• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Gangguan Disosiatif Lebih Rentan Terjadi pada Wanita?

Benarkah Gangguan Disosiatif Lebih Rentan Terjadi pada Wanita?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
undefined

Halodoc, Jakarta - Bipolar, gangguan kepribadian ambang, atau antisosial. Kamu mungkin tahu ketiganya adalah gangguan mental. Lalu, pernahkah kamu mendengar istilah gangguan disosiatif atau dissociative disorder?

Gangguan disosiatif juga merupakan gangguan mental yang terjadi dengan melibatkan kurangnya kontinuitas antara pikiran, ingatan, lingkungan, tindakan, dan identitas. Mereka yang mengalami masalah mental ini akan mencoba lari dari kenyataan dengan cara yang bisa merugikan diri sendiri dan orang lain. 

Ternyata, Gangguan Disosiatif Lebih Rentan Terjadi pada Wanita

Masalah disosiatif sering terjadi sebagai reaksi untuk mengatasi trauma. Gangguan ini paling sering terjadi pada anak yang mengalami pelecehan fisik, seksual, atau emosional dalam waktu yang lama, bisa juga karena faktor lingkungan rumah yang tidak mendukung. Tekanan akibat peperangan atau bencana alam juga bisa menjadi penyebabnya. 

Baca juga: Gangguan Disosiatif Bisa Sebabkan Gangguan Ingatan

Selain anak, gangguan disosiatif juga lebih rentan terjadi pada wanita, terutama yang mengalami peristiwa traumatis, seperti perang, bencana alam penculikan, penyiksaan, hingga prosedur medis yang membuat trauma. 

Gejala yang sering terjadi pada seseorang dengan masalah mental ini termasuk amnesia dari periode waktu tertentu, kejadian, orang, hingga informasi, krisis identitas, stres dalam hubungan atau pekerjaan, sering mengalami depresi, gangguan kecemasan, dan sulitnya mengatasi stres emosional dengan baik. 

Orang-orang yang mengalami gangguan disosiatif harus segera mendapatkan pertolongan. Pasalnya, jika tidak, akan muncul keinginan untuk melukai diri sendiri, pikiran atau perilaku untuk bunuh diri, mengalami disfungsi seksual, penyalahgunaan narkoba, gangguan kepribadian, gangguan kecemasan dan stres pascatrauma, insomnia, mimpi buruk, berjalan dalam tidur, dan gangguan makan sebagai bentuk dari komplikasi yang mungkin terjadi. 

Baca juga: Kenali 3 Jenis Gangguan Disosiatif yang Dapat Terjadi

Tipe Gangguan Disosiatif

American Psychiatric Association menuliskan dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (DSM-5), ada tiga jenis gangguan disosiatif, yaitu:

  • Disosiatif amnesia, dengan gejala utama adalah kehilangan ingatan yang lebih parah dibandingkan dengan lupa dan tidak mampu dijelaskan dalam kondisi medis. Episode ini bisa terjadi secara tiba-tiba dan bisa berlangsung selama beberapa menit atau jam. Pada kasus yang jarang terjadi, amnesia bisa terjadi selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. 
  • Disosiatif identitas, yang dikenal juga dengan gangguan kepribadian ganda. Gejalanya berupa adanya lebih dari dua identitas dalam diri, terkadang masing-masing identitas memiliki nama, jenis kelamin, bentuk fisik, dan suara yang berbeda.
  • Depersonalisasi-derealisasi, yang membuat pengidapnya seolah-olah melihat tindakan, perasaan, pikiran, dan diri sendiri dari kejauhan seperti sedang menonton film. Mungkin juga mengalami kondisi seakan dunia tidak tampak nyata. 

Pencegahan Gangguan Disosiatif

Pengobatan gangguan disosiatif biasanya dilakukan dengan psikoterapi untuk membantu pengidap melakukan kontrol terhadap gejala disosiatif yang mereka alami. Namun, prosesnya tentu tidak sebentar dan terkadang tidak mudah, karena harus membuat pengidap mengingat kembali dan belajar menangani trauma yang mereka alami dulu. Tidak ada obat tertentu yang mampu menyembuhkan masalah mental ini, meski obat antidepresan bisa membantu mengurangi gejala depresi. 

Baca juga: 7 Hal yang Dipahami saat Seseorang Alami Gangguan Disosiatif

Bercerita dengan pasangan atau teman dekat menjadi cara terbaik untuk mencegah terjadinya gangguan disosiatif pada diri. Jika kamu masih merasa takut atau tidak memiliki orang terdekat untuk berbagi, kamu bisa menceritakan masalahmu langsung dengan psikolog di aplikasi Halodoc. Download Halodoc segera di ponselmu, dan kamu akan lebih mudah jika ingin tanya dokter, beli obat, atau buat janji di rumah sakit.

Sumber: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2020. Dissociative Disorders.
NHS. Diakses pada 2020. Dissociative Disorders.
Cleveland Clinic. Diakses pada 2020. Dissociative Disorders.