• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Begini Strategi yang Tepat Mencegah Resistensi Antimikroba

Begini Strategi yang Tepat Mencegah Resistensi Antimikroba

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Begini Strategi yang Tepat Mencegah Resistensi Antimikroba

“Resistensi antimikroba adalah masalah kesehatan serius yang saat ini jadi perhatian masyarakat dunia. Upaya pencegahan sebenarnya bisa dilakukan dari kesadaran diri sendiri, yaitu dengan tidak mengonsumsi obat antimikroba sembarangan dan menjaga pola hidup sehat.”

Halodoc, Jakarta – Setiap tanggal 18 hingga 24 November diperingati sebagai Pekan Kesadaran Antimikroba Sedunia atau World Antimicrobial Awareness Week. Salah satu hal penting yang ditekankan dalam peringatan ini adalah tentang bahaya resistensi antimikroba bagi kesehatan

Antimikroba adalah obat yang digunakan untuk mencegah dan mengobati infeksi pada manusia, hewan, dan tumbuhan. Obat ini termasuk antibiotik, antivirus, antijamur, dan antiparasit. Lantas, apa itu resistensi antimikroba dan bagaimana mencegahnya? Yuk simak pembahasannya!

Lebih Lanjut Seputar Resistensi Antimikroba

Resistensi antimikroba terjadi ketika bakteri, virus, jamur, atau parasit mengalami perubahan seiring waktu, sehingga tidak lagi merespons obat-obatan. Kata “resisten” berarti berbagai mikroba tersebut berkurang kepekaannya terhadap obat-obatan yang tadinya efektif. 

Tentu saja, kondisi ini bisa jadi hal yang serius, karena antibiotik dan obat antimikroba lainnya menjadi tidak efektif dan infeksi menjadi semakin sulit atau tidak mungkin untuk diobati.

Selain itu, bisa juga menyebabkan waktu pemulihan lebih lama, peningkatan biaya pengobatan, dan penggunaan obat-obatan yang lebih mahal atau prosedur yang lebih berisiko.

Upaya Pencegahan yang Bisa Dilakukan

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menyatakan bahwa resistensi antimikroba merupakan salah satu dari 10 besar ancaman kesehatan masyarakat global yang dihadapi saat ini. Oleh karena itu, sangat penting untuk melakukan pencegahan kondisi ini.

Menurut laman Sehat Negeriku, Direktur Mutu dan Akreditasi Pelayanan Kesehatan, Kementerian Kesehatan RI, dr. Kalsum Komaryani, MPPM. mengatakan saat ini kematian akibat resistensi antimikroba mencapai 700 ribu orang per tahun. Diprediksi di tahun 2050 bisa mencapai 10 juta orang per tahun di seluruh dunia. 

Di Indonesia, upaya pengendalian kejadian resistensi antimikroba oleh Kementerian Kesehatan RI, dilakukan dengan pendekatan “One Health”. Strategi ini dinilai penting karena resistensi antimikroba tidak lagi hanya dilihat sebagai masalah yang berdiri sendiri tetapi juga terkait dengan berbagai sektor, seperti kesehatan masyarakat dan kesehatan hewan (termasuk perikanan dan akuakultur), rantai makanan, pertanian dan sektor lingkungan.

Terkait hal ini, dr. Kalsum menjelaskan strategi pengendalian resistensi antimikroba yang sudah dilakukan di Indonesia adalah dengan meningkatkan kesadaran dan pemahaman resistensi antimikroba. Selain itu juga melakukan peningkatan pengetahuan dan bukti ilmiah melalui surveilans. 

Upaya selanjutnya untuk mengurangi risiko infeksi adalah dengan sanitasi hygiene, optimalisasi pengawasan dan penerapan sanksi jika peredaran dan penggunaan antimikroba tidak sesuai standar. Selain itu, juga dengan peningkatan investasi melalui penemuan obat, metode diagnostik, dan vaksin baru.

Pada beberapa kondisi, sebenarnya tidak mungkin untuk menghilangkan resistensi antimikroba. Sebab, mikroba akan selalu dapat memodifikasi diri dan beradaptasi dengan lingkungannya. 

Lantas, apa yang bisa dilakukan sebagai individu, untuk mencegah atau menurunkan risiko resistensi antimikroba? Berikut ini beberapa tipsnya:

  • Bekerja sama dengan dokter dan penyedia layanan kesehatan untuk mendiskusikan gejala dan memutuskan obat yang tepat untuk mengobati penyakit apa pun.
  • Mengikuti petunjuk penggunaan obat apapun dari dokter atau yang tertera pada label kemasan.
  • Jangan pernah meminum obat resep orang lain atau membagikan obat kamu kepada mereka.
  • Jangan pernah menyimpan obat resep lama untuk digunakan di lain waktu.
  • Dapatkan vaksinasi sesuai anjuran.
  • Ikuti praktik kesehatan umum yang baik, seperti pola makan sehat, olahraga, cukup tidur dan menjaga kebersihan yang baik. Terutama mencuci tangan secara rutin, untuk mencegah penyakit dan kebutuhan akan obat antimikroba.

Itulah pembahasan mengenai strategi tepat untuk mencegah resistensi antimikroba. Dapat diketahui bahwa kondisi ini bisa menjadi serius, sehingga upaya menurunkan risiko perlu dilakukan. 

Kabar baiknya, ini bisa dimulai dari diri sendiri, yaitu dengan tidak mengonsumsi obat antimikroba secara sembarangan, dan senantiasa menjalani gaya hidup sehat. Kalau butuh asupan tambahan untuk jaga daya tahan tubuh, download Halodoc saja untuk cek kebutuhan vitamin dan suplemen kamu.

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi:
WHO. Diakses pada 2021. Antimicrobial Resistance.
Sehat Negeriku. Diakses pada 2021. Resistensi Antimikroba Ancaman Kesehatan Paling Mendesak, Strategi One Health Perlu Digencarkan.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2021. Antimicrobial Resistance.
National Foundation of Infectious Disease. Diakses pada 2021. How to Prevent Antibiotic Resistance.