• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Gejala Varian COVID-19 Omicron Lebih Ringan?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Gejala Varian COVID-19 Omicron Lebih Ringan?

Benarkah Gejala Varian COVID-19 Omicron Lebih Ringan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 30 November 2021
Benarkah Gejala Varian COVID-19 Omicron Lebih Ringan?

“Belum lama ini, ditemukan varian COVID-19 baru yang disebut Omicron. Menurut seorang dokter Afrika Selatan yang merupakan salah satu orang yang menemukannya, gejala yang ditimbulkan varian tersebut sangat ringan. Namun, masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui gejala spesifik Omicron.” 

Halodoc, Jakarta – Pandemi COVID-19 tampaknya masih akan berlangsung lama, melihat virus corona yang bukan saja belum menghilang, malah terus bermutasi dan memunculkan varian-varian baru. Belakangan ini, masyarakat dunia dihebohkan dengan adanya varian COVID-19 terbaru, yaitu B.1.1.529 atau yang lebih dikenal dengan Omicron.

Masih ada banyak hal yang belum diketahui dan belum bisa dipastikan dari varian virus Corona ini. Namun, seorang dokter Afrika Selatan, yang merupakan salah satu orang yang pertama kali menyadari adanya jenis virus corona yang berbeda ini mengungkapkan bahwa gejala varian Omicron sejauh ini ringan dan bisa dirawat di rumah. Berikut ulasannya. 

Gejala Omicron Sejauh Ini

Dr Angelique Coetzee, Ketua Asosiasi Medis Afrika Selatan, mengungkapkan bahwa ia mulai melihat adanya gejala yang tidak biasa pada pasiennya sekitar tanggal 18 November. Gejala tersebut sedikit berbeda dari gejala yang ditimbulkan varian Delta, yaitu strain virus yang mendominasi sampai saat ini.

Awalnya, seorang pasien laki-laki berusia sekitar 33 tahun mengeluhkan bahwa ia merasa sangat lelah selama beberapa hari dan seluruh tubuhnya terasa nyeri dengan sedikit sakit kepala. Hal itu sebenarnya adalah gejala yang normal yang disebabkan oleh infeksi virus. Coetzee akhirnya melakukan tes COVID-19 pada pria tersebut dan didapati hasilnya positif. Setelah itu, ada lebih banyak pasien yang datang dengan gejala yang sama.

Menurut Coetzee, sebagian besar pasien yang terinfeksi varian COVID-19 Omicron mengalami gejala yang sangat ringan dan sejauh ini belum ada yang membutuhkan operasi. Pasien-pasien tersebut juga bisa menjalani perawatan di rumah. Coetzee, yang juga tergabung dalam Komite Penasihat Menteri untuk vaksin, mengungkapkan bahwa berbeda dari gejala Delta, sampai saat ini belum ada pasien yang melaporkan kehilangan penciuman atau rasa dan tidak ada penurunan kadar oksigen yang signifikan dari infeksi varian COVID-19 baru ini.

Berikut gejala Omicron yang diketahui sampai saat ini, antara lain:

  • Kelelahan yang parah selama 1–2 hari;
  • Sakit kepala;
  • Tubuh terasa nyeri atau pegal-pegal.

Tetap Harus Waspada

Meski Coetzee melaporkan bahwa gejala Omicron tergolong sangat ringan, tetapi masih dibutuhkan penelitian lebih lanjut untuk mengetahui secara pasti mengenai gejala Omicron. Pasalnya, pengamatan awal Coetzee hanya didasarkan pada jumlah kasus yang sangat kecil dan para ahli mengkhawatirkan bila terjadi sejumlah besar mutasi omicron. Perlu beberapa waktu untuk sepenuhnya memahami gejala spesifik yang disebabkan oleh COVID-19 varian Omicron dalam skala yang lebih luas.

Jadi, varian baru virus corona ini tetap harus diwaspadai. Apalagi bukti awal menunjukkan bahwa strain virus ini lebih menular dan memiliki risiko yang lebih tinggi untuk infeksi ulang pada orang yang sudah terkena COVID-19. 

Jadi, tindakan pencegahan COVID-19 penting untuk tetap dilakukan untuk mencegah penularan virus corona apapun. Lakukanlah 5M, yaitu mencuci tangan, memakai masker, menjaga jarak, menjauhi kerumunan, dan mengurangi mobilitas. Selain itu, segera vaksinasi COVID-19 bila kamu belum mendapatkannya. Vaksinasi adalah cara yang efektif untuk mencegah penularan virus corona.

Bila kamu mengalami gejala yang dicurigai sebagai gejala COVID-19, jangan panik. Segera lakukan tes COVID-19 untuk memastikan penyebabnya. Bila gejala yang kamu alami cukup parah, kamu dianjurkan untuk menemui dokter untuk mendapatkan penanganan medis. Kamu bisa berobat ke dokter dengan buat janji di rumah sakit pilihan kamu melalui aplikasi Halodoc. Yuk, download aplikasinya segera untuk memudahkan kamu mendapatkan solusi kesehatan terlengkap.

This image has an empty alt attribute; its file name is Banner_Web_Artikel-01.jpeg
Referensi:
Reuters. Diakses pada 2021. S.African doctor says patients with Omicron variant have “very mild” symptoms.
CNBC. Diakses pada 2021. South African doctor who first spotted the Covid omicron variant says symptoms seem ‘mild’ so far.