Benarkah Faktor Genetik Dominan Sebabkan Clubfoot pada Bayi?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Benarkah Faktor Genetik Dominan Sebabkan Clubfoot pada Bayi?

Halodoc, Jakarta – Clubfoot adalah kondisi bawaan (genetik) yang menyebabkan kaki bayi berputar ke dalam atau ke bawah. Pada bayi yang mengidap clubfoot, tendon yang menghubungkan otot-otot kaki mereka dengan tumit terlalu pendek dan kencang yang kencang menyebabkan kaki berputar keluar dari bentuknya.

Clubfoot adalah salah satu cacat lahir bawaan yang memengaruhi lebih banyak anak laki-laki ketimbang anak perempuan. Faktanya, anak laki-laki dua kali lebih mungkin terlahir dengan kondisi clubfoot. Cari tahu informasi selanjutnya di sini!

Gejala Clubfoot

Biasanya, bayi yang lahir dengan clubfoot tidak memiliki masalah kesehatan tambahan. Dalam persentase kecil, kondisi ini diiringi oleh kondisi yang lebih serius, seperti spina bifida. Mengidap clubfoot bukanlah kondisi yang menyakitkan bagi bayi. 

Kondisi clubfoot dapat dikoreksi saat anak masih bayi. Perawatan harus dimulai satu atau dua minggu setelah kelahiran. Metode koreksi bervariasi dari proses perbaikan secara manual sampai memperbaiki kaki lewat operasi.

Tingkat keberhasilan untuk perbaikan clubfoot cukup tinggi. Setelah diperbaiki, baik secara manual maupun proses operasi, anak disarankan untuk berpartisipasi dalam berbagai aktivitas fisik dan menjalani kehidupan normal. Anak-anak yang tidak mendapatkan perawatan untuk kaki clubfoot tidak akan bisa berjalan dengan normal dan kemungkinan besar kakinya akan tetap cacat.

Baca juga: Apa yang Menyebabkan Bayi Terkena Clubfoot?

Bagaimana gejala clubfoot dideteksi? Gejala clubfoot bervariasi tetapi mudah diidentifikasi oleh seorang profesional medis. Adapun bentuk gejalanya, termasuk:

  1. Kaki yang berputar ke dalam dan ke bawah dengan jari-jari kaki menunjuk ke arah kaki yang berlawanan.

  2. Kaki yang mengalami clubfoot bisa lebih kecil dari kaki lainnya (hingga ½ inci lebih pendek).

  3. Tumit pada kaki yang mengalami clubfoot mungkin lebih kecil dari biasanya.

  4. Dalam kasus yang parah, kaki yang mengalami clubfoot dapat diputar terbalik.

  5. Otot betis pada kaki dengan clubfoot akan sedikit lebih kecil.

Belum ada penelitian pasti yang menjelaskan penyebab dari clubfoot. Sejauh ini hubungan genetik ataupun riwayat keturunan masih menjadi penyebab utama mengapa clubfoot bisa terjadi. Jika satu anak yang lahir dengan clubfoot, kemungkinan anak berikutnya memiliki risiko lebih besar untuk juga mengalami clubfoot. 

Selain kondisi genetik, disinyalir perilaku ataupun kebiasaan pola hidup selama masa kehamilan menjadi pemicu lainnya. Ibu yang merokok ataupun menggunakan narkoba selama kehamilan berisiko melahirkan anak dengan clubfoot. Serta volume cairan ketuban yang rendah.

Namun gaya hidup ini tidak jadi penyebab tunggal, karena lagi-lagi harus ada riwayat keluarga  yang pernah mengalami clubfoot juga. Ini terutama benar jika sudah ada sejarah keluarga kaki pengkor. 

Baca juga: Begini Prosedur Operasi untuk Menangani Clubfoot pada Bayi

Jika kamu hamil dan memiliki riwayat keluarga dengan clubfoot, kamu mungkin perlu bertemu dan berkonsultasi dengan konselor genetik. Ahli medis akan memberi tahu pasangan bagaimana kemungkinan-kemungkinan yang bisa terjadi serta perawatan untuk bayi dengan clubfoot.

Clubfoot tidak bisa dicegah, kamu bisa menurunkan risikonya dengan menjalani pola hidup sehat selama masa kehamilan. Clubfoot yang tidak diobati dapat menyebabkan komplikasi pada kaki mulai dari serius sampai kelainan tulang kaki karena kondisi berjalan yang tidak wajar. 

Punya pertanyaan lebih lanjut seputar clubfoot, bisa tanyakan langsung ke Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat.

Referensi:
FamilyDoctor.org. Diakses pada 2019. Clubfoot.
ScienceDaily. Diakses pada 2019. Chromosomal abnormality found for inherited clubfoot.