• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Anak Alami Genitalia Ambigu Berisiko Alami Kanker?

Benarkah Anak Alami Genitalia Ambigu Berisiko Alami Kanker?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Bayi yang baru lahir memiliki risiko mengalami genitalia ambigu. Meski langka, kondisi ini sebaiknya diwaspadai. Genitalia ambigu adalah kondisi yang memicu kesulitan dalam menentukan jenis kelamin bayi yang baru lahir. Sebab, bayi yang mengalami kondisi ini memiliki alat kelamin yang tidak terbentuk sempurna. Alhasil, menjadi sulit untuk menentukan apakah bayi tersebut laki-laki atau perempuan.

Lantas, apa saja hal yang menandakan bayi mengalami genitalia ambigu? Penyebab terjadinya ambiguous genitalia berbeda untuk bayi laki-laki dan perempuan. Kondisi ini tergolong langka, tetapi jika tidak ditangani dengan tepat bisa memicu komplikasi berupa kanker dan masalah kesuburan alias mandul. Simak penjelasannya di bawah ini!

Baca juga: Adakah Cara Mencegah Genitalia Ambigu? 

Komplikasi Genitalia Ambigu pada Bayi 

Sebelumnya perlu diketahui, faktor pembentukan jenis kelamin pada seorang bayi adalah keberadaan kromosom Y. Jika terdapat kromosom Y pada sel janin, maka bayi akan berjenis kelamin laki-laki. Sebaliknya, jika tidak ada kromosom Y, maka janin tersebut akan menjadi perempuan. Nah, genitalia ambigu bisa muncul akibat ada gangguan pada jumlah kromosom pembentuk jenis kelamin tersebut. 

Ambiguous genitalia pada bayi terkadang sudah bisa dideteksi sejak masih berada di dalam kandungan. Namun dalam beberapa kasus, kondisi ini bisa saja baru terlihat dan diketahui setelah bayi lahir. Tingkat keparahan ambiguous genitalia pada bayi bergantung dari penyebab dan waktu terjadinya kelainan seksual tersebut.

Pertanyaannya, apakah genitalia ambigu bisa meningkatkan risiko anak mengalami kanker? Jawabannya bisa saja. Jika tidak ditangani dengan tepat, penyakit yang bersifat langka ini bisa memicu komplikasi, salah satunya meningkatkan risiko kanker. Genitalia ambigu disebut bisa meningkatkan risiko beberapa jenis kanker, terutama yang berkaitan dengan organ reproduksi. 

Baca juga: Pemeriksaan untuk Diagnosis Genitalia Ambigu

Selain itu, kelainan ini juga bisa menimbulkan komplikasi berupa masalah kesuburan. Dalam jangka panjang, genitalia ambigu disebut bisa meningkatkan risiko seseorang mengalami kemandulan. Kendati begitu, komplikasi yang satu ini sebenarnya bisa dihindari dan pengidap genitalia ambigu yang mendapatkan pengobatan tepat masih memiliki peluang untuk mengalami atau memberikan kehamilan.

Sebenarnya, kondisi ini jarang membahayakan bayi. Namun, genitalia ambigu bisa saja menyebabkan masalah pada kualitas hidup anak kelak. Kondisi ini bisa meningkatkan risiko anak mengalami masalah pada kehidupan seksualnya di masa depan. Selain beda penyebabnya, gejala atau tanda genitalia pada bayi laki-laki dan perempuan juga berbeda. 

Ambiguous genitalia pada bayi yang secara genetik adalah perempuan dapat dikenali dari tanda-tanda seperti bentuk labia yang lebih bengkak dan tertutup, pembesaran klitoris yang membuat bagian ini terlihat, seperti penis berukuran kecil, serta lubang saluran kemih dapat terletak di atas klitoris, di bawah klitoris, ataupun di daerah klitoris.

Tanda-tanda tersebut sering membuat bayi perempuan yang mengalami genitalia ambigu diduga sebagai bayi laki-laki yang mengidap kriptorkismus. Sementara pada bayi laki-laki. genitalia ambigu bisa ditandai dengan ciri seperti hipospadia, ukuran penis yang sangat kecil, lubang saluran kemih terletak dekat dengan skrotum, testis tidak berkembang, serta skrotum yang menyerupai labia dengan kriptorkismus, dengan atau tanpa penis yang kecil.

Baca juga: Pilihan Pengobatan Genitalia Ambigu pada Anak

Cari tahu lebih lanjut seputar genitalia ambigu dan apa saja komplikasi yang bisa muncul dengan bertanya pada dokter ahli di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play! 

Referensi:
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Ambiguous genitalia.
Drugs. Diakses pada 2020. Ambiguous genitalia.
Boston Children’s Hospital. Diakses pada 2020. Ambiguous Genitalia | Symptoms & Causes.