• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Golongan Darah Dapat Pengaruhi Risiko Terkena Diabetes?

Benarkah Golongan Darah Dapat Pengaruhi Risiko Terkena Diabetes?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
undefined

Halodoc, Jakarta - Diabetes menjadi penyakit yang ditakuti, karena dapat memicu berbagai komplikasi serius jika tidak dikelola dengan baik. Kamu mungkin tahu bahwa berbagai faktor risiko seperti obesitas dan riwayat keluarga bisa menyebabkan diabetes. Namun, tahukah kamu bahwa golongan darah juga disebut-sebut bisa memengaruhi risiko terkena diabetes?

Kemungkinan hubungan antara golongan darah dan risiko terkena diabetes ini diungkapkan oleh sebuah studi pada 2014 yang dilakukan oleh para peneliti dari Prancis. Ingin tahu lebih lanjut? Simak pembahasan berikut ini!

Baca juga: Benarkah Golongan Darah Bisa Menentukan Jodoh Seseorang?

Kaitan antara Golongan Darah dan Risiko Diabetes

Mengutip laman Medical News Today, menurut tim peneliti, termasuk dr. Guy Fagherazzi, dari Pusat Penelitian dalam Epidemiologi dan Kesehatan Populasi di Institut Gustave Roussy di Prancis, penelitian sebelumnya yang telah menyelidiki hubungan antara golongan darah dan stroke, menemukan orang-orang dengan golongan darah AB lebih berisiko tinggi.

Dalam satu studi yang menemukan hubungan seperti itu, para peneliti mencatat ada juga jumlah kasus diabetes yang lebih tinggi di antara individu dengan golongan darah AB. Penelitian lain, meskipun kecil, melaporkan temuan serupa. Hal ini mengarahkan mereka untuk menyelidiki hubungan antara golongan darah dan diabetes dalam kelompok yang lebih besar.

Kemudian, dr. Fagherazzi dan rekannya menganalisis data dari 82.104 wanita yang merupakan bagian dari studi E3N Prancis, kelompok yang terdiri dari hampir 100.000 guru wanita yang dimulai pada 1990. Dari analisis kuesioner kesehatan yang diisi para wanita tersebut, tim mengidentifikasi 3.553 wanita yang menerima diagnosis diabetes tipe 2 antara 1990 dan 2008.

Hasil analisis yang diterbitkan dalam jurnal Diabetologia, mengungkapkan bahwa wanita dengan golongan darah A 10 persen lebih mungkin terkena diabetes tipe 2 dibandingkan wanita dengan golongan darah O. Sementara wanita dengan golongan darah B, 21 persen lebih mungkin untuk mengembangkan diabetes.

Di sisi lain, wanita dengan golongan darah AB ditemukan memiliki risiko 17 persen lebih tinggi terkena diabetes tipe 2 dibandingkan dengan mereka yang bergolongan darah O. Namun, para peneliti mengatakan hasil ini tidak signifikan secara statistik.

Meski begitu, penulis studi, dr. Françoise Clavel-Chapelon, mengakui fakta bahwa populasi penelitian mereka hanya mencakup wanita. Jadi, tidak ada mekanisme biologis terkait hubungan golongan darah dengan kejadian diabetes.

Baca juga: Ketahui Perbedaan Golongan Darah dan Rhesus Darah

Karena penelitian masih sangat terbatas, tidak dapat disimpulkan juga bahwa golongan darah tertentu dapat benar-benar menyebabkan diabetes. Ada banyak faktor risiko lain yang memicu diabetes, tidak sebatas golongan darah saja. 

Sebaliknya, pemilik golongan darah tertentu yang disebut-sebut berisiko tinggi mengidap diabetes, bukan berarti tidak bisa menghindarinya. Selama menjalani gaya hidup sehat, tidak memiliki riwayat keluarga, dan rutin memeriksakan kesehatan, risiko diabetes bisa diminimalisir. 

Memahami Berbagai Faktor Risiko Diabetes

Ada beberapa faktor yang dapat meningkatkan risiko diabetes. Pada diabetes tipe 1, faktor risikonya adalah:

  • Genetik atau riwayat keluarga. Jika kamu memiliki anggota keluarga yang mengidap diabetes, kemungkinan besar kamu juga akan terkena penyakit ini. 
  • Penyakit pankreas. Penyakit ini bisa memperlambat kemampuannya memproduksi insulin.
  • Infeksi atau penyakit. Pada kasus yang jarang, beberapa infeksi dan penyakit dapat merusak pankreas, dan memicu diabetes tipe 1.

Sementara itu, faktor risiko untuk diabetes tipe 2 adalah:

  • Obesitas atau kelebihan berat badan. 
  • Toleransi glukosa terganggu.
  • Resistensi insulin. 
  • Mengidap diabetes gestasional saat hamil. 
  • Gaya hidup kurang aktif dan jarang berolahraga.
  • Riwayat keluarga. 
  • Mengidap sindrom ovarium polikistik (PCOS).

Baca juga: 6 Langkah Efektif untuk Mengobati Luka Pengidap Diabetes

Apa pun risikonya, ada banyak hal yang dapat dilakukan untuk menunda atau mencegah diabetes. Misalnya, dengan menjaga berat badan tetap sehat, rutin berolahraga, kontrol tekanan darah tetap normal, dan memiliki pola makan sehat. 

Jika kamu butuh saran pola makan sehat, kamu bisa gunakan aplikasi Halodoc untuk membicarakannya dengan dokter gizi, kapan dan di mana saja. Sebagai upaya pencegahan, jangan lupa juga untuk rutin melakukan pemeriksaan kesehatan, termasuk cek kadar gula darah, ya.

Referensi:
Medical News Today. Diakses pada 2021. Type 2 Diabetes Risk May Be Influenced By Blood Type.
WebMD. Diakses pada 2021. What Increases My Risk of Diabetes?
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Diabetes.