Benarkah Air Alkali Picu Alkalosis?

Ditinjau oleh: dr. Fitrina Aprilia
Benarkah Air Alkali Picu Alkalosis?

Halodoc, Jakarta – Trend mengonsumsi air alkali mulai menjamur. Jenis air ini populer karena disebut mengandung tingkat pH yang lebih tinggi dan diklaim baik untuk kesehatan tubuh. Malahan, rutin mengonsumsi air alkali disebut bisa membantu mencegah kanker dan penyakit jantung. Pada air minum biasa, pH yang terkandung netral 7, sedangkan pada air alkali bisa mencapai pH 8 atau 9. Namun waspada, jangan terburu-buru terlena dengan klaim kesehatan air alkali. 

Meski memang memiliki kandungan pH yang lebih tinggi, belum tentu konsumsi jenis air ini akan lebih baik. Pada dasarnya, air alkali bisa didapat secara alami, tetapi belakangan banyak produk air minum kemasan yang dijual dipasaran dan disebut mengandung alkali. Perbedaannya ada pada proses mendapatkan air. Meski diklaim menyehatkan, sebaiknya waspadai risiko yang mungkin muncul dari konsumsi air alkali, salah satunya alkalosis. Bisakah? 

Baca juga: Hati-Hati, Alkalosis bisa Sebabkan Komplikasi Serius

Risiko Alkalosis Akibat Konsumsi Air Alkali 

Banyak yang percaya air alkali bisa membantu menstabilkan kadar pH dalam tubuh dan beberapa manfaat sehat lainnya. Jenis air ini disebut bisa memperlambat proses penuaan, mengobati tekanan darah tinggi, diabetes, batu ginjal, mencegah kanker, mengatasi penyakit jantung, hingga menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Namun perlu diingat, belum ada penelitian yang bisa membuktikan klaim tersebut. 

Malahan, ada yang menyebut bahwa air alkali bisa memicu efek samping bagi kesehatan tubuh. Sebenernya gak ada hubungannya minum air yang katanya tinggi pH sebabkan alkalosis. Sama kayak orang yang sering minum jeruk (air yang pH-nya asam) gak akan jadi asidosis. Alkalosis lebih sering terjadi pada orang muntah-muntah/diare atau kerusakan ginjal. Kalau Alkalosis aja, artinya pH tubuh yang lebih tinggi karena ion H+ numpuk dalam darah.

Air alkali mengandung kadar pH yang lebih tinggi dari air minum biasa. Meski risikonya kecil, minum air alkali disebut bisa meningkatkan risiko penyakit alkalosis menyerang. Jenis penyakit ini rentan menyerang orang yang mengidap penyakit ginjal atau paru-paru berat. Alkalosis menyebabkan berkurangnya kadar kalsium dalam tubuh, sehingga menimbulkan kerusakan pada tulang.

Baca juga: Tidak Perlu Lama, Bikin Tubuh Sehat Hanya Perlu 2 Jam

Penyakit ini terjadi saat darah dalam tubuh mengandung terlalu banyak basa atau alkali. Ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan penyakit ini menyerang, mulai dari kadar asam atau karbondioksida dalam tubuh berkurang, serta terdapat penurunan kadar elektrolit klorida dan kalium dalam tubuh. Kadar asam dan basa dalam darah ditetapkan melalui pemeriksaan dalam skala pH. 

Nilai pH normal adalah sekitar 7,4. Kadar pH lebih kecil dari normal menandakan kandungan asam dalam tubuh lebih banyak, sedangkan pH yang lebih besar dari normal menunjukkan kandungan basa dalam tubuh lebih banyak. Maka dari itu, sebaiknya hati-hati dalam mengonsumsi air alkali. 

Segera temui dokter jika mengalami gejala penyakit alkalosis seperti mual dan muntah, otot berkedut, lemas, merasa bingung, tremor, hingga kesemutan. Alih-alih memaksakan minum air alkali tanpa tahu pasti manfaat serta efek sampingnya, sebaiknya jaga selalu kesehatan tubuh dengan konsumsi cukup air putih. Hal ini penting untuk menghindari dehidrasi alias kekurangan cairan dalam tubuh yang bisa memicu penyakit. 

Baca juga: Kurang Minum, Kenali 5 Tanda Dehidrasi pada Kulit

Punya masalah kesehatan dan butuh saran dokter? Pakai aplikasi Halodoc saja. Kamu bisa dengan mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call dan Chat. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Health. Diakses pada 2019. What Is Alkaline Water, and Can It Really Help with Heartburn? 
Healthline. Diakses pada 2019. Alkaline Water: Benefits and Risks. 
Medscape. Diakses pada 2019. Drugs & Diseases. Metabolic Alkalosis.