Waspada, Inilah 5 Cara Penyebaran Flu Burung

Ditinjau oleh  dr. Gabriella Florencia   05 Desember 2019
Waspada, Inilah 5 Cara Penyebaran Flu BurungWaspada, Inilah 5 Cara Penyebaran Flu Burung

Halodoc, Jakarta – Pada tahun 2005 yang lalu, Indonesia pernah dihebohkan dengan munculnya wabah flu burung. Ancaman virus flu yang berasal dari unggas ini pun tidak main-main. Sampai dengan Oktober 2017, sudah terdapat 200 kasus penularan flu burung yang terjadi di Indonesia dan hampir 80 persen berakhir dengan kematian.

Meskipun saat ini wabah flu burung di Indonesia sudah mereda, bukan berarti kamu boleh mengurangi kewaspadaan terhadap virus ini. Ketahui cara penyebaran flu burung agar terhindar dari penyakit berbahaya tersebut.

Baca juga: Bahaya Konsumsi Daging Ayam yang Belum Matang

Dilansir dari IDAI, flu burung atau avian influenza adalah infeksi virus yang menyebar di antara unggas, baik itu unggas liar maupun unggas yang dipelihara dalam peternakan (ayam, bebek, angsa, ataupun burung). Namun, virus flu burung bisa ditularkan dari unggas kepada manusia.

Dua jenis virus flu burung yang dapat menular ke manusia dan menyebabkan kematian adalah H5N1 dan H7N9. Sampai saat ini, kedua virus tersebut masih menyebabkan wabah di Asia, Afrika, Timur Tengah, dan beberapa bagian Eropa.

Ketahui Penyebaran Flu Burung

Penyebab flu burung merupakan virus influenza yang dapat menyerang unggas. Salah satu jenis flu burung yang dapat menyerang manusia adalah H5N1. Kemudian pada tahun 2013, dilaporkan kembali bahwa ada jenis virus lain yang bisa menular ke manusia, yaitu virus influenza H7N9.

Selain kedua jenis virus tersebut, masih ada beberapa jenis virus flu burung lainnya yang dapat menyerang manusia, antara lain H9N2, H7N7, H6N1, H5N6, dan H10N8.

Baca juga: Penanganan Flu Burung Mesti Cepat atau Bisa Berakibat Fatal?

Flu burung dapat menular ketika seseorang melakukan kontak langsung dengan unggas yang memiliki virus penyebab flu burung. Ketahui cara penularan virus penyebab flu burung kepada manusia, yaitu:

  1. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan unggas yang terpapar virus penyebab flu burung. Hindari unggas yang memiliki potensi terpapar flu burung, baik unggas yang masih hidup atau sudah mati.

  2. Penularan flu burung dapat terjadi karena kontak cairan dari unggas yang terpapar virus flu burung dengan seseorang yang sehat.

  3. Ketika memiliki unggas yang dicurigai terpapar virus flu burung,  hindari kotoran dan kandang unggas tersebut. Debu dari kandang unggas yang terpapar dan terhirup dapat menjadi pemicu seseorang tertular virus penyebab flu burung.

  4. Perhatikan tingkat kematangan yang optimal ketika mengonsumsi daging unggas. Konsumsi daging unggas atau telur dengan tingkat kematangan yang kurang optimal dapat meningkatkan risiko penularan.

  5. Penularan virus flu burung dapat terjadi ketika seseorang mandi atau berenang dengan air yang sudah terpapar virus flu burung.

Sayangnya, unggas yang terinfeksi virus flu burung sulit disadari oleh manusia karena burung tidak selalu tampak sakit akibat infeksi ini. Banyak orang seringkali tidak bisa mencegah virus tersebut.

Selain bersentuhan langsung dengan unggas, penyebaran flu burung dari orang ke orang masih belum jelas mekanismenya. Sebaiknya tanyakan langsung pada dokter tentang penularan flu burung tersebut agar tahu cara mencegahnya.

Pencegahan Flu Burung yang Bisa Dilakukan

Meskipun penyebaran flu burung sulit untuk dicegah, tapi kamu bisa melakukan beberapa hal untuk memperkecil risiko terkena virus flu burung. Contohnya, selalu menjaga kebersihan tangan dengan mencuci tangan setelah menyentuh unggas, menjaga kebersihan kandang apabila memelihara unggas, serta pastikan kamu mengonsumsi daging atau telur unggas yang sudah dimasak sampai matang.

Baca juga: Ditularkan Lewat Unggas, Flu Burung Berbahaya?

Selain itu, sebisa mungkin hindari mengonsumsi unggas liar hasil buruan karena kamu tidak tahu penyakit apa saja yang mungkin mereka bawa. Cara yang paling aman dengan membeli daging unggas yang sudah dipotong dan siap masak di swalayan atau pasar tradisional yang kebersihannya sudah terjamin.

Dengan begitu, kamu tidak perlu repot-repot memotong dan mencabuti bulu atau membersihkan isi unggas, sehingga kamu bisa meminimalkan risiko penyebaran flu burung.

Sampai saat ini memang belum ada vaksinasi khusus untuk mencegah virus flu burung. Namun, kamu bisa melakukan vaksinasi flu tiap tahunnya untuk menurunkan risiko terjadinya mutasi virus.

Referensi:
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2019. Information on Avian Influenza.

IDAI. Diakses pada 2019. Waspada Flu dan Flu Burung.

NHS. Diakses pada 2019. Bird Flu.
Web MD. Diakses pada 2019. Frequently Asked Questions About Bird Flu.
 

Mulai Rp50 Ribu! Bisa Konsultasi dengan Ahli seputar Kesehatan