• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Basal Cell Carcinoma Disebabkan karena Faktor Genetik?

Benarkah Basal Cell Carcinoma Disebabkan karena Faktor Genetik?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim

Halodoc, Jakarta - Basal cell carcinoma menjadi salah satu jenis kanker kulit yang menyerang pada bagian sel basal. Normalnya, sel basal menjadi pelapis epidermis, merupakan sel kulit yang menggantikan sel lama dengan sel baru yang lebih sehat. Namun, kanker yang menyerang sel basal ini menunjukkan adanya tumor yang terlihat seperti luka, benjolan, pertumbuhan kulit, atau bercak merah. 

Meski sebagian besar kasus penyakit kulit ini tidak menyebar ke organ atau bagian tubuh lainnya alias tidak bermetastasis, kecenderungan untuk munculnya kecacatan pada kulit masih tetap ada. Namun, pada beberapa kasus yang terbilang langka, basal cell carcinoma bisa menyebar ke bagian tubuh lainnya, dan jika ini terjadi, akan sangat membahayakan. 

Benarkah karena Faktor Genetik?

Sebenarnya, basal cell carcinoma terjadi ketika salah satu sel basal kulit mengalami mutasi DNA. Dilansir dari Mayo Clinic, sel basal ditemukan pada bagian bawah epidermis atau lapisan kulit yang paling luar. Sel basal akan menghasilkan sel kulit yang baru. Ketika sel kulit baru diproduksi, maka kondisi ini menggantikan sel lama yang telah rusak.

Baca juga: Bisakah Basal Cell Carcinoma Terjadi di Payudara Wanita?

Nah, proses menciptakan sel kulit baru ini dikendalikan oleh DNA sel basal. DNA berisi instruksi yang memberitahu sel apa yang harus dilakukan. Mutasi akan memberitahu sel basal untuk berkembang biak dengan cepat dan terus tumbuh ketika seharusnya telah mati. Akhirnya, akumulasi sel abnormal dapat membentuk kanker, lesi yang muncul pada kulit. 

Banyak kerusakan pada DNA dalam sel basal diduga terjadi karena radiasi sinar UV yang ditemukan di bawah sinar matahari. Lalu, benarkah ada peranan genetika alias keturunan dalam penyakit ini?

Ternyata, bukan menjadi penyebab, faktor genetik lebih mengarah pada faktor risiko. Jadi, jika ada keluarga yang memiliki riwayat penyakit ini, kamu memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalaminya, bukan berarti akan langsung menurunkan penyakit yang sama, seperti dilansir dari laman Healthline. 

Baca juga: Jenis Pengobatan untuk Atasi Karsinoma Sel Basal

Selain itu, faktor risiko lainnya termasuk memiliki warna kulit yang lebih terang, memiliki kulit yang berbintik atau mudah terbakar, memiliki sindrom yang menyebabkan kanker kulit, seperti gangguan pada kulit, sistem saraf, atau kelenjar endokrin, berjenis kelamin pria, mengalami paparan sinar matahari kronis, paparan terapi radiasi, arsenik, dan faktor usia. 

Mengenali Gejala Basal Cell Carcinoma

Dikutip dari laman WebMD, mulanya, basal cell carcinoma akan tampak seperti benjolan kecil yang terlihat seperti tahi lalat berwarna daging atau jerawat yang tidak bisa hilang. Terkadang, pertumbuhan sel kanker juga bisa terlihat berwarna lebih gelap dibandingkan dengan warna kulit normal, bisa juga bercak berwarna merah muda atau mengilap dengan sedikit sisik. 

Namun, ada gejala lain yang perlu diwaspadai, yaitu pertumbuhan kulit yang keras dan seperti berlapis oleh lilin. Tidak hanya itu, basal cell carcinoma juga bersifat rapuh dan mudah mengeluarkan darah. 

Baca juga: Prosedur Elektrodesikasi untuk Atasi Karsinoma Sel Basal

Jadi, kamu harus segera melakukan pemeriksaan menyeluruh ke rumah sakit atau ahli kulit ketika mendapati adanya gejala yang mengarah pada basal cell carcinoma. Jangan lupa, selalu gunakan aplikasi Halodoc setiap kali kamu berobat ke rumah sakit, karena lebih mudah dan tidak ribet. Bahkan, kamu bisa kok bertanya seputar masalah kesehatan langsung pada dokter ahlinya melalui fitur chat dengan dokter

Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2020. Basal Cell Carcinoma.
Healthline. Diakses pada 2020. Basal Cell Carcinoma.
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Basal Cell Carcinoma.