• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Infeksi Saluran Kemih Harus Selalu Diatasi dengan Antibiotik?

Benarkah Infeksi Saluran Kemih Harus Selalu Diatasi dengan Antibiotik?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Benarkah Infeksi Saluran Kemih Harus Selalu Diatasi dengan Antibiotik?

“Infeksi saluran kemih adalah penyakit yang terjadi karena ada infeksi bakteri pada saluran kemih. Kondisi ini biasanya akan sembuh sendiri setelah beberapa hari. Namun, ISK yang parah mungkin harus ditangani dengan konsumsi obat antibiotik atau jenis obat lain.

Halodoc, Jakarta – Infeksi saluran kemih alias ISK adalah penyakit yang disebabkan oleh infeksi pada saluran kemih. Saluran kemih manusia dimulai dari ginjal, ureter, kandung kemih, hingga uretra atau saluran kemih. Penggunaan antibiotik untuk mengatasi ISK adalah hal yang umum dilakukan. Namun, apakah penyakit ini harus selalu diatasi dengan mengonsumsi antibotik? 

Sebenarnya tidak harus seperti itu. Bahkan, antibiotik biasanya hanya diberikan pada pengidap infeksi saluran kemih yang disertai dengan gejala berat atau cukup parah. Pada kondisi yang tergolong ringan, biasanya antibiotik tidak diberikan. Sebab, infeksi umumnya akan mereda dan sembuh dengan sendirinya setelah beberapa saat. 

Baca juga: Pilihan Pengobatan untuk Mengatasi Infeksi Saluran Kemih

Penyebab dan Cara Mengobati Infeksi Saluran Kemih 

Infeksi saluran kemih alias ISK adalah penyakit yang terjadi akibat ada infeksi pada sistem saluran kemih, yaitu ginjal, ureter, kandung kemih, hingga uretra atau saluran kemih. Infeksi paling sering disebabkan oleh bakteri, seperti E. coli dan Staphylococcus saprophyticus. Selain bakteri, penyakit ini juga bisa disebabkan oleh virus dan jamur. 

Pertanyaannya, apakah infeksi saluran kemih harus selalu diobati dengan antibiotik? Jawabannya tidak. Pada kondisi yang ringan, ISK biasanya akan sembuh sendiri setelah beberapa saat. Salah satu cara mengatasinya adalah dengan banyak mengonsumsi air putih. Hal ini bisa membantu meningkatkan frekuensi buang air kecil, sehingga bakteri bisa keluar bersama urine. 

Antibiotik biasanya akan digunakan untuk mengatasi ISK yang berat dan disertai dengan gejala parah. Jenis obat ini baru diberikan jika infeksi memicu pengidapnya mengalami demam, keluar nanah atau darah saat buang air kecil, sering mengompol, serta mengalami nyeri pada pinggang atau punggung. Namun, sebelum mengonsumsi antibiotik pastikan untuk terlebih dahulu berbicara dengan dokter. 

Baca juga: Jangan Diremehkan, Kenali Gejala ISK pada Anak

Kamu juga bisa menghubungi dokter untuk menyampaikan gejala penyakit yang dialami melalui aplikasi Halodoc. Lebih mudah menghubungi dokter melalui Video/Voice Call atau Chat. Sampaikan keluhan yang dialami dan dapatkan rekomendasi pengobatan terbaik dari ahlinya. Ayo, download Halodoc sekarang di App Store atau Google Play! 

Pemberian antibiotik biasanya juga dilakukan pada ISK yang tidak membaik setelah lebih dari 2 hari. Apalagi, jika gejala yang dialami semakin memburuk dan sering kambuh. Jika ini yang terjadi, jangan tunda untuk melakukan pemeriksaan langsung ke rumah sakit. Dokter mungkin akan melakukan pemeriksaan kultur bakteri dan kondisi tubuh untuk menemukan pengobatan ISK yang paling tepat. 

Selain antibiotik, infeksi saluran kemih juga bisa diobati dengan mengonsumsi obat lain, misalnya OAINS. Jenis obat ini bisa membantu mengurangi peradangan dan rasa sakit yang muncul sebagai gejala ISK. OAINS maupun antibiotik adalah jenis obat yang tidak boleh dikonsumsi tanpa resep dokter.

Obat Harus Dikonsumsi sampai Habis 

Setelah mendapatkan resep obat ISK dari dokter, terutama antibiotik, obat harus dikonsumsi sampai habis. Sebab, antibiotik yang tidak dihabiskan bisa menyebabkan bakteri yang menginfeksi kembali aktif dan memicu gejala. Hal ini terjadi karena belum semua bakteri berhasil dibasmi oleh obat antibiotik. Kabar buruknya, hal ini bisa membuat ISK kambuh dan menjadi semakin parah. 

Baca juga: Inilah 4 Faktor Penyebab ISK pada Wanita

Untuk menghindari hal yang tidak diinginkan, jangan sembarangan minum obat antibiotik dan jangan sembarangan pula menghentikannya. Selalu bicarakan dengan dokter terkait kondisi yang dialami, terutama jika gejala infeksi saluran kemih tidak kunjung membaik. 

This image has an empty alt attribute; its file name is HD-RANS-Banner-Web-Artikel_Spouse.jpg
Referensi: 
Mayo Clinic. Diakses pada 2021. Urinary Tract Infection (UTI).
Centers for Disease Control and Prevention. Diakses pada 2021. Antibiotic Prescribing and Use in Doctor’s Offices. Urinary Tract Infection.
Healthline. Diakses pada 2021. Women’s Wellness: UTI Treatment Without Antibiotics.
WebMD. Diakses pada 2021. Antiobiotics for UTIs: What to Know.