• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Bayi Lahir Prematur Lebih Mudah Sakit?

Benarkah Bayi Lahir Prematur Lebih Mudah Sakit?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Benarkah Bayi Lahir Prematur Lebih Mudah Sakit?

Halodoc, Jakarta – Bayi biasanya dilahirkan di usia kehamilan 37-42 minggu, namun beberapa bayi lahir lebih cepat. Bila bayi lahir di bawah usia 27 minggu, bayi tersebut bisa dikatakan lahir prematur

Bayi prematur belum tumbuh dan berkembang sebagaimana semestinya. Selain itu, kelahiran lebih cepat juga membuat bayi prematur lebih mudah sakit dibanding bayi yang lahir cukup bulan.

Baca juga: 5 Penyebab Bayi Lahir Prematur

Risiko Kesehatan Bayi Prematur

Karena lahir lebih awal, bayi prematur memiliki sistem kekebalan yang belum sempurna, sehingga mereka lebih mudah sakit daripada bayi yang lahir cukup bulan. Selain itu, organ-organ mereka juga belum siap sepenuhnya untuk bekerja dengan sendirinya. Karena itu, bayi prematur juga berisiko mengalami masalah kesehatan. Secara umum, semakin awal bayi lahir, semakin besar risiko kesehatan yang dimilikinya.

Baca juga: Bayi Lahir Prematur Berisiko Alami Gangguan Kesehatan Ini

Tips Merawat Bayi Prematur

Meskipun bayi prematur lebih mudah sakit daripada bayi yang lainnya, orangtua bisa mengikut beberapa langkah sederhana berikut untuk menjaga kesehatan Si Kecil:

  • Rajin Mencuci Tangan

Mencuci tangan adalah cara terbaik dan sangat penting untuk menjaga kesehatan bayi prematur. Cara ini mencegah bayi terpapar kuman yang mungkin menempel di tangan ibu saat ibu beraktivitas sehari-hari.

Cucilah tangan ibu setiap kali kotor dan setelah mengganti popok atau pergi ke kamar mandi. Selain itu, cuci tangan atau gunakan hand sanitizer pada saat-saat berikut:

  • Setelah bepergian dari mana pun.
  • Setelah mengolah masakan mentah.
  • Setelah bersin atau membuang ingus.
  • Tanyakan Tentang Vaksin RSV

Respiratory syncytial virus (RSV) adalah virus yang berbahaya bagi bayi prematur. Meskipun virus tersebut hanya menyebabkan flu parah pada orang dewasa dan anak-anak yang sehat, RSV bisa menyebabkan kesulitan bernapas pada bayi prematur dan merupakan penyebab nomor satu bayi prematur masuk rumah sakit.

Mencuci tangan adalah cara pertama untuk mencegah RSV, tapi Si Kecil mungkin juga perlu mendapatkan Synagis, vaksin RSV. Vaksin ini mengandung antibodi yang diproduksi untuk melawan virus RSV. Vaksin diberikan setiap bulan selama musim RSV untuk melindungi bayi prematur dari penyakit tersebut.

  • Berikan Vaksin Flu

Selain RSV, flu juga bisa membuat bayi prematur sakit parah. Penyakit tersebut bisa dicegah dengan memberikan vaksin flu, tapi vaksin tersebut hanya boleh diberikan untuk bayi di atas 6 bulan. Bila bayi prematur ibu berusia kurang dari 6 bulan, ada beberapa cara yang bisa ibu lakukan untuk melindunginya dari penyakit tersebut. 

Selain rajin mencuci tangan, penting bagi siapapun yang menangani atau melakukan kontak dengan bayi untuk mendapatkan vaksin flu. Orangtua, pengasuh, saudara, semua harus mendapatkan vaksin flu untuk mencegah penularan flu pada bayi prematur.

  • Hindari Kerumunan

Wajar bila keluarga dan teman-teman ingin bertemu dengan bayi yang baru lahir. Namun, bila bayi ibu lahir prematur, kesehatan Si Kecil harus jadi prioritas. Hindari membawa bayi ke pertemuan yang ramai, dan mintalah orang-orang yang berkunjung untuk mencuci tangan mereka sebelum melakukan kontak dengan bayi. Hindari membawa bayi ke tempat-tempat yang ramai sampai bayi lebih kuat dan dokter anak memperbolehkan. 

  • Jangan Merokok

Paparan asap tembakau bisa membuat bayi prematur berisiko mengalami sejumlah kondisi, termasuk RSV dan penyakit pernapasan lainnya. Oleh karena itu, cara paling baik bagi orangtua dan bayi adalah dengan tidak merokok sama sekali.

Bila ibu atau suami merokok, jangan pernah merokok di dalam rumah atau dekat dengan bayi.

Baca juga: Waspada, Ini Bahaya Asap Rokok pada Bayi dan Ibu Hamil

Nah, itulah penjelasan tentang bayi prematur yang lebih mudah sakit dibanding bayi lainnya. Bila ibu ingin tahu lebih lanjut tentang cara merawat bayi prematur, tanyakan saja pada dokter spesialis anak melalui aplikasi Halodoc. Melalui Video/Voice Call dan Chat, ibu juga bisa minta saran kesehatan pada dokter bila bayi sakit. Yuk, download aplikasinya sekarang juga.

Referensi:
Very Well Family. Diakses pada 2020. How to Keep Your Premature Baby Healthy During Flu Season