• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Insomnia Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung?

Benarkah Insomnia Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung?

Ditinjau oleh: dr. Verury Verona Handayani

Halodoc, Jakarta - Sebagian besar proses perbaikan tubuh, terutama pada organ jantung, terjadi ketika tidur. Namun, proses perbaikan tersebut juga ditentukan oleh kualitas tidur yang dimiliki. Meski bukan yang utama, durasi tidur juga memengaruhi kualitas tidur. Itulah sebabnya orang yang mengalami insomnia jadi rentan kurang tidur. Hal ini dapat tingkatkan risiko penyakit jantung. 

Mengapa insomnia disebut bisa tingkatkan risiko penyakit jantung? Ternyata ada studi yang menemukan, bahwa sekitar 44 persen pengidap penyakit jantung koroner juga mengalami gangguan tidur. Terkait hal ini, para peneliti yakin bahwa tidur yang tidak teratur dapat berdampak pada kesehatan jantung. 

Baca juga: Jantung Berdetak Lebih Cepat, Waspada Tanda Aritmia

Cara Insomnia Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Masih terkait dengan penelitian tadi, tidur yang tidak teratur dan insomsia, disebut dapat berpengaruh terhadap kesehatan jantung, melalui dua cara, yaitu:

  • Efek langsung terhadap fisik. Kekurangan energi, gangguan metabolisme, peningkatan nafsu makan, sekresi hormon stress kortisol serta proses inflamasi pembuluh dari akibat meningkatnya tekanan darah dan detak jantung.
  • Efek tidak langsung melalui perilaku. Pola tidur yang tidak teratur dapat memicu gaya hidup yang tidak sehat yang disebabkan oleh gangguan mood, kelelahan dan malas bergerak, serta gangguan kognitif seperti penurunan kemampuan untuk manajemen stres serta efek negatif terhadap pengambilan keputusan untuk menerapkan gaya hidup sehat.

Insomnia, mengalami perubahan pola tidur selama beberapa waktu, seperti karena merawat anak, adalah hal yang wajar dan bisa diatasi. Namun, jika gangguan pola tidur atau insomsia berlangsung dalam waktu yang lama secara terus-menerus, akan ada dampak yang serius terhadap kesehatan jantung. 

Baca juga: Lengan Kiri Sakit Tanda Penyakit Jantung, Benarkah?

Oleh karena itu, jika kamu mengalami insomnia, jangan biarkan berlarut-larut. Segera atasi dengan menerapkan pola hidup sehat, olahraga rutin, dan coba meditasi di malam hari. Kalau butuh saran lainnya, kamu bisa download aplikasi Halodoc untuk berbicara dengan dokter, kapan dan di mana saja.

Faktor yang Tingkatan Risiko Penyakit Jantung Akibat Insomnia

Ada beberapa faktor yang tingkatkan risiko penyakit jantung ketika seseorang mengalami insomnia dan gangguan pola tidur lainnya, seperti:

1. Obesitas

Obesitas telah lama dikenal sebagai pemicu kerusakan jantung dan pembuluh darah, karena dapat meningkatkan tekanan dan kolesterol darah secara signifikan. Kenaikan berat badan akibat kurang tidur atau insomnia merupakan bentuk gangguan dari fungsi metabolisme.

Saat kurang tidur atau insomnia, tubuh tidak menghasilkan energi dari simpanan makanan atau lemak dengan optimal. Selain itu, kurangnya waktu tidur juga menyebabkan tubuh lebih sedikit beraktivitas fisik dan menggunakan energi dari simpanan makanan.

2. Hiperglikemia dan Risiko Diabetes

Diabetes memiliki fitur yang dapat merusak fungsi pembuluh darah, yaitu peningkatan kadar gula darah atau hiperglikemia. Hal ini dapat terjadi karena kurangnya waktu untuk memengaruhi fungsi tubuh dalam melakukan metabolisme glukosa dan meningkatkan kadar gula darah. 

Akibatnya, peningkatan kadar gula darah atau hiperglikemia dapat mempercepat penumpukan lemak pada pembuluh darah. Hal ini dapat mengakibatkan timbulnya arterosklerosis, yang merupakan tanda awal dari penyakit jantung koroner.

Baca juga: Ketahui Ciri Lemah Jantung dan Cara Mencegahnya

3. Peningkatan Kadar Kolesterol

Ketika kekurangan waktu tidur, tubuh akan mengalami kesulitan memetabolisme jenis kolesterol jahat atau low-density lipoprotein (LDL). Akibatnya, jika terjadi dalam waktu yang lama, kadar kolesterol dalam darah akan meningkat dan memicu kerusakan dalam pembuluh darah dan jantung.

4. Naiknya Tekanan Darah

Naiknya tekanan darah dan detak jantung merupakan dampak dari kekurangan waktu tidur yang paling cepat terjadi. Jika terjadi secara terus-menerus, peningkatan tekanan darah dapat menjadi hipertensi primer yang merupakan faktor risiko dari berbagai penyakit kardiovaskuler.

Itulah beberapa dampak dari insomnia atau kurang tidur, terhadap peningkatan risiko penyakit jantung. Meski begitu, tidur terlalu lama juga tidak baik bagi kesehatan jantung. Idealnya, waktu tidur untuk orang dewasa adalah sekitar 7-9 jam per harinya.

Referensi:
Stanford Health Care. Diakses pada 2020. Sleep and Heart Disease.
Harvard Medical School. Diakses pada 2020. Sleep and Disease Risk.
Medical Daily. Diakses pada 2020. How Lack Of Sleep Affects Heart Health; Sleep Deprivation Impairs Blood Vessels, Cholesterol Metabolism. 
Live Science. Diakses pada 2020. Poor Sleep May Increase Heart Disease Risk.