Begini Tes Pemeriksaan untuk Deteksi Mastoiditis

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Begini Tes Pemeriksaan untuk Deteksi Mastoiditis

Halodoc, Jakarta - Tulang mastoid yang terisi penuh dengan sel udara adalah bagian dari tulang temporal tengkorak. Sel mastoid dianggap berperan dalam melindungi struktur halus telinga, mengatur tekanan telinga, dan melindungi tulang temporal ketika terjadi insiden yang memicu trauma. Ketika sel mastoid terinfeksi atau mengalami peradangan, mastoiditis bisa berkembang. 

Infeksi atau peradangan pada sel mastoid ini sebagai akibat dari infeksi telinga atau otitis media yang tidak tertangani dengan baik. Oleh karena banyaknya struktur vital yang melewati tulang mastoid, infeksi bisa menyebar di luar tulang tersebut dan menyebabkan komplikasi yang lebih serius. Biasanya, kelainan telinga ini sering terjadi pada anak, tetapi orang dewasa juga bisa mengalaminya. 

Bagaimana Dokter Melakukan Deteksi Mastoiditis?

Ketika muncul rasa sakit pada telinga yang disertai dengan demam, perubahan warna telinga menjadi kemerahan dan terjadi pembengkakan, mungkin terjadi kelainan pada organ pendengaran satu ini. Biasanya, untuk mendapatkan diagnosis yang akurat, dokter mencari apakah terjadi infeksi di bagian telinga melalui otoskop. 

Baca juga: Alergi Dapat Sebabkan Infeksi Telinga, Ini Sebabnya

Pasalnya, mastoiditis jarang terjadi tanpa diawali dengan munculnya infeksi telinga. Dokter lalu akan mengambil sampel cairan telinga yang terinfeksi untuk dilakukan kultur jaringan. Apabila mastoiditis disinyalir bersifat berat atau kronis, deteksi mastoiditis lanjutan dengan menggunakan CT scan mungkin diperlukan untuk menggambarkan area mastoid. Apabila kantong cairan atau nanah ditemukan di area telinga, leher, mastoid, dan tulang belakang, perlu dilakukan pengeringan dan pembiakan, sehingga pemberian antibiotik bisa disesuaikan dengan kondisinya. 

Seperti Apa Gambaran Gejala dari Mastoiditis?

Mastoiditis dapat dimulai setelah munculnya infeksi telinga. Ketika seseorang mengalami gejala baru dalam beberapa minggu setelah infeksi telinga didiagnosis, pemeriksaan lanjutan harus dilakukan. Gejala yang mengindikasikan mastoiditis setelah infeksi telinga terdiagnosis adalah: 

  • Rasa sakit dan berdenyut hebat di dalam atau sekitar telinga;

  • Keluar nanah atau cairan lain dari telinga;

  • Demam atau menggigil;

  • Pembengkakan di bagian belakang atau bawah telinga;

  • Kemerahan di bagian belakang telinga;

  • Bau busuk keluar dari telinga;

  • Telinga yang tampak mencuat atau terdorong ke depan;

  • Munculnya masalah pendengaran.

Baca juga: Alami Vertigo, Benarkah Gejala dari Mastoiditis?

Sementara pada anak, gejala yang terjadi tetapi sering luput dari perhatian adalah:

  • Perubahan suasana hati;

  • Sering menangis;

  • Sering menarik telinga;

  • Membenturkan sisi kepala untuk mengurangi rasa sakit yang dirasakan.

Jika kamu mengalami gejala-gejala tadi, segera buat janji dengan dokter ahli telinga di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pengobatan. Pastikan pula infeksi telinga, jika kamu sedang mengalaminya, tertangani sepenuhnya sampai kamu benar-benar sembuh. Jika seseorang dengan mastoiditis atau infeksi telinga yang mengalami kebingungan, demam tinggi, lemah, atau mengalami pembengkakan di area kepala, berikan pertolongan gawat darurat segera. 

Pada beberapa orang, pembengkakan yang disebabkan oleh mastoiditis bersifat intermiten atau membaik untuk kembali menjadi lebih buruk. Oleh karena itu, penting untuk tidak berasumsi bahwa infeksi sudah sembuh hanya karena gejalanya telah sedikit membaik. Tanpa pengobatan, mastoiditis dapat menyebabkan infeksi pada tengkorak, darah, dan organ tubuh lainnya. Beberapa kasus mastoiditis juga memicu terjadinya sepsis

Baca juga: Faktor yang Meningkatkan Risiko Mastoiditis

Cucilah tangan dengan sabun sampai benar-benar bersih dan hindari kontak langsung dengan orang-orang yang mengidap infeksi telinga adalah cara terbaik pencegahan penyakit otitis media dan mastoiditis. Orang-orang dengan imunitas tubuh yang lemah sangat rentan terhadap komplikasi serius. Jadi, selalu berhati-hati dan jaga kesehatan, ya!