• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Fobia Bisa Pengaruhi Kondisi Fisik Pengidapnya?

Benarkah Fobia Bisa Pengaruhi Kondisi Fisik Pengidapnya?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani
undefined

Halodoc, Jakarta - Merasa takut akan sesuatu sebenarnya wajar dan sangat manusiawi. Namun, jika rasa takut yang dialami itu berlebihan, hingga memengaruhi kondisi fisik, bisa jadi kamu mengidap fobia. Kondisi ini termasuk dalam gangguan kecemasan, yang ditandai dengan rasa takut berlebihan terhadap sesuatu. 

Selain rasa takut berlebihan, pengidap fobia juga dapat merasakan gejala fisik seperti serangan panik, berupa jantung berdebar, sesak napas, pusing, mual, nyeri dada, rasa seperti tercekik, sulit bicara dengan jelas, berkeringat, gemetar, telinga berdenging, rasa ingin buang air kecil, dan mulut terasa kering. Soal tingkat keparahan gejalanya, bisa berbeda-beda tiap pengidap.

Baca juga: Ketakutan yang Berlebihan, Ini Fakta di Balik Fobia

Periksakan Diri Sebelum Fobia Menimbulkan Komplikasi

Jika hanya ringan, mungkin pengidap fobia masih bisa menjalani aktivitas dan rutinitas dengan normal. Namun, jika sudah mengganggu keseharian, sebaiknya segera periksakan diri dan minta bantuan ahli. Agar lebih mudah dan cepat, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk buat janji dengan psikolog atau psikiater di rumah sakit, untuk melakukan konseling. 

Kapan harus mempertimbangkan untuk memeriksakan diri? Selain ketika gejala fobia sudah mengganggu aktivitas sehari-hari, sampai jadi merasa ingin menghindari situasi atau tempat tertentu, kamu juga sebaiknya memeriksakan diri jika fobia yang dialami berkepanjangan atau sudah dimiliki lebih dari 6 bulan. Psikolog atau psikiater biasanya akan melakukan upaya untuk mencari tahu penyebab fobia, dan membantu kamu menghadapi rasa takut yang melanda.

Baca juga: Ini 5 Penyebab Fobia Bisa Muncul

Lantas, apa jadinya jika fobia tidak segera ditangani? Tentu saja ada beberapa komplikasi yang dapat mengintai, layaknya penyakit pada fisik. Beberapa hal yang dapat terjadi jika fobia tidak ditangani adalah:

  • Mengalami gangguan suasana hati, atau penyakit mental lainnya, seperti gangguan panik dan depresi.
  • Selalu ingin mengisolasi diri dari lingkungan sosial, sehingga hubungan dengan orang lain dapat terganggu.
  • Penyalahgunaan alkohol atau obat-obatan terlarang.
  • Bunuh diri.

Seperti Apa Pengobatan untuk Fobia?

Seperti penyakit pada fisik, fobia juga bisa diobati, kok. Tujuan pengobatan fobia tentunya adalah untuk meningkatkan kualitas hidup pengidapnya, dan membantu mengendalikan pikiran, perasaan, serta reaksi terhadap sesuatu yang dapat memicu fobia. Beberapa jenis pengobatan yang bisa dilakukan untuk mengatasi fobia adalah:

1.Psikoterapi

Psikoterapi untuk mengatasi fobia dilakukan untuk mengatasi gejala. Beberapa jenis terapi yang bisa dilakukan adalah terapi perilaku kognitif dan terapi pemaparan. Terapi perilaku kognitif dilakukan dengan mengubah cara pandang terhadap sesuatu yang ditakuti. Sementara terapi pemaparan dilakukan dengan memaparkan situasi atau objek yang ditakuti secara bertahap. Tujuannya agar rasa takut pengidap perlahan berkurang. 

2.Pemberian Obat-obatan

Untuk mengatasi gejala yang muncul, dokter biasanya akan meresepkan beberapa obat, seperti:

  • Penghambat pengikatan serotonin (SSRIs), untuk meredakan kecemasan.
  • Penghambat beta (beta blockers), untuk mengatasi gejala panik, seperti detak jantung tak beraturan.
  • Benzodiazepine, untuk meredakan gangguan kecemasan yang parah.

Baca juga: Fobia pada Matematika, Benarkah Bisa Terjadi?

Selain terapi dan obat-obatan, dokter juga biasanya akan menyarankan pengidap fobia untuk melakukan upaya perawatan mandiri di rumah. Perawatan tersebut dapat berupa melaksanakan gaya hidup sehat, seperti makan makanan sehat, istirahat yang cukup, meditasi, dan mengelola stres dengan baik. 

Pengidap fobia juga bisa melakukan teknik pernapasan, yang biasanya diajarkan oleh dokter, setiap mengalami atau melihat sesuatu yang menjadi pemicu fobia. Pastikan untuk menjalani setiap tahap pengobatan fobia dengan sabar dan tekun, karena penyembuhan kondisi ini perlu waktu yang tidak sebentar. Jika mengalami kekambuhan gejala yang semakin parah, segera konsultasikan lagi dengan dokter.

Referensi:
Mind. Diakses pada 2020. What is a Phobia?
Healthline. Diakses pada 2020. Phobias.