• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Bipolar Diturunkan dalam Keluarga?

Benarkah Bipolar Diturunkan dalam Keluarga?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta – Memiliki kesehatan yang optimal tentunya menjadi keinginan semua orang. Berbagai cara dilakukan agar terhindar dari berbagai gangguan kesehatan, tetapi sayangnya masih ada beberapa penyakit yang dapat diturunkan melalui faktor genetik ataupun riwayat dalam keluarga. Tidak hanya kesehatan fisik, nyatanya ada beberapa gangguan kesehatan mental yang dapat diturunkan dalam keluarga, salah satunya adalah gangguan bipolar.

Baca juga: Kenali Fase Gejala Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar sendiri merupakan gangguan kesehatan mental yang ditandai dengan perubahan suasana hati yang drastis. Pengidap bipolar nyatanya dapat mengalami gejala mania atau gejala depresif secara bergantian. Tidak hanya faktor keturunan atau genetik, nyatanya gangguan bipolar sendiri dapat disebabkan oleh beberapa faktor pemicu lainnya. Berikut ulasan yang bisa kamu ketahui mengenai fakta penyebab gangguan bipolar.

Gangguan Bipolar dapat Terjadi Akibat Riwayat Keluarga

Saat seseorang mengalami kondisi bahagia yang cukup ekstrim, tetapi beberapa saat kemudian ia mengalami kondisi sedih yang sangat mendalam, sebaiknya kamu perlu waspada terhadap kondisi gangguan bipolar. Pengidap bipolar umumnya akan mengalami dua gejala yang menjadi ciri khas dari gangguan bipolar, yaitu gejala mania yang dapat berupa rasa bahagia yang berlebihan, hingga menyebabkan pengidap bipolar berbicara sangat cepat, merasa terlalu bersemangat, percaya diri secara berlebihan, keinginan tidur menurun, hingga tidak nafsu makan.

Sedangkan gejala depresif terjadi ketika pengidap bipolar merasa sedih yang cukup dalam hingga menyebabkan putus asa, tidak bersemangat, tidak dapat beraktivitas, merasa kesepian, tidak berguna, bahkan hingga memiliki keinginan untuk bunuh diri. Perubahan dapat terjadi secara tiba-tiba, tetapi diantara perubahan gejala ada fase suasana hati atau emosi pengidap menjadi lebih normal. 

Lalu, benarkah gangguan bipolar terjadi akibat adanya faktor keluarga? Gangguan bipolar sendiri nyatanya dikaitkan dengan gangguan neurotransmitter pada otak yang berfungsi untuk mengendalikan otak. Namun, gangguan neurotransmitter dapat disebabkan adanya faktor lain, salah satunya adalah faktor keluarga.

Melansir dari Depression and Bipolar Support Alliance, gangguan bipolar dapat terjadi ketika seseorang memiliki riwayat keluarga dengan kondisi yang serupa. Tidak hanya itu, adanya faktor lain, seperti tingkat stres yang cukup tinggi, penggunaan obat terlarang, dan pengalaman dengan peristiwa yang traumatis dapat menyebabkan seseorang mengalami gangguan bipolar.

Tidak hanya itu, melansir WebMD, anak-anak dengan salah satu orangtua mengalami gangguan bipolar nyatanya dapat berpotensi mengalami gangguan bipolar sebesar 10–25 persen. Anak-anak dengan kedua orangtua mengalami gangguan bipolar nyatanya berisiko 10–50 persen.

Baca juga: Jangan Berasumsi, Ini Cara Diagnosis Gangguan Bipolar

Atasi Gangguan Bipolar

Jangan ragu untuk segera lakukan pemeriksaan pada rumah sakit terdekat ketika kamu atau kerabat dekat mengalami gejala yang terkait dengan gangguan bipolar. Pemeriksaan untuk mendeteksi gangguan bipolar dapat dilakukan dengan beberapa cara, seperti pengamatan pola perilaku dan juga berpikir pasien. Tidak hanya itu, biasanya tim medis juga akan bertanya mengenai riwayat keluarga terhadap gangguan bipolar.

Jika kamu dideteksi mengalami gangguan bipolar, ada beberapa penanganan yang dapat dilakukan. Pengobatan yang dilakukan bukan untuk menghilangkan gangguan bipolar, tetapi guna meringankan serta meredakan gejala yang dialami oleh pengidap bipolar.

Pengobatan dapat dilakukan dengan tindakan psikoterapi. Ada beberapa metode psikoterapi yang kerap dilakukan untuk mengatasi gangguan bipolar, seperti interpersonal and social rhythm therapy, cognitive and behavioral therapy, serta psychoeducation. Biasanya, saat melakukan tindakan psikoterapi peran keluarga juga sangat dibutuhkan agar terapi yang dilakukan dapat menunjukkan hasil yang optimal.

Baca juga: 4 Hal yang Perlu Diketahui Tentang Gangguan Bipolar

Selain tindakan terapi, perubahan pola hidup sehat menjadi cara lain untuk menekan munculnya gejala gangguan bipolar. Hindari penggunaan alkohol, obat terlarang, dan kelola tingkat stres dengan baik untuk menekan munculnya gejala pada pengidap bipolar.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2020. Bipolar Disorder: Who’s At Risk?
Neuroscience. Diakses pada 2020. The Genetics of Bipolar Disorder.
Depression and Bipolar Support Alliance. Diakses pada 2020. Bipolar Disorder.