• Home
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Kejang Demam pada Anak Bisa Sebabkan Kelumpuhan?

Benarkah Kejang Demam pada Anak Bisa Sebabkan Kelumpuhan?

Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli

Halodoc, Jakarta – Kejang demam alias step adalah kondisi yang cukup sering ditemukan pada bayi atau anak-anak. Kondisi ini umumnya terjadi pada anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Kejang demam dipicu oleh naiknya subuh tubuh, hingga mencapai batas paling tinggi. Namun, kondisi ini tidak disebabkan oleh kelainan otak, sehingga jarang berakibat fatal. 

Dengan kata lain, kejang demam tidak akan menyebabkan kelumpuhan pada anak. Namun, sebaiknya orangtua berhati-hati dan memastikan keamanan Si Kecil yang mengalami kondisi ini. Demam kejang menyebabkan tubuh anak berguncang hebat diiringi gerakan menyentak dari lengan dan tungkai. Kondisi ini juga bisa menyebabkan anak kehilangan kesadaran. 

Baca juga: Bayi Alami Kejang Demam, Segera Lakukan Hal Ini

Komplikasi Kejang Demam yang Harus Diwaspadai 

Kejang pada anak-anak yang terjadi saat demam adalah kondisi yang umum dan sebenarnya tidak berbahaya. Kondisi ini juga bukan merupakan gejala penyakit serius. Satu hal yang perlu diketahui, kejang demam berbeda dengan epilepsi atau ayan. Meski begitu, sebaiknya waspadai kejang demam yang terjadi selama lebih dari 5 menit dan diiringi muntah, leher kaku, dan sesak napas.

Kejang demam umumnya hanya terjadi kurang dari 2 menit yang akan membaik setelahnya. Gejala kejang demam adalah hentakan pada tungkai dan lengan yang berulang (kelojotan), mata mendelik ke atas, dan anak kehilangan kesadaran. Namun, pada beberapa kasus kejang pada kondisi ini bisa berlangsung, hingga 15 menit dan terjadi secara berulang. 

Kejang demam yang terjadi lebih dari 15 menit dan berulang dalam 24 jam disebut dengan kejang demam kompleks. Sayangnya, hingga kini masih belum diketahui secara pasti apa yang menjadi penyebab anak bisa mengalami kondisi ini. Namun, ada beberapa faktor yang disebut bisa meningkatkan risikonya, seperti baru menjalani imunisasi, mengalami infeksi, serta faktor usia. 

Baca juga: Cara Bedakan Kejang Demam dan Tersedak pada Bayi

Anak-anak yang berada pada usia 12 hingga 18 bulan memiliki risiko lebih tinggi mengalami kejang demam dibandingkan anak yang berusia lebih tua. Riwayat keluarga, yaitu memiliki anggota keluarga lain dengan kondisi sama juga bisa menjadi pemicu anak mengalami kejang. Meski jarang berbahaya, kondisi ini sama sekali tidak boleh dianggap sepele karena bisa menimbulkan komplikasi. 

Kejang demam sederhana alias kejang demam yang hanya terjadi sekali kurang dari 2 menit jarang menyebabkan komplikasi. Hal tersebut tidak akan mengakibatkan kerusakan otak, kecacatan mental, apalagi kelumpuhan. Komplikasi mungkin muncul jika Si Kecil mengalami kejang berulang. Hal ini bisa menyebabkan anak rentan mengalami kejang demam kembali di kemudian hari. 

Selain itu, anak-anak yang mengalami kejang demam lebih dari sekali memiliki risiko mengidap epilepsi di kemudian hari. Selain epilepsi, anak penderita kejang demam berisiko mengidap kelainan otak atau ensefalopati. Namun, kasus ini sangat jarang terjadi. Jika anak mulai menunjukkan perubahan setelah mengalami kejang demam, sebaiknya segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit. 

Meskipun kejang demam tidak berbahaya, tetapi sebaiknya segera bawa anak ke IDG jika kondisi ini terus berulang atau terjadi lebih dari 5 menit dan disertai dengan gejala-gejala lain seperti, muntah, tubuh lemas dan terlihat sangat mengantuk, leher kaku, serta mengalami sesak napas. 

Baca juga: Kejang Demam pada Anak Bisa Sebabkan Kelumpuhan?

Cari tahu lebih lanjut seputar kejang demam pada anak dan komplikasinya dengan bertanya pada dokter di aplikasi Halodoc. Dokter bisa dengan mudah dihubungi melalui Video/Voice Call dan Chat, kapan dan di mana saja tanpa perlu ke luar rumah. Dapatkan informasi seputar kesehatan dan tips hidup sehat dari dokter terpercaya. Yuk, download Halodoc sekarang di App Store dan Google Play!

Referensi 
NHS UK. Diakses pada 2020. Febrile Seizures.
Kids Health. Diakses pada 2020. Febrile Seizures.
Healthline. Diakses pada 2020. What Is a Febrile Seizures?