Benarkah Ibu Hamil Rentan Terkena Sindrom Antifosfolipid?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia
Benarkah Ibu Hamil Rentan Terkena Sindrom Antifosfolipid?

Halodoc, Jakarta – Menjaga kesehatan selama menjalani masa kehamilan perlu dilakukan agar kehamilan bisa berjalan dengan baik hingga proses persalinan. Banyak gangguan yang dapat muncul ketika seseorang menjalani masa kehamilan, salah satunya adalah sindrom antifosfolipid.

Baca juga: Wanita Lebih Berisiko Mengidap Sindrom Antifosfolipid, Ini Alasannya

Apa itu Sindrom Antifosfolipid?

Sindrom antifosfolipid atau sindrom hughes adalah gangguan autoimun yang menyebabkan darah pengidap sindrom antifosfolipid menjadi mudah membeku dan menggumpal. Dalam kondisi yang normal, antibodi seseorang berperan untuk melawan infeksi yang ada pada dalam tubuh.

Namun ketika seseorang mengalami sindrom antifosfolipid, antibodi yang ada pada tubuh menyerang senyawa lemak dalam tubuh yang dikenal dengan fosfolipid. Fosfolipid memiliki fungsi dalam proses pembekuan darah.

Pembekuan darah yang diakibatkan adanya sindrom antifosfolipid dapat menimbulkan gumpalan darah pada bagian pembuluh darah arteri maupun vena. Gumpalan darah yang terbentuk dapat menyebabkan beberapa kondisi pada pengidap sindrom antifosfolipid seperti emboli paru, serangan jantung, dan stroke.

Sebaiknya ketahui tanda-tanda yang dialami oleh tubuh ketika mengalami sindrom antifosfolipid, seperti kesemutan pada bagian lengan dan tungkai. Selain itu, pengidap sindrom ini juga mengalami kondisi lemas serta gangguan penglihatan, ingatan, dan bicara.

Baca juga: 6 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Pengidap Sindrom Antifosfolipid

Ibu Hamil Rentan Alami Sindrom Antifosfolipid

Sindrom antifosfolipid sangat rentan dialami oleh wanita. Bagi wanita yang sedang menjalani masa kehamilan, kondisi ini dapat membahayakan kesehatan ibu maupun janin dalam kandungan. Gumpalan darah yang terbentuk dapat membuat aliran darah menuju janin menjadi terhambat, kondisi ini dapat menyebabkan kelahiran prematur atau keguguran pada ibu hamil. Jadi, tidak ada salahnya untuk rutin melakukan pemeriksaan pada ibu yang sedang hamil agar gangguan kesehatan yang terjadi dapat diatasi sejak dini.

Faktor Risiko Sindrom Antifosfolipid

Selain wanita yang sedang hamil, nyatanya ada beberapa faktor lain yang dapat membuat seseorang rentan mengalami kondisi sindrom antifosfolipid, seperti mereka yang memiliki kadar kolesterol cukup tinggi. Tidak hanya itu, seseorang yang berada dalam posisi duduk atau rebah terlalu lama juga berisiko mengalami sindrom antifosfolipid.

Gaya hidup yang kurang baik seperti kebiasaan merokok juga meningkatkan risiko seseorang mengalami sindrom antifosfolipid. Sebaiknya, kurangi dan hentikan kebiasaan merokok karena dapat memberikan dampak buruk bagi kesehatan.

Pengobatan Sindrom Antifosfolipid

Sindrom antifosfolipid dapat menyebabkan komplikasi kesehatan jika tidak segera ditangani. Catastrophic antiphospholipid syndrome (CAPS) merupakan salah satu komplikasi yang cukup berbahaya dari kondisi sindrom antifosfolipid. Kenali gejala dari kondisi CAPS seperti ujung jari-jari yang membiru, sesak, nyeri pada bagian perut, buang air kecil yang disertai dengan adanya darah, kejang hingga penurunan kesadaran.

Sebaiknya lakukan pengobatan agar sindrom antifosfolipid tidak menjadi komplikasi. Pengobatan dilakukan untuk mengurangi gumpalan darah yang terjadi dalam tubuh. Namun, jika sudah ada gumpalan darah, biasanya tim medis menyarankan untuk penggunaan obat antikoagulan.

Tidak ada salahnya untuk bertanya pada dokter mengenai kondisi sindrom antifosfolipid. Gunakan aplikasi Halodoc untuk bertanya langsung pada dokter mengenai nutrisi yang baik untuk jaga kesehatan kamu. Yuk, download aplikasi Halodoc sekarang juga melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Baca juga: Ketahui Bahaya Sindrom Antifosfolipid pada Ibu Hamil