• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Endometriosis Pengaruhi Kesuburan?

Benarkah Endometriosis Pengaruhi Kesuburan?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Endometriosis adalah kondisi yang mempengaruhi wanita, sebuah lapisan dalam rahim yang diproduksi tubuh wanita setiap bulan jika terjadi implantasi sel telur. Apabila pembuahan tidak terjadi selama bulan-bulan tertentu, maka tubuh melepaskan endometrium dan menstruasi akan terjadi. Kondisi ini umumnya mempengaruhi kesuburan wanita. 

Terkadang, jaringan endometrium ini keluar dari ujung tuba falopi dan masuk ke perut. Pada beberapa wanita, jaringan tersebut akan menempel pada organ lain. Hormon yang dibuat pada siklus menstruasi berikutnya merangsang jaringan ekstra ini untuk tumbuh dan kemudian melepaskannya seperti jaringan di dalam rahim. Namun, pendarahan dan pelepasan jaringan ini tidak dapat keluar dari tubuh, yang menyebabkan peradangan dan iritasi jaringan lokal. Peradangan menyebabkan nyeri yang sering dialami pengidap endometriosis. 

Baca juga: Waspadai 4 Nyeri & Kram Menstruasi Tanda Endometriosis

Endometriosis Pengaruhi Kesuburan Wanita

Ya, faktanya endometriosis dapat memengaruhi kesuburan wanita. Studi dari Journal of Assisted Reproduction and Genetics mengungkapkan, setidaknya sebanyak 30 hingga 50 persen wanita dengan endometriosis dapat mengalami infertilitas. Sebaliknya, 25 hingga 50 persen wanita yang tidak subur juga bisa mengalami endometriosis. 

Endometriosis dapat mempengaruhi kesuburan dengan beberapa cara, yaitu kelainan anatomi panggul, adhesi, bekas luka saluran tuba, radang struktur panggul, perubahan fungsi sistem kekebalan, perubahan lingkungan hormonal telur, gangguan implantasi kehamilan, dan kualitas telur yang berubah. 

Inilah beberapa alasan endometriosis sering dikaitkan dengan gangguan kesuburan: 

  • Mempengaruhi ovarium ataupun tuba falopi. Apabila endometriosis terdapat pada tuba falopi, maka jaringan ini akan menghalangi sel telur untuk masuk ke rahim.
  • Merusak sel telur dan sperma. Endometriosis menyebabkan peradangan yang dapat merusak sel telur dan sperma. Kondisi ini akan membuat kesuburan terganggu dan menghalangi terjadinya pembuahan. 
  • Sakit saat berhubungan seksual. Wanita yang mengalami endometriosis mengalami rasa yang menyakitkan saat berhubungan seksual sehingga ia enggan melakukannya. 
  • Gejala endometriosis diatasi dengan konsumsi pil KB. Gejala endometriosis dapat diredakan dengan pil KB, dan kemungkinan juga diberikan terapi hormon melalui pil KB. Sayangnya dengan mengonsumsi pil KB justru akan menghambat kehamilan. 
  • Penangan dengan operasi justru memperkecil peluang hamil. Pada kondisi yang cukup parah, jaringan endometriosis perlu dihilangkan dengan prosedur operasi. Ini bertujuan supaya rasa nyeri dapat teratasi. Walaupun begitu, tindakan operasi kemungkinan dilakukan lebih dari satu kali, sehingga menyebabkan terbentuknya jaringan parut pada bekas luka operasi. Kondisi ini meningkatkan risiko gangguan kesuburan, terutama pada kasus yang sangat parah. Bahkan, ada kemungkinan dilakukan pengangkatan rahim. 

Baca juga: Makanan Berpengawet Berpotensi Meningkatkan Risiko Endometriosis

Perawatan untuk Mengupayakan Kehamilan pada Pengidap Endometriosis

Walaupun kondisi ini mengganggu kesuburan dan kesempatan untuk hamil, namun sebaiknya jangan menyerah. Diskusikan pada dokter melalui aplikasi Halodoc mengenai kondisi endometriosis yang kamu alami dan rencana kehamilan yang tepat yang dapat dijalani. Dokter akan segera melakukan pemeriksaan untuk mengetahui dan menentukan rencana kehamilan yang tepat. 

Metode untuk perencanaan kehamilan akan disesuaikan dengan faktor yang mempengaruhi kesuburan atau infertilitas, usia, dan tingkat keparahan endometriosis. Inilah beberapa metode yang dapat diupayakan:

  • Inseminasi buatan. Ini biasanya disarankan untuk perempuan dengan endometriosis yang masing ringan, tuba falopi yang masih normal, dan pasangan memiliki kualitas sperma baik. Cara ini biasanya juga memerlukan obat-obat kesuburan. 
  • In vitro fertilization (IVF) atau bayi tabung. Jika upaya kehamilan melalui inseminasi buatan tidak berhasil, maka langkah yang dapat ditempuh adalah IVF atau bayi tabung. Pada wanita yang berusia di atas 35 tahun dan memiliki endometriosis stadium 3 atau 4, dan memiliki lebih dari satu faktor yang meningkatkan risiko infertilitas, biasanya langsung disarankan untuk menjalani IVF.

Baca juga: Ketahui 6 Fakta Mengenai Endometriosis

Perlu diketahui bahwa kehamilan dengan endometriosis lebih berisiko mengalami komplikasi dibandingkan kehamilan normal, misalnya kelahiran prematur, gangguan plasenta, dan preeklampsia. Namun kabar baiknya, tidak sedikit wanita yang mengalami gangguan ini yang berhasil melahirkan bayi yang sehat. 

Referensi:
Very Well Family. Diakses pada 2020. How to Get Pregnant If You Have Endometriosis.
ARC Fertility. Diakses pada 2020. Endometriosis and Fertility.
Journal of Assisted Reproduction and Genetics. Diakses pada 2020. Endometriosis and Infertility.