Benarkah Antibiotik Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Benarkah Antibiotik Tingkatkan Risiko Kanker Usus Besar?

Halodoc, Jakarta – Antibiotik adalah jenis obat-obatan yang berfungsi mengobati bakteri penyebab infeksi. Obat ini bekerja dengan membunuh bakteri atau memutus rantai perkembangannya. Mengingat obat ini dikhususkan untuk mengobati bakteri, antibiotik tidak bekerja untuk mengobati flu, sakit tenggorokan, bronkitis yang disebabkan oleh virus. 

Baca Juga: Ini Jenis-Jenis Penyakit yang Memerlukan Antibiotik

Usus manusia cenderung dipenuhi oleh bakteri baik dan buruk, mengonsumsi antibiotik  tidak jarang memengaruhi sistem pencernaan ketika obat ini mengobati infeksi. Bahkan, baru-baru ini ada penelitian yang beredar bahwa mengonsumsi antibiotik meningkatkan risiko kanker usus besar. Benarkah demikian? Simak di sini untuk ulasannya.

Alasan Antibiotik Meningkatkan Risiko Kanker Usus Besar

Semakin tinggi penggunaan antibiotik, maka semakin tinggi pula peluang terjadinya kanker usus besar. Hal ini disebabkan karena antibiotik, seperti penisilin dan sefalosporin membunuh bakteri yang bisa bersifat baik atau buruk. Risiko ini meningkat pada orang-orang yang menggunakan antibiotik untuk jangka waktu yang lebih lama, yakni sekitar 30-60 hari.

Penggunaan antibiotik dalam jangka waktu lama dilakukan oleh individu yang mengalami sakit parah. Hubungannya terhadap kanker usus besar, antibiotik memengaruhi mikrobioma usus. Mikrobioma usus mengacu pada sekumpulan besar bakteri dan mikroba lain yang secara alami mengisi usus besar. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa keseimbangan mikroba di sana mungkin memiliki efek luas pada kesehatan.

Adanya gangguan pada mikrobioma usus dapat memberi jalan bagi pertumbuhan bakteri dengan potensi yang memicu kanker. Penelitian menunjukkan bahwa bakteri, seperti E. coli berkontribusi terhadap kanker usus besar dalam beberapa kasus. Karena alasan tersebut, sebaiknya hindari menggunakan antibiotik untuk kasus infeksi virus biasa atau menggunakan dalam jangka waktu panjang. 

Baca Juga: Mengidap Kanker Usus Besar, Ini Gejalanya

Upaya Pencegahan Kanker Usus Besar

Adapun berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah kanker usus besar. Salah satu langkah pencegahan utama adalah dengan melakukan skrining sedini mungkin. Skrining dikhususkan kepada individu yang berusia di atas 50 tahun dan pemilik riwayat keluarga kanker usus besar. Bicaralah tentang pilihan tes yang sesuai dengan dokter. Kalau kamu butuh memeriksakan diri ke dokter, kini kamu bisa membuat janjinya melalui Halodoc. Tinggal pilih dokter di rumah sakit yang tepat sesuai dengan kebutuhan kamu lewat aplikasi.

Kamu juga dapat mengikuti langkah-langkah untuk mengurangi risiko kanker usus besar dengan membuat perubahan dalam kehidupan sehari-hari, seperti:

  • Perbanyak konsumsi buah, sayuran, dan biji-bijian. Makanan sehat ini mengandung vitamin, mineral, serat dan antioksidan yang berperan dalam pencegahan kanker;

  • Batasi jumlah alkohol yang diminum tidak lebih dari satu gelas sehari untuk wanita dan dua gelas sehari untuk pria;

  • Berhenti merokok;

  • Cobalah berolahraga setidaknya 30 menit setiap hari;

  • Pertahankan berat badan yang sehat. Kalau kamu memiliki berat badan yang sehat, berusahalah untuk mempertahankan berat badan dengan menggabungkan diet sehat dengan olahraga setiap hari. Kalau kamu perlu menurunkan berat badan, tanyakan kepada dokter tentang cara yang aman.

Baca Juga: 4 Makanan Sehat untuk Mencegah Kanker Usus Besar

Itulah upaya-upaya yang dapat kamu lakukan untuk mencegah kanker usus besar. Selain melakukan pola hidup seperti di atas, sebaiknya pertimbangkan kembali ketika mengonsumsi antibiotik. Selalu bicarakan dengan dokter terkait risiko penggunaan antibiotik dalam jangka waktu panjang.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019. More Antibiotics, Higher Odds for Colon Cancer?.
Mayo Clinic. Diakses pada 2019. Colon cancer.