• Home
  • /
  • Benarkah Keputihan Abnormal Harus Diatasi dengan Obat?

Benarkah Keputihan Abnormal Harus Diatasi dengan Obat?

Ditinjau oleh: dr. Fadhli Rizal Makarim
Benarkah Keputihan Abnormal Harus Diatasi dengan Obat?

Halodoc, Jakarta - Pada dasarnya, keputihan merupakan reaksi tubuh yang dikatakan normal. Inilah mengapa, setiap wanita pasti pernah mengalami keputihan minimal satu kali selama hidupnya. Meski terbilang normal, keputihan menghadirkan rasa tidak nyaman, terlebih jika cairan yang keluar dari organ intim ini terbilang cukup banyak. Jika sudah demikian, apakah keputihan bisa dikatakan normal?

Ketika seorang wanita telah memasuki usia pubertas, keputihan bisa terjadi, karena keputihan pada dasarnya berasal dari cairan vagina yang mengalami peluruhan. Namun, normal atau tidaknya keputihan yang dialami bisa terlihat dari warna, tekstur, dan bau cairan yang keluar dari vagina. Bagaimana membedakan mana keputihan yang normal dan tidak?

Baca juga: Ini Cara Mengatasi Keputihan Sebelum Haid

Membedakan Keputihan Normal dan Tidak Normal

Keputihan yang normal diartikan sebagai tubuh dan organ intim masih berfungsi dengan baik dan normal pula. Pasalnya, keputihan ini adalah cairan vagina yang berfungsi untuk melindungi sekaligus membersihkan organ intim ini secara mandiri, sehingga keputihan yang terjadi tidak mesti harus ditangani karena bisa menghilang dengan sendirinya. 

Baca juga: Ini Hal yang Dapat Menyebabkan Terjadinya Keputihan

Keputihan yang normal akan berwarna bening atau menyerupai putih susu yang jernih dengan tekstur yang licin dan sedikit terasa lengket ketika kamu menyentuhnya. Pada kondisi normal, keputihan biasanya tidak menimbulkan bau apa pun. Sebaliknya, keputihan yang abnormal ketika mengeluarkan bau yang menyengat dan busuk, membuat vagina terasa gatal, kemerahan dan terasa sakit, memiliki tekstur yang lebih lengket, serta berwarna kehijauan, kekuningan, kemerahan, hingga kecoklatan. 

Ketika terjadi keputihan dengan ciri seperti di atas, biasanya terjadi masalah pada organ intim, misalnya infeksi. Kondisi harus segera diatasi, karena memicu terjadinya masalah serius. Kalau kamu mengalaminya, segera periksakan diri ke dokter ahli. Gunakan aplikasi Halodoc untuk memudahkan kamu membuat janji dengan dokter ahli di rumah sakit yang terdekat dengan tempat tinggalmu. 

Baca juga: Gejala Keputihan yang Berbahaya

Perlukah Ditangani dengan Obat?

Jika keputihan yang abnormal ini terjadi karena infeksi atau masalah tertentu pada organ intim, dokter biasanya memberikan obat sesuai dengan apa yang menjadi penyebab keputihan abnormal ini. Infeksi yang sifatnya ringan dapat membaik antara satu hingga dua minggu. Apabila terjadi karena infeksi bakteri, dokter akan meresepkan obat jenis antibiotik, bisa berupa obat oral maupun krim, salep, atau gel. 

Apabila infeksi terjadi sebagai akibat dari penyakit menular seksual, biasanya obat yang diberikan adalah kombinasi antara antibiotik oral dan suntik. Sementara infeksi yang terjadi karena jamur bisa diatasi dengan krim antijamur. Meski begitu, penggunaannya juga disesuaikan dengan gejala lain yang muncul, bisa gatal, nyeri, atau rasa seperti terbakar. 

Perlu diingat, selalu tanyakan pada dokter terlebih tentang obat yang kamu gunakan, terlebih jika kamu berada dalam kondisi hamil. Pasalnya, ada beberapa jenis obat yang menimbulkan bahaya serius bagi janin jika dikonsumsi. Hindari meningkatkan dosis penggunaannya hanya supaya kamu bisa segera terbebas dari masalah keputihan ini. Sederhananya, gunakan dosis yang sesuai dengan anjuran dokter. 

Referensi: 
WebMD. Diakses pada 2019. Vaginal Discharge: Causes, Types, Diagnosis, and Treatment of Vaginal Discharge.
Drugs. Diakses pada 2019. Vaginal Discharge.
Family Doctor. Diakses pada 2019. Vaginal Discharge.