• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Faktor Genetik Sebabkan Lupus pada Anak?

Benarkah Faktor Genetik Sebabkan Lupus pada Anak?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta -  Lupus merupakan penyakit yang menyerang sejumlah organ tubuh, tidak terkecuali sendi dan kulit. Penyakit ini bisa menyerang semua kalangan, termasuk anak-anak. Lupus pada anak akan menyebabkan kondisi gangguan serius, bahkan kematian. Karena komplikasinya yang sangat berbahaya, penting bagi orangtua untuk mengetahui penyakit ini. Ketahui selengkapnya lupus pada anak berikut!

Baca juga: Lupus Tidak Terkontrol Bisa Sebabkan 6 Komplikasi Ini

Lupus pada Anak, Apa yang Menjadi Penyebabnya?

Lupus merupakan salah satu penyakit autoimun yang menyerang sistem kekebalan tubuh seseorang. Meski demikian, masih belum ditemukan apa yang menjadi penyebab pasti lupus pada anak. Pada anak, genetik berperan penting dalam memicu penyakit lupus. Genetika bukan satu-satunya faktor risiko lupus pada anak. Berikut sejumlah faktor yang memengaruhi:

  • Riwayat Keluarga. Meski hanya sebagian kecil anak yang mengidap lupus dari kedua orangtua. Faktor ini tidak bisa diindahkan begitu saja. Seorang anak yang lahir dan mewarisi gen dari kedua orangtua yang membuatnya berisiko mengidap penyakit lupus.
  • Faktor Lingkungan. Beberapa hal yang menjadi pemicu dari lupus di antaranya infeksi, paparan sinar UV, serta stres. Perlu diketahui bahwa faktor pemicu yang sama belum tentu memberikan efek yang sama ke anak lain.

Jika ibu tengah merencanakan kehamilan dan memiliki penyakit lupus, segera diskusikan dengan dokter di aplikasi Halodoc guna mendapatkan penanganan yang tepat, ya! Ingat, lupus yang ibu alami tidak akan menyerang Si Kecil dengan perawatan yang tepat.

Baca juga: Apakah Lupus Termasuk Penyakit Menular?

Waspadai Gejala Penyakit Lupus pada Anak 

Dokter terkadang kesulitan dalam mendiagnosis penyakit lupus karena gejalanya yang mirip dengan penyakit lainnya. Gejala umum yang tampak, meliputi:

  • Mudah lelah.

  • Nyeri otot.

  • Penurunan nafsu makan. 

  • Pembengkakan kelenjar.

  • Rambut rontok.

  • Nyeri perut.

  • Mual.

  • Diare.

  • Muntah-muntah.

Kalau gejala-gejala tersebut adalah gejala umum lupus, berikut gejala khas lupus yang tampak:

  • Ruam kemerahan yang muncul di hidung dan pipi. Ruam ini akan berbentuk seperti kupu-kupu.

  • Ruam berbentuk bulat, berwarna kemerahan dan kering yang muncul di wajah, tangan, kulit kepala, dan telinga.

  • Sensitif terhadap cahaya.

  • Muncul ulkus di hidung atau mulut.

  • Arthritis, yaitu peradangan pada salah satu sendi atau lebih dan menyebabkan nyeri serta kekakuan yang memburuk seiring dengan waktu.

  • Serositis, yaitu cairan yang berkumpul di lapisan yang melindungi hati, paru-paru, atau perut.

  • Gangguan ginjal.

  • Gangguan saraf

  • Gangguan darah.

  • Gangguan sistem imun yang dapat diketahui melalui pemeriksaan darah.

Sebagian besar pengidap lupus tidak mengalami semua gejala tersebut secara bersamaan. Setelah mengetahui penyebab penyakit lupus pada anak serta gejalanya, ibu dapat langsung menghubungi dokter jika anak terlihat mengalami kondisi yang serupa. Semakin cepat perawatan dilakukan, maka tingkat keberhasilan akan semakin meningkat.

Baca juga: Benarkah Lupus Menghambat Program Hamil?

Adakah Langkah Pencegahan Penyakit Lupus?

Sebagian besar jenis lupus tidak dapat dicegah. Meski demikian, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk menurunkan risiko mengidap lupus. Beberapa di antaranya menghindari paparan sinar matahari langsung, kelola stres dengan baik, rajin berolahraga, mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang serta berhenti merokok.

Referensi:

Boston Children’s Hospital. Diakses pada 2020. Lupus | Symptoms & Causes.

Kids Health. Diakses pada 2020. Lupus.