Benarkah Bayi Lahir Prematur Rentan Alami Hidrokel?

Benarkah Bayi Lahir Prematur Rentan Alami Hidrokel?

Halodoc, Jakarta - Hidrokel adalah jenis pembengkakan di skrotum yang terjadi ketika cairan terkumpul pada selubung tipis yang mengelilingi testis. Hidrokel umum terjadi pada bayi baru lahir dan biasanya menghilang tanpa pengobatan pada usia satu tahun.

Anak laki-laki yang lebih tua dan pria dewasa dapat terserang hidrokel karena peradangan atau cedera di skrotum. Hidrokel biasanya tidak menyakitkan atau berbahaya dan mungkin tidak memerlukan perawatan apa pun. Namun, jika anak ibu mengalami pembengkakan skrotum, segera temui dokter untuk memastikannya.

Umumnya, gangguan pada skrotum tersebut terjadi pada saat bayi lahir. Paling tidak sekitar 5 persen dari anak laki-laki yang baru lahir dapat mengidap hidrokel. Selain itu, bayi yang lahir secara prematur mempunyai risiko yang lebih tinggi terhadap hidrokel.

Apa Penyebabnya?

Hidrokel dapat terbentuk sebelum bayi tersebut lahir. Biasanya, testis turun dari rongga perut bayi yang sedang berkembang ke skrotum. Kantung dari masing-masing testis, memungkinkan cairan mengelilingi testis. Pada orang yang normal, setiap kantung tertutup dan cairan diserap.

Terkadang, cairan tetap berada di tempatnya setelah kantung ditutup. Cairan biasanya diserap secara bertahap dalam tahun pertama kehidupan. Kendati demikian, kadang-kadang kantung skrotum tersebut tetap terbuka. Kantung dapat mengubah ukuran atau jika kantung skrotum ditekan, cairan dapat mengalir kembali ke perut.

Baca Juga : Hidrokel Bisa Jadi Gejala Penyakit Serius

Alami Hidrokel, Ini Gejalanya

Hidrokel yang terjadi tidak menimbulkan rasa sakit. Satu-satunya gejala yang akan terlihat adalah pada salah satu atau kedua testis anak ibu akan terlihat bengkak. Bahkan, jika anak ibu tidak kesakitan, harus tetap menemui dokter anak. Tujuannya adalah untuk memastikan agar tidak memiliki masalah kesehatan lain yang menyebabkan pembengkakan, seperti infeksi, tumor, atau hernia.

Pembengkakan dari salah satu tipe hidrokel tidak menyebabkan perubahan dalam ukuran. Hidrokel yang berkomunikasi dapat menjadi lebih besar di siang hari. Di samping itu, jika kamu memegangnya dengan lembut, cairan akan keluar dari skrotum dan masuk ke perutnya.

Baca Juga : Bayi Mengidap Hidrokel, Ini yang Harus Dilakukan Orangtua

Diagnosis Hidrokel

Untuk mendiagnosis hidrokel, dokter akan melakukan pemeriksaan fisik. Jika anak ibu memiliki hidrokel, skrotum akan mengalami pembengkakan. Namun, kamu tidak akan merasa sakit. Selain itu, dokter tidak akan bisa merasakan gangguan pada testis dengan baik melalui kantong berisi cairan.

Dokter mungkin memeriksa kelembutan di skrotum dan menyinari skrotum atau disebut dengan transillumination. Hal ini memungkinkan dokter untuk menentukan apakah ada cairan dalam skrotum. Jika ada cairan, skrotum akan memungkinkan transmisi cahaya dan skrotum akan tampak menyala dengan melewati cahaya.

Namun, jika pembengkakan skrotum disebabkan oleh massa yang padat, cahaya tidak akan bersinar melalui skrotum. Tes ini tidak memberikan diagnosis pasti, tetapi bisa sangat membantu.

Dokter kamu mungkin juga memberikan tekanan pada perut untuk memeriksa kondisi lain yang disebut hernia inguinalis. Hal ini dapat terjadi ketika bagian dari usus kecil menonjol melalui selangkangan, karena titik lemah di dinding perut. Walaupun biasanya tidak mengancam jiwa, dokter dapat merekomendasikan operasi untuk memperbaikinya.

Dokter juga mungkin mengambil sampel darah atau urine untuk menguji infeksi. Lebih jarang, dokter mungkin akan memberikan pemeriksaan ultrasonografi untuk memeriksa hernia, tumor, atau penyebab pembengkakan skrotum lainnya.

Baca Juga : Awas, Bahaya Hidrokel yang Bikin Testis Nyeri

Itulah pembahasan apabila bayi yang lahir secara prematur lebih berisiko untuk terserang hidrokel. Jika kamu mempunyai pertanyaan perihal gangguan tersebut, dokter dari Halodoc siap membantu. Caranya yaitu dengan download aplikasi Halodoc di smartphone kamu!