31 January 2019

Belum Bisa Disembuhkan, Multiple Sclerosis Sebabkan Gangguan Otak

Belum Bisa Disembuhkan, Multiple Sclerosis Sebabkan Gangguan Otak

Halodoc, Jakarta - Dari beberapa penyakit autoimun yang menyerang saraf, multiple sclerosis (MS) merupakan salah satu penyakit yang mesti diwaspadai. Gangguan saraf yang satu ini merupakan penyakit progresif yang muncul akibat sistem imun yang keliru. Alih-alih melindungi, sistem imun ini justru menyerang selaput pelindung saraf (mielin) dalam otak dan saraf tulang belakang. Saraf-saraf yang rusak ini lama-kelamaan akan mengeras dan membentuk jaringan parut atau sklerosis.

Baca juga: 4 Jenis-Jenis Penyakit Autoimun yang Sering Menyerang Wanita

Lalu, apa jadinya ketika ada bagian otak yang terganggu akibat multiple sclerosis? Nah, rusaknya mielin bisa menghalangi sinyal-sinyal persarafan yang dikirim melalui otak. Alhasil, akan terjadi miskomunikasi antara otak dengan bagian tubuh lain. Yang bikin resah, bila menyerang otak seseorang bisa saja lupa atau mengalami gangguan memori.

Ada Sederet Gejalanya

Yang perlu digarisbawahi dari MS, penyakit merupakan jenis penyakit yang tak bisa disembuhkan, terutama multiple sclerosis progresif primer. Pasalnya, belum ada metode penanganan yang efektif untuk MS jenis ini. Pengobatan yang diberikan dokter hanya untuk mengurangi gejala dan kekambuhan. Lalu, gejala-gejala apa saja yang akan dialami seseorang bila mengidap penyakit ini?

Gejala yang ditimbulkan bisa berbeda-beda pada tiap pengidapnya. Gejala ini akan bergantung pada lokasi serat-serat saraf yang diserang. Nah, berikut beberapa gejala umum yang biasanya terjadi.

Baca juga: Cara Pencegahan Tumor Otak yang Perlu Diketahui

  • Gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur atau penurunan kualitas penglihatan.

  • Rasa kebas atau lemas, umumnya pada satu sisi tubuh atau kaki.

  • Cara bicara yang tak jelas.

  • Otak menjadi kejang atau kaku.

  • Nyeri neuropati, contohnya kulit yang sangat sensitif, rasa sakit yang menusuk, ataupun sensasi terbakar.

  • Rasa atau sensasi geli atau nyeri pada bagian-bagian tubuh.

  • Timbulnya masalah pada kandung kemih atau pencernaan.

  • Adanya masalah seksual, misalnya disfungsi ereksi ataupun berkurang cairan dan kepekaan Miss V.

  • Gangguan mental, seperti kecemasan, depresi, ataupun emosi yang tak stabil.

  • Rasa kelelahan yang parah sekitar 90 persen pengidap MS mengalami hal ini.

  • Timbulnya gangguan pada kemampuan motorik dan keseimbangan.

Gejala-gejala di atas bisa muncul secara tak terduga, dan tak semua pengidapnya akan mengalami gejala tersebut secara keseluruhan. Selain itu, mungkin ada ada gejala lainnya yang tak disebutkan di atas, tapi dialami oleh pengidapnya. Mengenai gejala ini, ada sebagian pengidapnya yang mengalaminya untuk jangka panjang, dan ada pula yang merasakannya berkala.

Banyak Faktor Penyebab

Penyakit MS ini akan menyerang sistem kekebalan tubuh dan menyerang lapisan pembungkus saraf di otak atau sumsum tulang belakang. Sayangnya, sampai kini penyebab pasti dari MS belum diketahui pasti, tapi dicurigai sebagian besar akibat autiimun. Di samping itu,   ada beberapa kemungkinan yang bisa memicunya, seperti:

Baca juga: 5 Gejala Penyakit Saraf yang Perlu Diketahui

  • Meski bukan penyakit keturunan, tapi seseorang dengan anggota keluarga yang mengidap MS, cenderung memiliki kelainan gen yang sama. Diperkirakan sekitar 2–3 persen pengidap MS memiliki anggota keluarga yang mengidap penyakit ini.
  • Jenis Kelamin. Faktanya, MS lebih banyak diidap oleh wanita, dua kali lebih banyak ketimbang pria.
  • Kekurangan vitamin D.
  • Pengaruh infeksi tertentu.
  • Pengaruh kondisi autoimun tertentu.

Mau tahu lebih jauh mengenai penyakit di atas? Atau memiliki keluhan kesehatan lainnya? Kamu bisa kok bertanya langsung kepada dokter ahli melalui aplikasi Halodoc. Lewat fitur Chat dan Voice/Video Call, kamu bisa mengobrol dengan dokter ahli tanpa perlu ke luar rumah. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga di App Store dan Google Play!