Belum Ada Obatnya, Apakah Fenomena Raynaud Berbahaya?

Ditinjau oleh: Redaksi Halodoc
Fenomena Raynaud

Halodoc, Jakarta - Fenomena Raynaud bisa saja terjadi di segala usia. Penyakit ini biasanya akan timbul pada daerah yang mempunyai cuaca dingin. Namun, jangan khawatir, dengan menghindari faktor risikonya, kamu juga bisa menghindari terjadinya penyakit ini. Apakah fenomena Raynaud merupakan penyakit yang membahayakan?

Baca juga: Bisakah Fenomena Raynaud Sebabkan Komplikasi?

Fenomena Raynaud Bisa Terjadi Karena Suhu yang Dingin

Fenomena Raynaud merupakan kondisi yang menyebabkan berkurangnya aliran darah ke jari-jari tangan, jari kaki, telinga, dan ujung hidung. Kondisi ini biasanya terjadi karena paparan suhu dingin. Awalnya, kulit akan menjadi putih, kemudian membiru, lalu menjadi ungu atau merah.

Tanpa pengobatan, kondisi yang bisa berlangsung selama beberapa menit hingga beberapa jam ini, bisa berkembang menjadi luka atau borok yang dapat berkembang. Kulit di daerah yang terkena bisa saja mengalami kerusakan secara permanen, jika aliran darah dalam kondisi yang rendah dalam waktu yang lama

Ini Gejala yang Muncul pada Pengidap Fenomena Raynaud

Gejala yang muncul pada pengidap kondisi ini, yaitu:

  • Jari akan kehilangan warnanya.
  • Adanya pembengkakan, sensasi rasa hangat dan berdenyut pada daerah yang terkena.
  • Sensasi rasa nyeri, kesemutan dan mati rasa.
  • Selain jari-jari, area lain yang dapat terkena adalah kaki, hidung, dan telinga.

Ini Penyebab Terjadinya Fenomena Raynaud

Belum diketahui penyebab pasti fenomena Raynaud. Namun, dugaan sementara, fenomena ini terjadi karena pembuluh darah di jari kaki dan tangan bereaksi secara berlebihan terhadap suhu dingin. Akibatnya, terjadi penyempitan pembuluh darah arteri. Alhasil, sirkulasi darah di jari tangan atau jari kaki akan berkurang karena adanya penyempitan pada pembuluh darah kecil yang mengalirkan darah ke kulit.

Kondisi ini bisa disebabkan karena memasukkan tangan pada air dingin, mengambil sesuatu dari dalam freezer, atau seseorang yang berlibur atau berada dalam cuaca dingin dalam waktu yang lama. Selain karena dingin, fenomena Raynaud juga bisa terjadi karena stres dan gangguan emosional.

Baca juga: Jarang Diketahui, Ini 2 Penyebab Fenomena Raynaud

Fenomena Raynaud, Berbahayakah?

Hingga kini, belum ada obat yang mampu menyembuhkan penyakit ini. Namun, ketika gejala terjadi, pengidap bisa mendapatkan penanganan untuk mencegah timbulnya komplikasi. Seperti berpindah ke ruangan yang lebih hangat ketika gejala mulai muncul, hangatkan tangan atau kaki dengan berendam air hangat, pijat jari tangan atau kaki ketika kedinginan, bahkan kamu juga bisa melakukan teknik relaksasi bila gejala muncul saat stres.

Penanganan medis diperlukan jika gejala memburuk, misalnya dengan terapi obat hingga operasi saraf. Fenomena Raynaud yang dibiarkan tanpa penanganan, pengidapnya bisa saja berisiko mengalami gangrene dan skleroderma. Gangrene merupakan kondisi serius yang muncul ketika banyak jaringan tubuh mengalami nekrosis atau mati. Kondisi ini terjadi setelah seseorang mengalami luka, infeksi, atau masalah kesehatan kronis yang memengaruhi sirkulasi darah.

Sedangkan skleroderma merupakan penyakit autoimun yang ditandai dengan pengerasan dan penebalan kulit dan masalah pada organ dalam tubuh. Kondisi ini terjadi saat sistem imunitas tubuh menyerang jaringan ikat, sehingga kulit menjadi tebal atau keras.

Baca juga: Mengenal Fenomena Raynaud, Penyebab Jari Pucat dan Berubah Warna

Untuk itu, jagalah agar tubuh tetap hangat jika sedang berada di daerah beriklim dingin dengan menggunakan baju tebal. Selain itu, jangan lupa untuk menggunakan sarung tangan untuk mengeluarkan barang dari freezer. Jika kamu punya pertanyaan seputar masalah kesehatan, Halodoc bisa jadi solusinya! Kamu bisa diskusi langsung dengan dokter ahli melalui Chat atau Voice/Video Call. Yuk, download aplikasinya di Google Play atau App Store!