• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Kecanduan Alkohol Tingkatkan Risiko Bunuh Diri?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Kecanduan Alkohol Tingkatkan Risiko Bunuh Diri?

Benarkah Kecanduan Alkohol Tingkatkan Risiko Bunuh Diri?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 09 September 2022

“Kecanduan alkohol memang dapat meningkatkan risiko bunuh diri. Sebab, alkohol dapat menurunkan sifat penahanan diri dan memengaruhi kemampuan pengidapnya untuk bisa berpikir jernih.”

Benarkah Kecanduan Alkohol Tingkatkan Risiko Bunuh Diri?Benarkah Kecanduan Alkohol Tingkatkan Risiko Bunuh Diri?

Halodoc, Jakarta – Saat mengalami depresi, kadang alkohol dijadikan sebagai jalan pintas. Perasaan putus asa dan murung memang akan tersamarkan berkat alkohol, namun beban ini tidak akan sepenuhnya hilang.

Perasaan cemas justru akan kembali datang setelah meminum alkohol dan lebih besar dari sebelumnya. Hal inilah yang menyebabkan pengidap depresi akan meminum terus-menerus hingga kecanduan alkohol.

Gejala depresi yang kian memburuk diiringi dengan mengonsumsi alkohol secara rutin akan membuat pengidapnya berkeinginan untuk bunuh diri. Untuk mengurangi kekhawatiran mereka dengan cepat, pengidap depresi lebih mungkin untuk mencoba bunuh diri.

Nah, ada keterkaitan antara penyalahgunaan alkohol (baik kronis atau akut) dan pikiran untuk bunuh diri, upaya bunuh diri, dan kematian akibat bunuh diri. Simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Hubungan Kecanduan Alkohol dan Keinginan Bunuh Diri?

Alkohol dapat menurunkan sifat penahanan diri pengidapnya dan memengaruhi kemampuan seseorang untuk berpikir jernih. Akibatnya, pengidap akan cenderung bertindak berdasarkan pikiran mereka, termasuk keinginan untuk  bunuh diri atau melukai diri sendiri.

Alkohol juga memengaruhi suasana hati, yang dapat membuat orang lebih rentan mengalami pemikiran bunuh diri. Kondisi suasana hati yang lebih buruk, pemikiran negatif, dan rendahnya pengendalian diri cenderung mendorong pengidap bertindak untuk bunuh diri ketika mereka minum.

Alkohol juga akan meningkatkan tekanan psikologis dan sensitivitas yang diiringi dengan penurunan sistem kognitif. Alkohol terkadang dapat memberi orang dorongan untuk bertindak hal yang tidak sewajarnya seperti pemikiran bunuh diri mereka.

Nah, pria pun berisiko lebih tinggi untuk bunuh diri dibandingkan wanita. Namun wanita lebih berpotensi untuk beralih ke alkohol ketika mereka dalam kesulitan. Selain itu, orang yang tinggal di lingkungan kurang mampu memiliki tingkat bunuh diri yang lebih tinggi.

Tidak jarang juga gangguan kecanduan alkohol terjadi bersamaan dengan kondisi kesehatan mental lainnya seperti kecemasan, depresi, gangguan attention-deficit hyperactivity, gangguan kepribadian, gangguan bipolar, gangguan stres pasca-trauma (PTSD), atau gangguan penggunaan zat lainnya.

Namun, alkohol bukanlah satu-satunya alasan seseorang bertindak untuk bunuh diri karena penyebab setiap individu itu bervariasi.

Penyebab Keinginan Bunuh Diri

Sulit untuk mempertimbangkan apa yang menyebabkan seseorang memutuskan untuk mengakhiri hidupnya. Penyebab kebanyakan adalah ketika seseorang sudah tidak mampu menahan masalah yang dialami.

Berikut ini adalah beberapa alasan kenapa orang memutuskan untuk bunuh diri:

  1. Gangguan Bipolar

Seseorang dengan penyakit bipolar memiliki perubahan suasana hati yang drastis. Ide bunuh diri merupakan perilaku yang cukup mungkin dilakukan oleh pengidap penyakit bipolar. 

Akan ada titik saat pengidap bipolar merasa sangat depresi. Pada tahap ini, pemikiran untuk bunuh diri pun cenderung terjadi. Bahkan hingga 20-60% individu penderita bipolar akan melakukan percobaan bunuh diri.

  1. Skizofrenia

Menurut Journal of American Medical Association Psychiatry, pengidap skizofrenia yang berusia antara 18 dan 34 tahun memiliki risiko bunuh diri yang tinggi. Sulit bagi seseorang dengan penyakit mental ini untuk membedakan mana yang asli dan mana yang tidak. Akibatnya, mereka akan sulit berpikiran jernih dan melakukan hal-hal yang membahayakan dirinya.

  1. Stres setelah Trauma

Seseorang lebih berpotensi untuk melakukan bunuh diri jika mereka telah mengalami peristiwa traumatis, seperti pelecehan seksual atau trauma perang. Ini mungkin terjadi bertahun-tahun setelah peristiwa itu. 

Selain itu, PTSD atau gangguan stres pascatrauma akan meningkatkan risiko seseorang untuk bunuh diri. Pengidap biasanya merasa putus asa dan tidak berdaya, yang membuat mereka mengakhiri hidup mereka sendiri.

Itulah penjelasan mengenai hubungan kecanduan alkohol dengan potensi bunuh diri. Jika kamu mengalami gangguan kesehatan mental atau kecanduan, lakukan pemeriksaan ke dokter dengan bertanya pada dokter melalui Halodoc. Yuk, download Halodoc sekarang juga di Apps Store dan Google Play!

Referensi:
Drink Aware. Diakses pada 2022. Alcohol and Suicide.
Verywell Mind. Diakses pada 2022. What Is the Connection Between Alcohol and Suicide?