• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Behavioral Therapy untuk Menangani Body Dysmorphic Disorder

Behavioral Therapy untuk Menangani Body Dysmorphic Disorder

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta – Body dysmorphic disorder adalah gangguan kesehatan mental ketika kamu tidak dapat berhenti memikirkan kekurangan dari penampilanmu. Ketika kamu mengalami body dysmorphic disorder, kamu akan sangat fokus pada penampilan dan citra tubuh. 

Berulang kali memeriksa cermin, melakukan perawatan diri secara berlebihan. Situasi ini membuat kamu tertekan dan sangat memengaruhi kemampuanmu menjalankan aktivitas sehari-hari. Behavioral therapy adalah salah satu cara untuk menangani kondisi ini. 

Baca juga: Bagaimana Mengatasi Gangguan Kepribadian Paranoid?

Ketahui Gejala Body Dysmorphic Disorder

Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, gangguan body dysmorphic ini ditandai dengan perasaan kalau selalu ada yang kurang dari penampilan. Adapun gejala detailnya adalah sebagai berikut: 

- Menjadi sangat disibukkan dengan kekurangan yang dirasakan terkait penampilan.

- Keyakinan yang kuat bahwa kamu memiliki cacat dalam penampilan .

- Meyakini kalau orang melihat penampilanmu secara negatif dan mengejekmu diam-diam.

- Terlibat dalam perilaku yang bertujuan untuk memperbaiki atau menyembunyikan kekurangan yang dirasakan yang sulit ditolak atau dikendalikan.

- Mencoba menyembunyikan kekurangan yang dirasakan dengan gaya, riasan, atau pakaian.

- Membandingkan penampilan diri dengan orang lain secara konstan.

- Sering mencari kepastian tentang penampilanmu dari orang lain.

- Memiliki kecenderungan perfeksionis.

- Mencari prosedur kosmetik demi kepuasan.

- Menghindari interaksi sosial.

- Terlalu fokus pada penampilan yang pada akhirnya menyebabkan tekanan atau masalah besar dalam kehidupan sosial.

Kalau kamu ingin tahu lebih lanjut mengenai gejala body dysmorphic disorder bisa ditanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Behavioral Therapy untuk Penanganan

Salah satu bentuk penanganan untuk body dysmorphic disorder adalah behavioral therapy. Terapi ini berfokus pada bagaimana kamu mempelajari pikiran negatif, reaksi emosional, dan perilaku yang berfokus pada penampilan serta kenapa hal-hal ini muncul.

Pada behavioral therapy kamu juga diajak untuk menantang pikiran negatif yang datang secara otomatis mengenai citra tubuh dan mempelajari cara berpikir yang lebih fleksibel dan positif. Mempelajari cara-cara alternatif untuk menangani desakan atau kebiasaan untuk memeriksa penampilan dan upaya meningkatkan kesehatan mental juga menjadi penanganan yang diterapkan dalam sesi terapi ini.

Baca juga: Pentingnya Terapi Kognitif Perilaku untuk Atasi OCD

Kamu dan terapis dapat membicarakan tujuan terapi dan mengembangkan rencana perawatan yang demi memperkuat keterampilan mengatasi masalah. Biasanya, terapi ini akan melibatkan anggota keluarga terutama bila pengidapnya adalah remaja.

Body dysmorphic disorder memerlukan perawatan dari ahli kesehatan mental. Namun, kamu dapat melakukan beberapa hal untuk mendisiplinkan diri demi mengurangi gangguan seperti:

1. Tetap berpegang pada rencana perawatan dan jangan melewatkan sesi terapi.

2. Pelajari tentang body dysmorphic disorder

3. Ketahui apa yang mungkin memicu gejala dan buatlah rencana agar kamu tahu apa yang harus dilakukan jika gejala muncul. 

Baca juga: Kaitan Depresi dengan Gangguan Obsesif Kompulsif

4. Hindari obat-obatan dan alkohol.

5. Aktif berolahraga. Aktivitas fisik dan olahraga dapat membantu mengelola banyak gejala, seperti depresi, stres, dan kecemasan. Pertimbangkan berjalan, joging, berenang, berkebun, atau melakukan aktivitas fisik lain yang kamu sukai. 

6. Buatlah jurnal untuk membantu kamu mengidentifikasi pikiran, emosi, dan perilaku negatif dengan lebih baik.

7. Jangan menjadi terisolasi. Cobalah untuk berpartisipasi dalam aktivitas normal dan berkumpul secara teratur dengan teman dan keluarga yang dapat menjadi pendukung sehat.

8. Jaga dirimu, konsumsi makanan sehat, tetap aktif secara fisik dan cukup tidur.

9. Bergabunglah dengan kelompok pendukung. Terhubung dengan orang lain yang menghadapi tantangan serupa.

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Body dysmorphic disorder
WebMD. Diakses pada 2020. Body Dysmorphic Disorder