• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Kecerdasan Anak Diwarisi dari Ibu?

Benarkah Kecerdasan Anak Diwarisi dari Ibu?

Ditinjau oleh: dr. Gabriella Florencia

Halodoc, Jakarta - Setiap orangtua pasti ingin agar anaknya kelak tumbuh menjadi anak yang cerdas. Namun untuk mendidik anak menjadi anak yang cerdas, cukup banyak faktor yang turut berperan

Tidak hanya gizi yang seimbang dan pola asuh, ternyata faktor gen yang diwarisi ibu juga merupakan faktor yang sangat berpengaruh. Mengapa demikian? Simak ulasannya berikut ini!


Kecerdasan Anak dari Gen Ibu, Kok Bisa?

Penelitian dari University of Washington, mengatakan bahwa wanita cenderung mentransmisi gen kecerdasan ke anak yang terbentuk dari kromosom X. Nah, wanita memiliki dua kromosom X, sedangkan pria hanya memiliki satu kromosom X. Artinya, wanita dua kali berpeluang mewariskan kecerdasan pada anak ketimbang pria.

Sementara, meski ayah memiliki kecerdasan yang lebih tinggi dibandingkan dengan ibu, kesempatan untuk menurunkannya ke anak lebih kecil. Hal ini disebutkan dalam sebuah tulisan yang dipublikasikan oleh Psychology-Spot. Jika gen kecerdasan diwarisi dari gen ayah dan ibu, maka gen dari ayah akan gugur dan tidak aktif. Namun, benarkah demikian? Nyatanya, kecerdasan anak diturunkan dari gen ibu tidaklah mutlak, dalam penelitian ilmiah yang dilakukan ditemukan fakta-fakta baru mengenai kecerdasan anak yang dipengaruhi banyak faktor.

Baca juga: Benarkah Anak Sulung Lebih Cerdas?


Tidak Mutlak Akibat Genetik

Kecerdasan anak memiliki banyak sekali faktor. Ini berarti faktor genetik bukanlah satu-satunya penentu. Diperkirakan hanya 40 hingga 60 persen kecerdasan yang diperkirakan berasal dari warisan gen.

Ahli psikiatri dari Utrecht University Medical mengatakan, kecerdasan berasal dari gen ibu bukan hal yang mutlak. Bisa saja orangtua memiliki kecerdasan yang rendah, tapi ternyata menghasilkan anak yang memiliki IQ tinggi atau sebaliknya. Selain faktor genetik, kecerdasan anak sisanya bergantung pada lingkungan. Namun, pengaruh ini juga menjadi lebih kecil jika anak tumbuh semakin dewasa.

Pendapat ini diperkuat juga oleh ahli dari Melbourne University’s Graduate School of Education. Anak tidak hanya berbagi gen saja, mereka juga berbagi keluarga dan lingkungan. Artinya, seperti dengan siapa anak bergaul, makanan yang mereka makan, kualitas pendidikan, dan hal lainnya yang turut memengaruhi kecerdasan anak.

Baca juga: Kiat Sederhana Meningkatkan Kecerdasan Bayi


Tips Agar Anak Tumbuh Cerdas

Memang tidak ada jalan yang pasti agar anak tumbuh menjadi jalan yang cerdas. Jangan khawatir, berikut ini hal yang disarankan untuk dilakukan orangtua agar anak tumbuh cerdas, yaitu:

  • Ajarkan Keterampilan Sosial. Studi dilakukan di Pennsylvania State dan Duke University menunjukkan ada korelasi positif antara keterampilan sosial anak-anak di taman kanak-kanak dan keberhasilan mereka di awal masa dewasa. Caranya dengan mengajari anak-anak cara menyelesaikan masalah dengan teman, berbagi barang-barang mereka, mendengarkan tanpa menyela, dan membantu orang lain di rumah adalah langkah awal yang bisa diajarkan pada anak. 
  • Jangan Terlalu Melindungi. Di usia pengasuhan, banyak orangtua yang mengalami kesulitan untuk mengizinkan anak-anak menyelesaikan masalahnya sendiri. Orangtua gemas sendiri dan kemudian turun tangan langsung untuk membantu anak. Padahal, hal ini tidak tepat. Peneliti dari Universitas Harvard, Julie Lythcott-Haims berpendapat, membiarkan anak-anak membuat kesalahan dan mencari cara sendiri untuk memperbaikinya adalah hal yang baik untuk membuat mereka tumbuh cerdas. 
  • Dorong Anak Belajar Sejak Dini. Membaca untuk anak-anak dan mengajar mereka matematika sejak dini memengaruhi kemampuan akademis mereka kelak. Namun, penting juga untuk tidak membantu terlalu jauh jika anak punya pekerjaan rumah dari sekolah. Jika orangtua terlalu banyak membantu, hal ini dapat menghambat kecerdasan mereka. 
  • Jangan Terlalu Lama di Depan Gadget. Terlalu banyak waktu menonton dikaitkan dengan obesitas, pola tidur yang tidak teratur, dan masalah perilaku. Selain itu, studi tahun 2017 oleh Greg L. West di University of Montreal mengungkapkan, bermain game dapat merusak otak dan menyebabkannya kehilangan sel. Menurut American Academy of Pediatrics, waktu terbaik anak bermain gadget harus dibatasi, yakni dua jam sehari.
  • Jangan Terlalu Sering Memuji. Beberapa orangtua menemukan anak mereka ternyata lebih pintar dari yang kamu bayangkan. Namun, berhenti memujinya secara berlebihan. Penelitian di Universitas Stanford menunjukkan, memuji anak-anak secara berlebihan malah dapat membuat mereka tidak berusaha maksimal nantinya.

Baca juga: Mitos atau Fakta, Anak yang Banyak Bertanya Berarti Cerdas

Itulah ulasan mengenai kecerdasan anak yang pada kesimpulannya tidak melulu dipengaruhi oleh gen ibu atau ayah. Banyak faktor di sekitar anak yang akan menentukan kecerdasan anak, terutama dari sisi pola asuh anak. Jika ibu memiliki pertanyaan mengenai pola asuh anak yang tepat, tanyakan langsung kepada psikolog di Halodoc melalui chat. Psikolog akan memberikan tips-tips pola asuh yang tepat agar anak tumbuh jadi anak yang baik dan cerdas.

 
Referensi:
Independent. Diakses pada 2020. Children Inherit Their Intelligence from Their Mother Not Their Father, Say Scientists.
Reader's Digest. Diakses pada 2020. Good News! Science Has Confirmed That Kids Get Their Intelligence From Mom.
Inc. Diakses pada 2020. Science Says These 10 Things Will Help You Raise Extremely Smart and Successful Kids.


Diperbarui pada 8 Agustus 2020.