• Home
  • /
  • Benarkah Juvenile Rheumatoid Arthritis Merupakan Penyakit Genetik?

Benarkah Juvenile Rheumatoid Arthritis Merupakan Penyakit Genetik?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli
Benarkah Juvenile Rheumatoid Arthritis Merupakan Penyakit Genetik?

Halodoc, Jakarta –  Menurut data kesehatan yang dipublikasikan oleh US National Library of Medicine, disebutkan kalau kombinasi faktor genetik dan lingkungan menjadi penyebab penyakit juvenile rheumatoid arthritis. 

Perubahan pada beberapa gen dapat memengaruhi risiko pengembangan juvenile rheumatoid arthritis semasa remaja. Kondisi ini erat kaitannya dengan The Human Leukocyte Antigen (HLA) yang bertanggung jawab terhadap pengaturan sistem kekebalan tubuh manusia. Informasi selengkapnya mengenai juvenile rheumatoid arthritis dapat diperoleh di bawah ini!

Arthritis Kronis pada Anak

Juvenile Rheumatoid Arthritis adalah kondisi arthritis kronis yang terjadi pada anak ataupun remaja di bawah usia 17 tahun. Kondisi ini dapat memengaruhi perkembangan tulang anak pada masa pertumbuhan. Pembengkakan sendi, peradangan, serta kekakuan kerap menjadi situasi yang dihadapi oleh pengidapnya. 

Baca juga: Inilah Penyakit yang Disebabkan oleh Genetik

Juvenile Rheumatoid Arthritis kerap dikaitkan dengan penyakit autoimun, di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel ataupun jaringan sehatnya sendiri.  Kondisi autoimun sendiri menurut para ahli kesehatan sangat dipengaruhi oleh komponen genetik. 

Sejauh ini penanganan medis untuk orang yang mengidap Juvenile Rheumatoid Arthritis dilakukan berdasarkan gen mereka untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Walaupun hubungan genetik memiliki sumbangsih besar untuk penyakit Juvenile Rheumatoid Arthritis, tetapi The Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menilai faktor lingkungan, infeksi tertentu, dan defisiensi vitamin D dapat menjadi pemicu Juvenile Rheumatoid Arthritis. 

Butuh informasi lebih lengkap mengenai Juvenile Rheumatoid Arthritis, tanyakan saja langsung di Halodoc. Dokter yang ahli di bidangnya akan berusaha memberikan solusi terbaik untukmu. Caranya, cukup download aplikasi Halodoc lewat Google Play atau App Store. Melalui fitur Contact Doctor kamu bisa memilih mengobrol lewat Video/Voice Call atau Chat kapan dan di mana saja.

Komplikasi dan Penanganan Juvenile Rheumatoid Arthritis

Studi dari Stanford Children’s Health mengungkapkan bukan tak mungkin anak dengan Juvenile Rheumatoid Arthritis bisa pulih, tentunya ini semua bisa dilakukan dengan penanganan yang tepat. Komplikasi dari Juvenile Rheumatoid Arthritis bisa sampai menyerang ginjal, jantung, dan sistem endokrin.

Mengetahui anak memiliki kondisi Juvenile Rheumatoid Arthritis, sejatinya harus membuat orangtua kerja ekstra dalam memberikan perawatan dan penanganan yang intens. Beberapa hal sederhana yang bisa dilakukan orangtua adalah membantu anak untuk tetap menjalan rencana perawatan dengan sebaik-baiknya. 

Bila diperlukan bekerja samalah dengan pengasuh untuk membantu anak tetap terlibat aktif dalam kegiatan sekolah. Selain itu, jangan lupa untuk bergabung dengan komunitas yang memiliki kondisi yang sama untuk mendapatkan dukungan emosional dan update informasi.

Baca juga: Mengidap Radang Sendi, Konsumsi 6 Makanan Ini

Bicarakan dengan dokter ataupun konsultan medis untuk mendapatkan agenda perawatan tepat untuk anak. Cari tahu tentang risiko, manfaat, dan kemungkinan efek samping dari semua obat-obatan dan jenis perawatan yang dilakukan. 

Perawatan lain dan perubahan gaya hidup yang diperlukan adalah:

  1. Terapi fisik, untuk meningkatkan dan mempertahankan fungsi otot dan persendian.

  2. Terapi okupasi, untuk meningkatkan kemampuan melakukan aktivitas kehidupan sehari-hari.

  3. Konseling nutrisi.

  4. Pemeriksaan mata secara teratur untuk menemukan perubahan mata dini dari peradangan.

  5. Olahraga teratur dan kontrol berat badan.

  6. Cukup istirahat.

Mendiagnosis Juvenile Rheumatoid Arthritis cukup sulit dikarenakan tidak ada tes tunggal untuk mengonfirmasi penyakit ini. Biasanya dokter akan meminta riwayat kesehatan anak dan melakukan pemeriksaan fisik. 

Kemudian, dokter akan bertanya tentang gejala-gejala anak penyakit apa saja yang pernah dialami anak, termasuk juga apakah anak pernah mengalami peradangan lebih dari enam minggu.

Referensi:

Healthline. Diakses pada 2020. Scientists Say Juvenile Rheumatoid Arthritis and Other Autoimmune Conditions Could Be Inherited.
Stanford Children’s Health. Diakses pada 2020. Juvenile Idiopathic Arthritis.
US National Library of Medicine. Diakses pada 2020. Juvenile idiopathic arthritis.
NHS.UK. Diakses pada 2020. Rheumatoid arthritis.