• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Asam Lambung Memicu Serangan Jantung?

Benarkah Asam Lambung Memicu Serangan Jantung?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
undefined

Halodoc, Jakarta – Jantung menjadi salah satu organ tubuh yang cukup penting untuk kehidupan. Dengan begitu, berbagai cara banyak dilakukan untuk menjaga jantung dari berbagai gangguan kesehatan. Ada banyak penyakit yang menyerang jantung, salah satunya adalah serangan jantung. Serangan jantung adalah kondisi darurat ketika proses pengiriman oksigen menuju jantung mengalami pemutusan atau terhenti. 

Baca juga: Bukan Cuma Mag, Ini Penyebab Asam Lambung Naik

Pertolongan yang tepat dan cepat dapat menolong seseorang agar dapat tetap hidup. Ya, serangan jantung menjadi salah satu penyakit yang menentukan hidup dan mati seseorang. Lalu, bagaimana serangan jantung dapat terjadi? Apakah benar asam lambung memicu seseorang mengalami serangan jantung?

Asam Lambung Tingkatkan Risiko Serangan Jantung, Benarkah?

Penyakit asam lambung, yang dikenal sebagai GERD adalah penyakit yang menyebabkan rasa panas seperti terbakar pada area dada akibat asam lambung yang naik menuju kerongkongan. Ya, umumnya gejala yang disebabkan oleh penyakit asam lambung mirip dengan gejala penyakit jantung yaitu nyeri dada, sehingga banyak masyarakat yang mengatakan bahwa asam lambung meningkatkan risiko serangan jantung.

Menurut dr. Ari Fahrial Syam, SpPD-KGEH, dekan di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, tidak ada hubungannya penyakit asam lambung atau GERD dengan risiko serangan jantung. Serangan jantung dan asam lambung sering dikaitkan karena kedua penyakit ini memiliki gejala yang hampir serupa, seperti sensasi nyeri pada dada dan ulu hati.

Ada beberapa gejala yang sebaiknya diketahui terkait penyakit asam lambung, seperti sensasi rasa terbakar atau heartburn. Umumnya, sensasi heartburn yang dirasakan oleh pengidap penyakit asam lambung semakin parah ketika mengonsumsi makanan atau berbaring serta disertai mual serta muntah.

Baca juga: Khasiat Jahe untuk Pengidap Asam Lambung

Sedangkan, gejala serangan jantung tidak seperti itu. Gejala serangan jantung juga dirasakan berbeda oleh setiap pengidapnya dan disesuaikan dengan tingkat keparahan penyakit bahkan usia pengidap. Rasa nyeri pada dada umumnya disertai tubuh berkeringat, tubuh lemas, dan pusing.

Segera periksakan kesehatan pada rumah sakit terdekat ketika kamu mengalami gejala kesehatan yang disertai nyeri dada. Kini membuat janji dengan dokter bisa melalui Halodoc. Lebih mudah dan praktis, sehingga tidak perlu mengantre lagi sesampainya di rumah sakit.

Nyeri Ulu Hati pada Serangan Jantung dan Penyakit Lambung

Meskipun ada gejala yang serupa, tidak ada salahnya untuk mengetahui dengan pasti ulu hati dan nyeri dada yang dialami. Penanganan yang tepat membantu untuk mengatasi penyakit dengan lebih cepat, yaitu:

1. Nyeri Ulu Hati pada Serangan Jantung

Gejala nyeri ulu hati yang disebabkan oleh serangan jantung ditandai dengan kemunculan rasa nyeri ulu hati yang mendadak. Rasa nyeri tidak hanya pada bagian dada, namun menjalar ke bagian tubuh yang lain, seperti rahang, leher, dan lengan. Rasa nyeri yang dirasakan juga meningkat dalam hitungan menit. Rasa nyeri juga dirasakan seperti tertusuk dan ketika kamu melakukan aktivitas, rasa nyeri akan terasa lebih sakit.

2. Nyeri Ulu Hati pada Penyakit Lambung

Nyeri ulu hati yang dialami saat seseorang alami asam lambung, seperti sensasi panas terbakar, terkadang nyeri dada disertai dengan keluarnya isi lambung berupa makanan atau minuman, mereda saat mengonsumsi obat asam lambung, dan disertai dengan perut yang begah dan kembung.

Baca juga: 3 Jenis Serangan Jantung yang Perlu Diwaspadai

Itulah ciri dari gejala penyakit asam lambung dan serangan jantung yang perlu diketahui. Gejala yang dirasakan sebaiknya segera atasi dengan tepat agar kesehatan dapat membaik.

Referensi:
American Heart Association. Diakses pada 2020. Warning Signs of a Heart Attack
American College of Gastroenterology. Diakses pada 2020. Acid Reflux
Health. Diakses pada 2020. Heartburn or Heart Attack? How To Tell the Difference