemungkinan vaksinasi ulang dalam jangka waktu tertentu. 

Melansir TIME, sebuah penelitian yang dilakukan oleh Pfizer-BioNTech melaporkan bahwa dosis ketiga vaksin COVID-19 bisa sangat memengaruhi kekebalan tubuh. Menurut riset tersebut orang yang mendapatkan suntikan booster menunjukkan penguatan antibodi sebanyak 5-10 kali. Hal ini terjadi pada orang yang mendapat suntikan dosis ketiga selang 6 bulan dari vaksin dosis kedua. Penelitian ini percaya bahwa penggunaan booster terbukti bisa meningkatkan efektivitas vaksin. 

Baca juga: WHO Peringatkan Keamanan Mencampur Vaksin COVID-19

Di Indonesia, pemberian vaksin COVID-19 dosis ketiga sudah mulai dilakukan. Booster vaksin tahap pertama diberikan pada tenaga kesehatan di Jakarta pada Jumat (16/7) lalu. Dosis ketiga menggunakan Vaksin Moderna dan dilakukan di Rumah Sakit Umum Pusat Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta. Sejauh ini, rencana pemberian booster baru akan diberikan pada tenaga kesehatan yang merupakan kelompok paling berisiko. 

Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Siti Nadia Tarmizi menyebut, ketentuan pemberian booster mengikuti rekomendasi dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Sejauh ini, WHO disebut belum memberikan rekomendasi vaksin ketiga atau booster vaksin untuk masyarakat umum. 

Hasil Penelitian tentang Antibodi 

Wacana tentang pemberian booster vaksin tidak dilakukan tanpa alasan. Hal ini dilatarbelakangi hasil penelitian yang menemukan bahwa antibodi yang dihasilkan vaksin mungkin mengalami penurunan antibodi dalam waktu 6 bulan. Maka dari itu, booster diberikan dalam 6 bulan setelah seseorang mendapatkan vaksin COVID-19 lengkap. 

Baca juga: Masih bisa Terinfeksi, Ini Gejala COVID-19 setelah Vaksin Lengkap

Penelitian ini dilakukan oleh para peneliti di otoritas pengendalian penyakit di Provinsi Jiangsu, Sinovac, dan institusi Cina lainnya. Sayangnya, penelitian tidak menemukan pasti bagaimana penurunan antibodi dari vaksin akan memengaruhi efektivitas suntikan. Sejauh ini, peneliti belum mengetahui secara pasti ambang batas tingkat antibodi vaksin untuk mencegah penyakit. 

Meski sudah mendapat vaksin, sangat penting untuk tetap menerapkan protokol kesehatan dan menjaga kesehatan tubuh. Lengkapi dengan konsumsi multivitamin khusus agar kebugaran tubuh selalu terjaga. Biar lebih mudah, kamu bisa membeli vitamin atau produk kesehatan lain di aplikasi Halodoc. Dengan layanan antar, pesanan akan dikirim segera ke rumah. Download Halodoc sekarang di Apps Store atau Google Play! 

Referensi: 
TIME. Diakses pada 2021. What You Need to Know About COVID-19 Booster Shots.
Reuters. Diakses pada 2021. Antibodies from Sinovac’s COVID-19 shot fade after about 6 months, booster helps – study. 
Kontan.co.id. Diakses pada 2021. Epidemiolog: Vaksin booster diperlukan bagi kelompok berisiko tinggi terpapar corona. 
Sehat Negeriku. Diakses pada 2021. Penyuntikan Vaksin Booster untuk Nakes Dimulai di RSCM.