• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Hodophobia Berkaitan dengan Aerophobia? Ini Faktanya
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Hodophobia Berkaitan dengan Aerophobia? Ini Faktanya

Benarkah Hodophobia Berkaitan dengan Aerophobia? Ini Faktanya

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 06 Desember 2022

“Hodophobia bisa dipicu oleh berbagai macam faktor, salah satunya fobia lain. Fobia ini banyak dikaitkan dengan aerophobia yaitu ketakutan untuk naik pesawat.”

Benarkah Hodophobia Berkaitan dengan Aerophobia? Ini FaktanyaBenarkah Hodophobia Berkaitan dengan Aerophobia? Ini Faktanya

Halodoc, Jakarta – Hodophobia adalah ketakutan yang ekstrem untuk bepergian. Meski perasaan cemas saat bepergian adalah kondisi kesehatan mental yang umum, hodofobia akan menunjukkan gejala dan efek yang jauh lebih parah. Jika seseorang mengidap hodofobia, ketakutan yang sangat parah dapat mengganggu kehidupan sehari-hari. 

Jenis fobia ini bisa dipicu oleh berbagai macam faktor, salah satunya fobia lain. Hodophobia banyak dikaitkan dengan aerophobia, yaitu ketakutan untuk naik pesawat. Lantas, bagaimana kaitan kedua fobia tersebut? Simak penjelasan berikut ini!

Hubungan Hodophobia dan Aerophobia

‌Rasa takut untuk bepergian biasanya diakibatkan oleh pengalaman traumatis masa lalu.  Memori peristiwa tersebut menciptakan respons stres fisik dan emosional yang meningkat. Misalnya, kamu akan mengalami serangan panik dan kecemasan memikirkan bepergian dengan moda transportasi yang sama dengan peristiwa traumatis yang terjadi.

Inilah yang menjadi alasan bahwa ketakutan untuk bepergian atau hodophobia dapat dipicu dengan peristiwa traumatis saat menggunakan moda transportasi, salah satunya pesawat terbang. Sementara itu, aerophobia juga berkaitan dengan jenis fobia lain, seperti claustrophobia (fobia ruangan sempit), acrophobia (fobia ketinggian), germ phobia (fobia terhadap kuman atau keberadaan orang asing).

Ketiga jenis fobia tadi bisa membuat kondisi aerophobia memburuk. Terlebih ketika harus menghabiskan waktu cukup lama di dalam pesawat bersama dengan banyak orang asing lainnya. Pengidap aerophobia akan menghindari naik pesawat sehingga otomatis membuat dia juga takut untuk bepergian.

Gejala yang Muncul pada Pengidap Hodophobia dan Aerophobia

Hodophobia dapat menyebabkan gejala kecemasan yang signifikan. Kondisi ini dapat terjadi saat pengidap akan bepergian atau bahkan jika mereka hanya berpikir untuk bepergian. Pengidap mungkin terpaku pada rasa takut bepergian sehingga tidak dapat memikirkan hal lain. 

Terdapat gejala lain yang mungkin muncul, seperti:

  • Peningkatan denyut jantung dan tekanan darah.
  • Pernapasan cepat.
  • Pusing.
  • Pembilasan wajah.
  • Berkeringat.
  • Sakit perut.
  • Diare.
  • Mual.
  • Mulut kering.
  • Kelemahan dan ketegangan otot.
  • Kehilangan selera makan.

Dalam kasus yang lebih parah, hodofobia dapat menyebabkan serangan panik. Pengidap mungkin mengalami beberapa gejala di atas, serta:

  • Menggigil atau hot flashes.
  • Sulit bernafas.
  • Merasa seperti membeku di tempat.
  • Gemetaran.
  • Merasa seperti kehilangan kendali atau sekarat.

Gejala di atas juga tidak jauh beda dengan gejala aerophobia. Jika kamu mengidap aerofobia, kamu mungkin akan menghindari bepergian dengan moda transportasi udara dengan cara apa pun. Kamu bisa menolak liburan bersama keluarga atau menolak bepergian untuk kepentingan pekerjaan. 

Kamu mungkin bersikeras menggunakan moda transportasi lain, seperti mobil, bus, atau kereta api, bahkan jika itu kurang nyaman dan efisien dibanding pesawat. Lebih parahnya lagi, pengidap aerofobia mungkin juga akan menghindari film, buku, atau berita yang berhubungan dengan perjalanan udara. Pengidap akan menghabiskan banyak waktunya untuk mempelajari langkah-langkah keamanan di bandara dan di pesawat.

Jika memang pengidap aerofobia pada akhirnya bepergian menggunakan pesawat, mereka mungkin akan mengalami serangan panik sebelum atau selama penerbangan. Gejala mungkin termasuk:

  • Panas dingin.
  • Pusing dan pusing.
  • Keringat berlebihan (hiperhidrosis).
  • Palpitasi jantung.
  • Mual.
  • Sesak napas (dispnea).
  • Gemetar atau gemetar.
  • Sakit perut atau gangguan pencernaan (dispepsia).

Itulah penjelasan tentang hubungan hodophobia dan aerophobia. Apabila kamu perlu penanganan untuk pemulihan fobia, cobalah berkonsultasi ke psikiater atau psikolog. Kamu pun bisa mengunjungi rumah sakit pilihan melalui aplikasi Halodoc. Tunggu apa lagi, yuk segera  download Halodoc sekarang juga!

Referensi:
Cleveland Clinic. Diakses pada 2022. Aerophobia.
Healthline. Diakses pada 2022. Hodophobia.