Benarkah Hamil di Atas Usia 35 Tahun Rentan Alami Keguguran?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Benarkah Hamil di Atas Usia 35 Tahun Rentan Alami Keguguran?

Halodoc, Jakarta -  Usia adalah salah satu faktor kunci yang memprediksi kemampuan wanita untuk hamil. Usia 20-an bisa dikatakan sebagai puncaknya kesuburan wanita, sehingga masih berpeluang tinggi hamil. Namun, kesuburan wanita mulai menurun pada usia 30 tahun dan terus menurun hingga mencapai usia menopause.

Baca Juga: Waspadai 6 Gejala Berbahaya yang Biasa Dialami Ibu Hamil Trimester Ketiga

Wanita yang hamil di atas 35 tahun mungkin cukup merasa khawatir karena ada banyak risiko kehamilan yang mengintai. Ada dugaan bahwa seorang wanita yang hamil di atas 35 tahun rentan mengalami keguguran. Benarkah demikian?

Benarkah Hamil di Atas 35 Tahun Rentan Keguguran?

Ibu yang hamil di atas 35 tahun sebenarnya tetap berpeluang besar melahirkan bayi yang sehat. Meski begitu, ada risiko-risiko yang mengintai mengingat kesuburan wanita mulai menurun di atas usia 30 tahun. Keguguran menjadi salah satu risiko hamil di usia tua. Sebagian besar keguguran terjadi pada minggu ke 13 pertama kehamilan. 

Seiring bertambahnya usia, risiko keguguran dini meningkat. Pada usia 35 tahun, peluangnya keguguran meningkat sekitar 20 persen. Sedangkan wanita yang berusia di atas 45 tahun berpeluang 80 persen mengalami keguguran. Tidak hanya keguguran, risiko lain yang mengintai ibu hamil di usia tua, di antaranya:

  • Tekanan darah tinggi dan diabetes. Hamil di usia tua berisiko mengalami tekanan darah tinggi atau diabetes selama kehamilan. Kondisi ini menyebabkan masalah termasuk keguguran, masalah pertumbuhan pada bayi atau komplikasi selama kelahiran.

  • Masalah plasenta. Placenta previa terjadi ketika plasenta menutupi seluruh atau sebagian serviks. Hal ini dapat menyebabkan perdarahan berisiko selama persalinan. Wanita yang berusia 40-an tiga kali lebih mungkin memiliki masalah plasenta daripada seorang wanita berusia 20-an. 

  • Kelahiran prematur dan berat badan lahir rendah. Wanita yang lebih tua berpeluang tinggi melahirkan bayi sebelum berusia 37 minggu. Akibatnya, ibu yang lebih tua berisiko memiliki bayi dengan berat kurang dari 2,5 kilogram saat lahir.

  • Cacat lahir. Hamil lebih tua cenderung melahirkan bayi dengan kelainan kromosom seperti sindrom Down. 

Hubungi dokter Halodoc untuk mengetahui seputar kehamilan di usia tua lebih mendalam. Lewat aplikasi, ibu dapat menghubungi dokter kapan saja dan di mana saja via Chat, dan Voice/Video Call.

Baca Juga: 6 Hal yang Akan Diajarkan dalam Kelas Prenatal

Mencegah Komplikasi Hamil di Usia Tua

Tidak usah khawatir, ibu dapat mengendalikan berbagai masalah di atas dengan perawatan prenatal yang baik. Melalui pemeriksaan dan pemeriksaan prenatal, ibu bisa mengetahui apakah bayi mengalami masalah sebelum kelahiran. Informasi ini membantu dokter untuk membantu merencanakan manajemen terbaik selama kehamilan dan persalinan. Adapun upaya lain untuk meminimalisir risiko di atas, yaitu:

  • Minimalkan stres. Kurangi kegiatan yang tidak perlu dan minta bantuan orang lain saat ibu mengalami kesulitan. Bicaralah dengan seorang teman atau pasangan atau pasangan tentang apa yang membuat stres. 

  • Banyak Istirahat. Tubuh mengalami banyak perubahan seiring pertumbuhan bayi, sehingga ibu perlu istirahat yang cukup. Usahakan untuk mendapat tidur sebanyak 7-9 jam  semalam.

  • Jangan merokok dan hindari asap rokok. Jangan merokok dan hindari paparan asap rokok sebisa mungkin. Rokok dikenal memengaruhi berbagai kondisi kesehatan, termasuk mengganggu kehamilan.

Baca Juga: Persiapkan 3 Hal Ini Menjelang Kelahiran Si Kecil

Ibu tidak usah khawatir tentang risiko yang mengintai. Tetap fokus kepada kesehatan ibu dan terapkan pola hidup sehat agar kehamilan tetap lancar sampai waktu persalinan.

Referensi:
WebMD. Diakses pada 2019.Getting Pregnant After 35: What Are My Chances?
WebMD. Diakses pada 2019.Does Being Over 35 Put Your Pregnancy at Risk?