• Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Keracunan Parasetamol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?
  • Beranda
  • /
  • Artikel
  • /
  • Benarkah Keracunan Parasetamol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Benarkah Keracunan Parasetamol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

3 menit
Ditinjau oleh: dr. Rizal Fadli : 13 September 2022

“Konsumsi parasetamol yang tidak sesuai dosis dapat menyebabkan penggunanya keracunan. Kondisi ini memang dapat memicu beberapa efek samping, salah satunya gagal ginjal.”

Benarkah Keracunan Parasetamol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?Benarkah Keracunan Parasetamol Bisa Sebabkan Gagal Ginjal?

Halodoc, Jakarta – Puluhan anak di Gambia dikabarkan meninggal dunia dikarenakan mengalami gagal ginjal dalam tiga bulan terakhir. Gagal ginjal ini diduga disebabkan oleh obat parasetamol. Kementerian Kesehatan Gambia pun telah meminta rumah sakit untuk berhenti menggunakan sirup parasetamol setelah ada 28 anak meninggal karena gagal ginjal. 

Lantas, benarkah keracunan parasetamol memicu gagal ginjal hingga kematian? Sebenarnya, pengonsumsian parasetamol untuk orang dengan gangguan fungsi ginjal relatif aman. Namun, perlu diperhatikan bahwa penggunaannya tidak melebihi dosis anjuran dan penggunaannya sesuai dengan indikasi saja. 

Keracunan Parasetamol Sebabkan Gagal Ginjal

Kebanyakan orang meminum obat penurun demam seperti parasetamol segera setelah mereka mulai mengalami demam. Namun, kamu tetap dianjurkan untuk tidak mengonsumsinya secara berlebihan karena dapat membahayakan ginjal dan hati.

Kasus meninggalnya puluhan anak di Gambia ini menambah dugaan bahwa konsumsi parasetamol yang berlebihan terkait dengan kondisi gagal ginjal. Pasalnya, hasil autopsi yang dilakukan pada jenazah menunjukkan kemungkinannya disebabkan parasetamol.

Obat parasetamol merupakan obat campuran yang mengandung berbagai zat dan kandungan. Parasetamol memang aman digunakan, namun kandungan lainnya yang mungkin ada di dalamnya kurang pasti keamanannya.

Oleh karena itu, penting untuk mengonsumsinya tidak berlebihan dan terus berkonsultasi dengan dokter terlebih dahulu. Tidak hanya itu, penyalahgunaan parasetamol juga dapat menyebabkan beberapa efek samping yang bisa dikategorikan hingga parah.

Efek Samping Konsumsi Parasetamol yang Berlebihan

Pengonsumsian obat parasetamol ini juga memicu beberapa efek samping mulai dari yang ringan hingga berat. Ada beberapa efek samping ringan tertentu yang mungkin terjadi, namun efek samping ini cenderung masih bisa dikendalikan.

Berikut ini adalah efek samping ringan pada parasetamol.

  • Demam atau kedinginan yang tiba-tiba.
  • Memar.
  • Ruam gatal.
  • Mual.
  • Sakit perut.
  • Nafsu makan menurun.
  • Urine berwarna gelap.
  • Sakit pada perut bagian atas.
  • Produksi urine menurun.
  • Tenggorokan sakit.
  • Kelelahan.

Meskipun efek samping yang disebutkan di atas ringan, hal ini tetap tidak boleh diabaikan. Karena jika tidak diperhatikan lagi, efek samping ringan ini bisa saja mengundang efek samping berat lainnya. Jadi penting untuk tetap mengontrol efek samping ringan yang terjadi agar risiko efek samping berat menjadi lebih kecil.

Berikut ini adalah efek samping berat yang harus segera ditangani agar tidak semakin parah.

  • Alergi. Ruam kulit atau edema dapat terjadi akibat obat ini. Namun, efek samping ini dapat terjadi pada satu dari 100 orang.
  • Detak Jantung yang Cepat dan Tekanan Darah Rendah.  Pengidap yang mendapatkan parasetamol melalui suntikan di rumah sakit biasanya akan mengalami hal ini.
  • Gangguan Darah seperti Leukopenia dan Trombositopenia. Kondisi ini jarang terjadi. Hanya satu dari 1.000 orang yang mungkin terkena penyakit ini.
  • Penyakit Ginjal dan Hati. Konsumsi parasetamol yang berlebihan dapat menyebabkan kerusakan hati dan ginjal. Efek samping inilah yang paling parah.
  • Overdosis Parasetamol. Kondisi ini bisa ditandai dengan ketidaknyamanan perut, lesu, mual, dan muntah.

Oleh karena itu, penting untuk berkonsultasi pada dokter agar mendapatkan dosis yang tepat. Karena keracunan parasetamol akan terhindar jika digunakan sesuai petunjuk dosis. 

Jika kamu memiliki pertanyaan seputar dosis penggunaan obat, jangan ragu untuk bertanya langsung pada dokter melalui Halodoc. Yuk, download aplikasi Halodoc melalui App Store atau Google Play sekarang juga!

Referensi:
Barrons. Diakses pada 2022. Gambia Halts Syrup Paracetamol Use After Child Deaths.
Healthdirect. Diakses pada 2022. Paracetamol.
WebMD. Diakses pada 2022. Paracetamol Tablet.